Marquez dianggap sosok tepat bagi Ducati

dibagikan
komentar
Marquez dianggap sosok tepat bagi Ducati
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
29 Sep 2016 18.50

Cal Crutchlow mengatakan Ducati seharusnya menggaet Marc Marquez, dan bukan Jorge Lorenzo, jika pabrikan Italia itu ingin memastikan gelar juara MotoGP 2017.

Cal Crutchlow, Team LCR Honda
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Polesitter Marc Marquez, Repsol Honda Team
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Marc Marquez, Repsol Honda Team
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing, Cal Crutchlow, Team LCR Honda
Race winner Marc Marquez, Repsol Honda Team with Cal Crutchlow, Team LCR Honda

Lorenzo resmi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Ducati pada pertengahan April lalu – dan sekaligus menjadi rekan setim Andrea Dovizioso.

Entah ada hubungannya atau tidak, sejak penandatangangan kontrak tersebut, performa Lorenzo menurun dan meraih sejumlah hasil kurang memuaskan. Tak pelak, muncul rasa penasaran apakah pembalap Spanyol itu juga akan mengalami kesulitan ketika mengendarai Desmosedici GP musim depan.

Baru-baru ini, Lorenzo terlibat perdebatan dengan Valentino Rossi dalam konferensi pers usai MotoGP Misano – mengenai aksi overtaking The Doctor yang dianggap terlalu agresif.

Perdebatan duo Yamaha rupanya ikut mengusik benak Cruthclow. Menurutnya, itu adalah tanda bahwa Lorenzo terganggu dengan performa dia yang menurun di atas YZR-M1.

“Tidak. Saya tertawa kepada siapa yang salah dan tidak mengerti apa yang dia (Lorenzo) pikirkan – atau mungkin dia hanya tidak masuk akal,” ucap Crutchlow.

“Saya tidak takut untuk mengatakannya. Dia (Lorenzo) mengeluhkan tentang aksi menyalip (Rossi). Apakah dia tidak pernah menyalip pembalap lain sebelumnya? Valentino bahkan tidak pernah menyalip dia secara agresif. Ini balapan. Jika seseorang menyalip Anda, Anda harus meminggirkan motor, atau tetap berada di posisi, tapi Anda akan tertabrak. Itu pilihan Anda.

“Jorge salah dan saya pikir itu menyebabkan dia tidak sangat cepat akhir pekan ini (di Aragon). Tidak normal. Tidak seperti dia yang biasanya.

“Saya harap dia mampu membalikkan keadaan sebelum (tes pramusim) Februari dan Maret tahun depan. Karena kalau tidak, dia akan sangat kesulitan – dan pertaruhan Ducati akan salah lagi,” candanya.

Crutchlow lalu mengungkapkan bahwa ia terbuka atas opsi untuk kembali ke Ducati pada 2017.

Tapi ia menegaskan, jika Ducati ingin mendapat jaminan gelar juara, maka mereka seharusnya merebut Marquez dari Honda.

“Saya membuka opsi untuk kembali,” tandas Crutchlow, yang membalap di Ducati pada 2014.

“Jika Anda bertanya kepada Dovi siapa pembalap yang akan menggantikan (Andrea) Iannone, dia akan menjawab saya. Karena saya memahami motor (Ducati). Saya memahami seluruh motor pabrikan lain sekarang.

“Tapi itu bukan berarti saya akan melakukan pekerjaan sebaik Lorenzo.

“Saya hanya berpikir bahwa... jika mereka mencari sosok untuk memenangi gelar juara dunia, apakah saya berpikir dia (Lorenzo) orangnya? Tidak. Marc Marquez yang tepat.

“(Kontrak) dia akan berakhir saat itu. Mereka (Ducati) hanya tidak pernah membuat penawaran bagus – atau Marc yang tidak ingin pergi (dari Honda),” pungkasnya.

Laporan tambahan oleh Lena Buffa

Artikel MotoGP berikutnya
Meregalli bantah Yamaha alami kemunduran

Artikel sebelumnya

Meregalli bantah Yamaha alami kemunduran

Next article

Redding dan Petrucci saling berebut GP17

Redding dan Petrucci saling berebut GP17
Load comments