Marquez Minta Nasihat Doohan tentang Pemulihan Cedera

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berdiskusi secara mendalam dengan legenda MotoGP, Mick Doohan, tentang pemulihan cedera serius.

Marquez Minta Nasihat Doohan tentang Pemulihan Cedera

Doohan sukses memenangi lima gelar juara dunia GP 500cc antara 1994-1998, yang mana itu didapatkannya setelah alami cedera di Assen pada 1992.

Kecelakaan di Grand Prix Belanda menyebabkan kaki kiri Doohan mengalami kerusakan serius, dan bahkan hampir diamputasi.

Hal tersebut disamakan dengan perjuangan Marquez untuk pulih dari cedera patah tulang lengan kanan atas di Jerez 2020. Cedera memaksanya absen balapan selama sembilan bulan.

Sejak memutuskan kembali di Portugal pada April lalu, delapan kali juara dunia itu terlihat masih sangat kesulitan untuk mendapatkan kekuatannya seperti dulu.

Meski pembalap berusia 28 tahun itu menegaskan tak ingin mengungkapkan apa yang dibicarakannya dengan Doohan, Marquez yakin saran dari sang legenda sangat bermanfaat.

“Kami berkesempatan untuk berbicara dengan Mick dan itu sangat menarik, penting juga bagi saya. Mungkin suatu hari saya bisa menjelaskan apa yang kami bicarakan,” ujarnya.

“Pastinya itu obrolan yang menyenangkan, dan kami berbagi pengalaman, sangat senang rasanya bisa mendapatkan pelajaran darinya.

“Itu membantu saya dan saya mengapresiasi semua masukan dari Mick Doohan, karena dia salah satu pahlawan saya dan dia telah melalui situasi yang serupa.

“Saya seperti seorang anak-anak di bangku sekolah, hanya mendengarkan dan berusaha mengingat semua yang diucapkannya.”

Baca Juga:

Marquez belum menemukan kenyamanan di atas RC213V saat melaju di Sirkuit Catalunya. Namun, Ant of Cervera mengatakan kondisi fisiknya berada dalam keadaan lebih baik dibandingkan saat melibas Mugello.

“Tentang lengan saya, jelas saya berusaha untuk tak terlalu memikirkan kondisi lengan,” tuturnya.

“Tetapi akhirnya saya merasakan sakit dua sampai tiga kali ketika sedang berusaha mencari posisi terbaik. Misalnya, di Tikungan 3 dan 4, dan dua tikungan terakhir, karena di sana trek agak menurun.

“Di akhir sektor trek lurus, di mana terdapat titik pengereman keras, saya tidak memiliki batasan apa pun. Saya dapat mengerem di mana pun saya inginkan dan saya dapat menggunakan gaya balap sendiri sesuka hati.

Rasa sakit baru dirasakan Marquez ketika dirinya berusaha untuk mengubah arah motor, terutama dalam keadaan cepat. Pasalnya, itu membutuhkan tenaga ekstra dari tangan kanannya untuk mengangkat motor.

“Perpindahan arah motor, getaran saat keluar tikungan, membuat lengan terasa sedikit sakit dan saya tidak dapat mengendalikannya dengan baik,” ucapnya.

“Namun memang benar, jika dibandingkan dengan akhir pekan di Mugello, dan di sini, saya merasa jauh lebih baik.

“Hasil yang saya dapatkan memang tak alami perubahan, tapi secara keseluruhan feeling saya terhadap kondisi fisik jauh lebih baik.”

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Miller Sempurnakan Strategi untuk MotoGP Catalunya
Artikel sebelumnya

Miller Sempurnakan Strategi untuk MotoGP Catalunya

Artikel berikutnya

Hasil FP3 MotoGP Catalunya: Morbidelli Tercepat, Honda Tak Lolos Q2

Hasil FP3 MotoGP Catalunya: Morbidelli Tercepat, Honda Tak Lolos Q2
Muat komentar