Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Marquez: Bertahan di Peringkat Ketiga Tak Akan Mudah

Bertahan di posisi tiga besar, dan tidak bertarung untuk kejuaraan, adalah tujuan utama Marc Marquez untuk MotoGP 2024.

Marc Marquez, Gresini Racing

Pembalap Gresini itu menjadi bagian dari kelompok 'tiga besar' MotoGP tahun ini bersama juara bertahan Francesco Bagnaia dan pembalap Pramac, Jorge Martin. Ketiganya berhasil meraih podium di Le Mans dan Catalunya.

Namun, Marquez merasa persaingan semakin ketat sejak menggunakan GP23 tahun lalu, dengan Enea Bastianini menjadi ancaman kuat baginya dalam beberapa balapan terakhir. Bahkan, setelah mencetak podium di MotoGP Jerman akhir pekan lalu, pembalap Spanyol tersebut mendapati dirinya kalah cepat dari La Bestia dengan skor 61-52 dalam tiga putaran terakhir.

Rider berusia 31 tahun itu kini hanya berjarak 11 poin dari pembalap Italia di peringkat ketiga, ia mengatakan bahwa targetnya adalah memperkuat posisinya, bukannya memburu Bagnaia dan Martin untuk meraih gelar juara.

"Bagian pertama musim ini berjalan dengan baik. Tidak terlalu bagus karena kami melakukan beberapa kesalahan, tapi sudah bagus. Kami berada di urutan ketiga dalam kejuaraan," pungkasnya di Sachsenring setelah finis di urutan kedua.

Baca Juga:

"Ini bisa menjadi target yang bagus untuk berada di posisi tiga besar di kejuaraan karena tidak akan mudah untuk menjaga Enea di belakang. Ia adalah pembalap yang cepat.

"Kami akan terus berjuang, terus belajar dari dua pembalap terbaik di Ducati, yaitu Martin dan Bagnaia. Mereka sedikit lebih cepat dari kami."

Adaptasi Marquez dengan Ducati bersama Gresini sungguh luar biasa, dengan enam kali juara MotoGP ini berhasil meraih empat podium grand prix dalam sembilan balapan akhir pekan pertama dan mendapatkan kontrak pabrikan hingga 2025.

Namun, ada beberapa kesalahan yang mencolok, terutama tabrakan dengan Bagnaia di Portugal dan kecelakaan saat memimpin balapan di GP Amerika.

Marc Marquez, Gresini Racing

Marc Marquez, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

 

Kecepatannya dalam satu lap juga tidak konsisten, memaksanya untuk melewati Q1 beberapa kali ketika dia jelas memiliki kecepatan untuk lolos kualifikasi di empat baris pertama. Rata-rata posisi kualifikasi setelah Sachsenring hanya 7,4, meskipun ia meraih pole position di Jerez.

Diminta untuk melihat kembali tahun yang telah dilaluinya bersama Gresini dan Ducati, Marquez memberikan nilai 8/10 untuk dirinya sendiri, sembari menegaskan bahwa ia harus melakukan pekerjaan yang lebih baik di babak kualifikasi untuk dapat bertarung secara konsisten di posisi terdepan.

"Bagi saya, 8 (dari 10) karena ini adalah awal musim yang bagus tapi ada beberapa kesalahan, terutama di Austin dan balapan sprint di Assen. Dua kesalahan besar. Selebihnya, bisa diterima," katanya.

"Satu-satunya hal yang perlu kami kerjakan di paruh kedua musim ini adalah mencoba membuat akhir pekan yang benar-benar baik. Sepanjang akhir pekan ada beberapa hal yang terjadi, (baik) hal-hal kecil (dan) hal-hal besar.

"Kami sedikit tidak konsisten selama akhir pekan. Kami melihatnya di Le Mans, kami mengatakannya di balapan yang berbeda, kami perlu menemukan (performa) yang lebih konstan selama akhir pekan dan langsung ke Q2 dan mencoba untuk meningkatkan hari Sabtu."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Di Giannantonio Tinggalkan Balapan karena Problem Teknis Membahayakan
Artikel berikutnya Morbidelli Harap Bisa Berkiprah dengan VR46

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia