Marquez khawatirkan kondisi trek saat hujan

dibagikan
komentar
Marquez khawatirkan kondisi trek saat hujan
Oleh: Derry Munikartono , Journalist
26 Agt 2018 04.40

Jika kondisi trek sama seperti akhir FP4, Marc Marquez itu terlalu berbahaya untuk balapan. Mengapa demikian?

Sebagian besar rangkaian sesi hari Sabtu berjalan lancar, namun kondisi berubah drastis seiring turunnya hujan pada akhir FP4.

Kondisi trek berubah menjadi sangat buruk, khususnya di Tikungan 7. Banyak sekali pembalap terjatuh setelah lintasan lurus Hangar, salah satunya Tito Rabat, yang mengalami patah kaki setelah terlbat dalam kecelakaan beruntun.

Keadaan tersebut memaksa sesi kualifikasi sempat ditunda, dan digelar dengan kondisi trek yang sebagian besar kering, dengan dua tikungan basah.

Marquez sempat berada di trek pada akhir FP4, namun menurutnya kondisi trek di lintasan lurus Hangar menuju Stowe terlalu berbahaya, khususnya dengan genangan yang berada di sekitar trek.

“Apa yang kami miliki saat kualifkasi lebih seperti setengah-setengah, satu bagian benar-benar kering, dan dua tikungan sangat basah,” ujar Marquez, yang akan memulai balapan dari posisi kelima.

“Jika kondisinya basah, seperti akhir FP4, kita tak bisa balapan, genangannya sangat berbahaya. Saya hampir terjatuh saat keluar dari pit, dan banyak pembalap terjatuh.

“Saat saya berada di trek [pada akhir FP4], untungnya saya menutup gas di pertengahan lintasan lurus karena saya melihat banyak sekali air. Tapi saya tiba di sana sangat lambat, dan genangannya luar biasa.”

Baca Juga:

Menurut ramalan cuaca, hujan lebih deras akan turun ketika balapan. Marquez mengklaim kondisi tersebut terlalu berbahaya untuk balapan, khususnya dengan permukaan trek bergelombang di trek yang menyebabkan genangan.

“Saya tak suka membicarakan ini, saya mencintai balapan. Namun jika kondisinya seperti saat FP4, kita tak bisa balapan, dan besok diperkirakan hujannya lebih deras,” papar Marquez.

“Kita berharap memiliki balapan kering, namun tampaknya tidak mungkin. Ramalan cuacanya hujan, dan jika hujan, masalahnya adalah permukaan trek bergelombang [dalam trek].

“Airnya mengendap di permukaan trek bergelombang, dan Anda memiliki genangan yang tidak Anda harapkan. Karena Anda tidak memiliki jumlah air yang sama dimanapun, di mana ada permukaan trek bergelombang, di sana ada lebih banyak air.”

Dengan alasan keselamatan para pembalap, penyelenggara balapan memajukan jadwal kelas premier menjadi 90 menit lebih awal, dari pukul 19:00 menjadi 17:30 WIB.

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Slider
List

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, bike

Marc Marquez, Repsol Honda Team, bike
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda team

Marc Marquez, Repsol Honda team
7/10

Foto oleh: Honda Racing

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Silverstone kerja keras perbaiki sistem drainase

Artikel sebelumnya

Silverstone kerja keras perbaiki sistem drainase

Next article

MotoGP Inggris: Vinales puncaki warm-up, Rossi ke-10

MotoGP Inggris: Vinales puncaki warm-up, Rossi ke-10
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Event GP Inggris
Sub-event Kualifikasi, Sabtu
Pembalap Marc Marquez Shop Now
Tim Repsol Honda Team
Penulis Derry Munikartono
Tipe artikel Reactions