Masalah Ban Belakang Penyebab Miller Kesulitan di MotoGP Qatar

Pembalap Ducati, Jack Miller, mengatakan dirinya seperti menabrak dinding karena terbentur lagi dengan masalah ban di MotoGP Qatar.

Masalah Ban Belakang Penyebab Miller Kesulitan di MotoGP Qatar

Miller benar-benar harus bekerja keras untuk bisa meraih hasil terbaik pada seri pembuka MotoGP 2021, di Qatar, Minggu (28/3/2021). Padahal, sepanjang tes pramusim dan akhir pekan balap, pria asal Australia itu tampil kuat dan jadi favorit juara.

Jack Miller masuk ke posisi kedua setelah start dari grid kelima. Namun, ia terlihat kerepotan memacu Desmosedici GP21 dan berusaha keras mempertahankan posisinya dari ancaman Johann Zarco.

Tampil cepat di sektor trek lurus, pria 25 tahun itu tak berkutik ketika menghadapi serangan dari para rivalnya. Catatan lap Miller juga tak konsisten sehingga lawan-lawan di belakangnya mudah melewatkannya.

Hembusan angin yang cukup kencang di Sirkuit Internasional Losail juga cukup membuat Jack Miller sedikit kesulitan untuk memaksimalkan potensi motor Ducati. Tapi, ia merasa itu tak memiliki pengaruh besar dalam perjuangannya di sepanjang balapan.

“Hembusan angin tidak ideal, tapi semua orang juga merasakannya. Sebenarnya tak seburuk saat siang, tapi juga tak begitu bagus,” katanya.

“Kami memiliki start yang sangat bagus, mampu menekan seperti yang saya inginkan. Saya tidak terlalu keras menekan di awal, mungkin selama 12-14 lap. Ketika Maverick Vinales datang, saya mengatakan, ‘Ok, ini saatnya untuk mulai menambah kecepatan’.

“Kecepatan saya menurun hingga 1 menit 55 detik, dan tiba-tiba, saya seperti menabrak dinding, dan kehilangan daya cengkeram ban belakang di pertengahan tikungan.

“Saya berusaha mengelola ban dengan baik di awal balapan, dan itu tak benar-benar bekerja. Jadi, kami harus membandingkan apa yang saya lakukan, dengan orang lain lakukan. Ini balapan pertama, kami harus bisa memperbaiki masalah.”

Baca Juga:

Tak jauh berbeda dengan Miller, Francesco Bagnaia juga memiliki masalah hampir sama. Tapi, pria asal Italia itu cukup beruntung karena masih bisa memperjuangkan podium hingga lap terakhir.

“Saya mengambil risiko besar di lap terakhir karena setelah akhir pekan yang kuat, belum lengkap rasanya jika tak meraih podium. Jadi, saya menekan sekeras mungkin, saya mengambil risiko untuk mengejar Johann Zarco dan Joan Mir,” ucap Bagnaia.

“Ketika saya melihat Joan melebar di tikungan terakhir, saya berusaha keluar tikungan dengan sempurna dan tak mungkin tidak bisa menyalipnya karena motor kami sangat kuat.”

Francesco Bagnaia, Ducati Team memimpin balapan.

Francesco Bagnaia, Ducati Team memimpin balapan.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Jack Miller mengaku puas dengan finis di urutan kesembilan daripada tidak mendapat poin sama sekali. Namun, itu bukan hasil yang diinginkannya karena sekarang sudah menjadi pembalap tim pabrikan Ducati.

“Sekarang kami berada di tim pabrikan, kami tidak ingin berada di posisi kesembilan tapi itu adalah kartu yang dapat kami berikan hari ini,” ujar rider Australia itu.

“Rasanya itu lebih baik daripada tidak mendapatkan poin, sembilan lebih baik daripada nol. Tapi kami harus memahami apa yang terjadi hari ini dan bekerja keras untuk pekan depan.

“Kami memiliki balapan lainnya di sini dalam tujuh hari ke depan, jadi kami harus menganalisa dan berusaha memperbaikinya. Cuaca cukup aneh tapi saya merasa memiliki paket yang bisa memperjuangkan kemenangan, setidaknya di setengah perlombaan.

“Saya cukup tenang, tapi tertinggal tujuh detik dari pemenang, kami harus menemukan tujuh detik yang hilang itu tujuh hari ke depan, sesederhana itu.”

dibagikan
komentar
Rossi Kecewa Tim Gagal Atasi Masalah Ban di MotoGP Qatar

Artikel sebelumnya

Rossi Kecewa Tim Gagal Atasi Masalah Ban di MotoGP Qatar

Artikel berikutnya

Oliveira Ungkap Penyebab Hasil Buruk KTM di Qatar

Oliveira Ungkap Penyebab Hasil Buruk KTM di Qatar
Muat komentar