Mario Suryo Aji: Harapan Indonesia untuk MotoGP

Saat MotoGP menyambangi sirkuit baru Pertamina Mandalika Street Circuit tahun depan, akan ada satu andalan Indonesia yang turun penuh di Kejuaraan Dunia Balap Motor: Mario Suryo Aji.

Mario Suryo Aji: Harapan Indonesia untuk MotoGP

Setelah “lulus” dari Asia Talent Cup, Mario Aji langsung bertarung di Eropa dengan turun di seri CEV Moto3 dan Red Bull Rookies Cup pada 2019. Setelah tiga musim bersaing di kedua seri tersebut, pembalap 17 tahun itu bergabung ke Honda Team Asia untuk turun semusim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3.

Mario Aji sudah memiliki bayangan bakal seperti apa musim pertamanya di kejuaraan dunia nanti setelah sempat turun dengan fasilitas wildcard pada Moto3 Emilia Romagna di Misano, menjelang akhir Oktober lalu. 

Setelah itu, pembalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut diadwalkan turun di Portimao, Portugal, namun tidak jadi karena cedera saat berlatih. 

Sejumlah pembalap Indonesia silih berganti turun di Moto2 dan Moto3 dalam beberapa tahun terakhir. Namun, belum ada yang menembus harapan untuk mampu bertahan sehingga bisa menapaki jenjang hingga ke kategori tertinggi, MotoGP. 

Mario Suryo Aji pun menjadi harapan untuk menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus kelas premier dalam beberapa tahun ke depan, dan mungkin masih berkesempatan untuk bersaing melawan idolanya, Marc Marquez (Repsol Honda). 

Dalam tanya jawab berikut, Motorsport.com berkesempatan menggali informasi tentang rencananya untuk musim depan.

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Apa yang Anda harapkan dengan keberhasilan turun penuh di Moto3 mulai musim 2022?

Saya sangat senang menghadapi musim pertama di Moto3. Ini salah salah satu mimpi saya yang menjadi kenyataan. Jadi, saya sudah tidak sabar untuk segera start. 

Saya pernah turun di satu Grand Prix di Misano. Tetapi, semua pembalap sangat cepat. Jadi, saya harus mampu lebih cepat beradaptasi sejak awal musim nanti. Sayang, kondisi saya bercampur aduk dalam debut itu dan hal tersebut membuat saya sangat kesulitan beradaptasi. 

Tetapi untuk ke depan, saya kira butuh adaptasi cepat dalam situasi apa pun. Setelah tiga musim di CEV Moto3, saya merasa siap untuk naik ke Moto3. Saya tahu semua sirkuit di Eropa dan sepeda motor sangatlah serupa. Saya tahu ini akan sulit tetapi optimistis mampu bertahan di sana.

Apakah Anda memiliki target spesifik untuk musim pertama (di Moto3) nanti?

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mempelajari trek dan lawan-lawan, membuat progres sebanyak mungkin sepanjang balapan. Jika saya mampu membuat progres, hasil (bagus) akan datang dengan sendirinya.

Ketika kali pertama turun di Eropa pada 2019, apa hal terberat yang Anda rasakan?

Semua pembalap asal Eropa sangatlah cepat dan mereka mengenal betul sirkuit-sirkuit yang dipakai…dan motor-motor mereka juga cepat. Saat itu juga kali pertama saya mencoba motor prototipe. Benar-benar mengejutkan tetapi saya sangat menikmatinya. 

Awalnya emang sangat sulit bagi saya. Namun, saya lalu mampu berkembang di setiap balapan dan mampu finis P4 saat debut (pada CEV Moto3 di Estoril, Portugal). Saya juga mampu start di barisan terdepan di Jerez (Spanyol). Tetapi saya akui sungguh berat untuk mengimbangi mereka (para pembalap Eropa). 

Baca Juga:
Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Bisa jelaskan seperti apa impresi Anda soal rekan setim di Honda Team Asia, Taiyo Furusato? 

Saya senang ia juga berada di tim ini. Taiyo sangat impresif di Red Bull Rookies Cup. Usia kami tidak jauh berbeda dan kami sama-sama tidak mau dikalahkan oleh rekan setim! 

Tetapi saya optimistis mampu belajar darinya sehingga kami bisa menjalani musim yang bagus bersama. Target kami berdua adalah meningkatkan level tim dan saya yakin kami mampu melakukan itu.

Anda tinggal di Eropa dalam beberapa musim terakhir. Pandemi Covid-19 telah menyulitkan perjalanan. Ada yang Anda rindukan soal kehidupan di Indonesia?

Saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengunjungi Indonesia. Sepanjang 2021 saya menghabiskan waktu di Eropa, dari Maret sampai akhir musim saya tinggal di Barcelona, Spanyol. 

Saya tinggal bersama beberapa rekan setim yang berasal dari Thailand dan Jepang. Jadi, paling tidak saya memiliki teman dari negara lain dan kami berlatih bersama dan itu menyenangkan.

Sayangnya, semua itu bukan berasal dari Indonesia. Tentu saja saya merindukan rumah dan keluarga, ini salah satu yang terberat. Tetapi, saya tidak memiliki pilihan selain tinggal di Eropa jika ingin mewujudkan mimpi-mimpi. Memang berat tetapi saya yakin satu hari nanti semua ini akan terbayar.

Tidakah aneh tinggal dengan orang-orang yang juga menjadi pesaing Anda di trek?

Pada awalnya iya, tetapi Anda lama-lama akan terbiasa. Kini rasanya tidak aneh, normal saja seperti biasa.

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Bagaimana Anda menghabiskan waktu ketika tidak ada balapan atau latihan?

Bersantai, rebahan di sofa dan mungkin menonton beberapa film. Saya merasa tidak lagi memiliki energi cukup untuk melakukan hal lain.

Selama ini belum ada pembalap Indonesia yang mampu menembus MotoGP. Apakah itu menciptakan semacam tekanan tersendiri, diproyeksikan menjadi yang pertama?

Itu memang sudah menjadi target saya, turun di MotoGP. Mungkin sekitar lima tahun ke depan. Jika berpikir terlalu banyak (soal menjadi pembalap Indonesia pertama di MotoGP), jelas itu akan menjadi tekanan berat. 

Tetapi, fokus utama saya membalap adalah untuk diri sendiri dan tim. Balap motor di Indonesia sangatlah besar dan saya mendapatkan banyak dukungan dari penggemar. Saya menghargai itu dan bisa menjadi motivasi tambahan. 

Tahun depan Indonesia akan menggelar MotoGP di Mandalika. Bagaimana Anda melihat itu, dan apakah Anda sudah sempat mencoba treknya?   

Rasanya sungguh luar biasa buat saya dan fans. Saya yakin bakal banyak penggemar yang datang untuk menyaksikan MotoGP dan ini akan menjadi pertunjukan sangat besar. 

Saat ini saya belum berencana mencoba trek (Mandalika) sebelum balapan. Tetapi saya berharap bisa melakukannya, kita tunggu saja!

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

dibagikan
komentar
Mick Doohan Ingin Jack Miller Patok Target Ambisius
Artikel sebelumnya

Mick Doohan Ingin Jack Miller Patok Target Ambisius

Artikel berikutnya

Ducati Ingin Masa Depan Berkelanjutan bersama Francesco Bagnaia

Ducati Ingin Masa Depan Berkelanjutan bersama Francesco Bagnaia
Muat komentar