Jorge Martin Terlambat untuk Promosi ke Tim Pabrikan Ducati

Jorge Martin akan melanjutkan MotoGP musim depan di Pramac Racing, meski dalam kontraknya ada klausul hasil yang bisa membawanya promosi ke tim pabrikan Ducati pada musim 2022.

Jorge Martin Terlambat untuk Promosi ke Tim Pabrikan Ducati

Pada tahun debutnya di MotoGP, pembalap Spanyol Jorge Martin telah menjadi salah satu daya tarik besar kejuaraan. Ia mengingatkan pada rider muda lainnya yang telah terbukti menjadi bintang dan penantang gelar seperti Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.

Dalam balapan keduanya di kelas premier, Martin membuat kejutan dengan keberhasilan meraih pole position dan menyelesaikan akhir pekan luar biasa di Grand Prix (GP) Doha. Ia memimpin hampir sepanjang race dan finis di podium ketiga.

Di putaran ketiga, GP Portugal di Portimao, pemuda 23 tahun tersebut mengalami cedera serius dengan beberapa patah tulang akibat crash yang memaksanya menjalani tiga operasi. Martin pun harus absen beberapa race dan sempat berpikir untuk "menyudahi karier".

Usai melewatkan balapan di Portugal (18 April), GP Spanyol, Prancis dan Italia, Martinator comeback di Catalunya pada minggu pertama bulan Juni, di mana ia menyadari masih memiliki jalan panjang untuk bisa pulih 100 persen secara fisik.

Martin menyelesaikan paruh pertama MotoGP musim 2021, balapan GP Jerman dan Belanda, dengan perjuangan karena ia kesulitan untuk dapat melibas semua lap mengingat kondisinya belum fit.

Kemudian datang libur musim panas lebih dari lima pekan yang sangat dibutuhkannya. Sepanjang jeda Martin bisa fokus menyelesaikan proses pemulihannya dan begitu kejuaraan berlanjut, ia sudah pulih sepenuhnya, bahkan menjadi salah satu rider terkuat di grid.

Pada double-header (balapan ganda) di Austria, rookie Pramac Racing itu dua kali meraih pole, menyabet kemenangan dan posisi ketiga dalam perlombaan flag-to-flag pertamanya. Ini membuktikan bahwa selain kecepatan, Martin juga konsisten dan mampu menangani situasi sulit.

Baca Juga:

Kinerjanya di Sirkuit Red Bull Ring tersebut membuat Ducati, induk Pramac, terkesan. Mereka mencatat sang pembalap hanya bertarung dalam empat race dalam kondisi fisik 100 persen, dua di Qatar dan dua di Austria. Di periode itu ia meraih tiga pole dan tiga podium, yang salah satunya sebagai pemenang.

Namun kesuksesan Martin datang 'terlambat' untuk mengubah komposisi pembalap musim depan. Seperti telah dipelajari Motorsport.com, kontraknya dengan Ducati mencakup klausul performa yang tergantung pada hasil spesifik, ia dapat lompat langsung ke tim utama pada 2022. Namun itu berakhir pada 1 Agustus lalu.

"Dua faktor datang bersamaan, cedera Jorge dan Jack (Miller) memenangi dua balapan beruntun (di Jerez dan Le Mans)," seseorang yang akrab dengan ketentuan kontrak memberi tahu penulis.

"Itu membuat Ducati memperbarui kontrak Miller (pada akhir Mei), sadar bahwa ceder Jorge akan mencegah sang pembalap memenuhi syarat minimum untuk naik ke tim pabrikan," ia menambahkan.

Ducati sendiri menganggap masalah ini sudah selesai dan mengonfirmasi bahwa jika tidak ada hal aneh terjadi, pada MotoGP 2022, baik skuad utama maupun Pramac Racing tidak akan berubah. Miller dan Francesco Bagnaia di tim pabrikan, Martin bersama Johann Zarco di tim satelit.

Pada sisi lain, Martin pun tidak terburu-buru untuk bergabung ke tim utama Borgo Panigale. Di Pramac ia telah menemukan lingkungan yang baik untuk belajar dan bekerja agar bisa terus berkembang. Martinator merasa sangat betah.

Targetnya adalah terus berprogres dan menjadi pembalap tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2023, sesuatu yang sangat mungkin untuk diwujudkannya jika terus mampu memberikan bukti di dalam trek.

Jorge Martin, Pramac Racing

Jorge Martin, Pramac Racing

Foto oleh: Dorna

 

 

dibagikan
komentar
KTM Berikan Jatah Wildcard di Misano untuk Pedrosa

Artikel sebelumnya

KTM Berikan Jatah Wildcard di Misano untuk Pedrosa

Artikel berikutnya

Marc Marquez Versi Sebelum Cedera Bisa Raih Gelar dengan RC213V 2021

Marc Marquez Versi Sebelum Cedera Bisa Raih Gelar dengan RC213V 2021
Muat komentar