Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Reactions
MotoGP Dutch GP

Marquez Tak Merasa Bersalah Pramac Tinggalkan Ducati

Setelah berita perpisahan antara Ducati dan Pramac mulai MotoGP 2025 dikonfirmasi, Marc Marquez menegaskan tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi.

Marc Marquez, Gresini Racing

Marc Márquez, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sesi pertama Grand Prix Belanda merupakan pertarungan antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez, yang finis di posisi 1-2 dengan selisih 0,065 detik. Namun latihan sore hari, yang memberikan sepuluh tempat untuk akses langsung ke Q2, sedikit berubah. Peccp kembali memimpin, tetapi Marc hanya berada di urutan keenam dengan gap melebar 0,511 detik.

Pembalap Gresini itu tidak menjalani Practice semulus FP1. Dia berada di batas, menghindari beberapa kecelakaan dan dengan masalah tak terduga yang membuatnya harus masuk ke pit segera setelah keluar dari pit lane.

Baca Juga:

"Perasaan hari itu cukup bagus, terutama di pagi hari, saya langsung merasa nyaman, seolah-olah kami tidak berhenti selama tiga minggu. Di sore hari, saya sedikit kesulitan, kami pikir kami tahu mengapa, tapi besok kami akan memastikannya. Ada dua pembalap yang berada dua langkah di depan yang lain, yang satu adalah Pecco dan yang lainnya adalah Maverick Viñales. Kemudian ada beberapa dari kami yang cukup dekat," jelas Marquez.

Kesimpulan dari hari itu adalah bahwa Bagnaia berada dalam kondisi yang sangat baik. Saat ini, pembalap pabrikan Ducati berada jauh di depan para pembalap lainnya.

"Ketika Anda memasuki spiral positif, spiral kepercayaan diri, semuanya keluar, Anda datang dari memenangkan dua balapan, Anda tiba di sirkuit di mana dia menang tahun lalu, yang dia sukai, yang dia torehkan di tato... Tanpa ragu dia berada dalam spiral positif, semuanya keluar dan dia melaju dengan sangat cepat. Kami harus bertahan dan belajar dari apa yang dia lakukan," tambahnya.

Marc Márquez, Gresini Racing

Marc Márquez, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tidak ada rasa bersalah atas kepergian Pramac

Salah satu berita utama hari itu adalah pengumuman Pramac yang meninggalkan Ducati untuk bergabung dengan Yamaha. Bagian dari harga yang harus dibayar oleh perusahaan yang berbasis di Bologna itu untuk mempertahankan Marquez di tim resmi setelah pernyataan "Pramac bukan pilihan bagi saya", yang memicu keributan di Mugello.

"Poin nomor 1: Saya tidak merasa bersalah atas kepergian Pramac dari Ducati, karena saya tidak melakukan apa-apa. Memang benar bahwa sebagai pembalap Ducati, saya ingin mereka melanjutkannya, karena akan ada dua motor lagi di lintasan, lebih banyak informasi dan ini adalah tim yang penting di Ducati,” tutur juara MotoGP enam kali itu.

“Sebagai penggemar MotoGP, saya pikir ini adalah kabar baik. Di satu sisi, secara egois, saya lebih suka dua Ducati di lintasan, tetapi sebagai penggemar, itu adalah langkah yang normal, bahwa salah satu tim Ducati akan bergabung dengan Yamaha, agar kejuaraan memiliki empat motor Jepang, dua motor Italia lebih sedikit di lintasan, lebih sedikit raja, membuka lebih banyak pilihan untuk pabrikan lain, sponsor... ".

Bagnaia juga mengklaim, dalam beberapa kesempatan, bahwa sejak Jerez, Marquez telah menerima peningkatan pada GP23 yang membuatnya setara dengan GP24.

"Jika mereka tidak menipu saya, tidak. Pada akhirnya, saya mengendarai motor yang sama dengan Alex (Marquez), Bezzecchi dan Di Giannantonio, yaitu motor tahun lalu. Motor ini bekerja dengan sangat baik, saya tidak tahu seberapa baik atau buruknya motor 2024 karena saya belum menjajalnya,” ujarnya.

“Seperti yang Anda tahu, ada motor 24 dari Pramac dan tim pabrikan, serta motor 23 dari Gresini dan VR46. Tapi, saya merasa sangat baik dengan motor ini dan saya telah menunjukkan, dan pembalap lain juga telah menunjukkan, bahwa Anda bisa melaju dengan cepat dengan motor ini.”

Marc Márquez, Gresini Racing

Marc Márquez, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dia ditanya tentang peningkatan yang didapatkan pada motornya sejak Jerez. Marquez sedikit bingung.

"Ya, mereka telah memberi saya peningkatan. Saya tidak bisa mengatakan yang mana, tapi itu sama dengan yang mereka berikan kepada pembalap lain. Ducati memiliki kebijakan yang sulit dipahami sebagai pembalap, karena Anda selalu menginginkan lebih, tetapi bagi pabrikan itu adalah kebijakan yang tepat,” ia mengungkapkan.

“Ketika motor 2023 mendapatkan sesuatu yang baru, yang lain juga harus mendapatkan sesuatu yang baru. Saya pikir itu adalah kebijakan yang tepat untuk proyek ini, tidak peduli seberapa jauh Anda berada di depan dalam klasemen, Anda tidak akan mendapat untung.”

Dan di sana, ia mengalami sedikit kontradiksi.

"Itulah salah satu poin di mana Gigi Dall'Igna lebih jujur tahun lalu, bahwa jika saya bertarung dengan Ducati lain, saya akan mendapatkan hal yang sama, tetapi jika saya bertarung dengan motor dari pabrik lain, saya akan mendapatkan lebih banyak peningkatan. Sekarang, saya bertarung dengan Ducati lain, motor saya berjalan dengan baik dan saya tidak memiliki keluhan," katanya, membiarkan pintu terbuka bahwa jika dia bertarung dengan KTM atau Aprilia.

Menatap hari Sabtu, Marc jelas tentang tujuannya, "Saya menargetkan, atau ingin berada di dua baris pertama di grid, 'maximisimo', di baris ketiga.”

Marc Márquez, Gresini Racing

Marc Márquez, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pramac Umumkan Pisah dengan Ducati dan Pindah ke Yamaha
Artikel berikutnya Martin: Bukan Solusi Ducati, Saya Yakin Lebih Bahagia ke Depannya

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia