MotoGP 2017

Maverick Vinales - Review paruh musim MotoGP 2017

Seperti apa perjuangan Maverick Vinales untuk menjadi juara dunia hingga paruh musim MotoGP 2017?

Calon juara dunia di bawah bayang-bayang Valentino Rossi?

Calon juara dunia di bawah bayang-bayang Valentino Rossi?
1/23

Setelah dua tahun menimba ilmu bersama Suzuki, Vinales akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membela tim pabrikan Yamaha sebagai partner dari Valentino Rossi. Dengan motor yang lebih kompetitif, apakah ia akan menjadi juara dunia MotoGP musim ini?

Hujan di tengah gurun

Hujan di tengah gurun
2/23

Kecepatan Vinales di tes pra-musim terbukti bukan hanya sekedar kebetulan. Sesi FP4 dan kualifikasi ronde pembuka di Qatar tidak jadi digelar karena hujan deras yang mengguyur sirkuit Losail. Dengan demikian, posisi grid start untuk balapan mengacu pada hasil kombinasi dari sesi FP1, FP2 dan FP3. Vinales yang mendominasi sejak FP1 mengamankan grid terdepan.

Foto oleh: Toni Börner

Kesan pertama yang sensasional

Kesan pertama yang sensasional
3/23

Mengawali balapan dari pole, Vinales sempat terdampar ke posisi kelima pada awal lomba sebelum akhirnya berhasil bangkit untuk memenangi MotoGP Qatar. Ia mengalahkan Andrea Dovisiozo dan rekan satu timnya, Rossi.

Start keenam di Argentina

Start keenam di Argentina
4/23

Setelah sempat menguasai sesi latihan bebas, Vinales harus puas menjadi yang tercepat keenam pada sesi kualifikasi di Termas de Rio Hondo, lebih lambat 1,706 detik dari Marc Marquez yang merebut pole.

Menang lagi setelah Marquez tersungkur

Menang lagi setelah Marquez tersungkur
5/23

Vinales diuntungkan oleh Marquez yang terjatuh pada awal lomba, ia melesat meninggalkan Rossi dan Cal Crutchlow untuk memenangi MotoGP Argentina, kemenangan keduanya pada musim ini.

Tak mampu membendung Marquez

Tak mampu membendung Marquez
6/23

Vinales belum berhasil merusak rekor Marquez di Austin. Ia mencatat waktu tercepat kedua pada sesi kualifikasi, lebih lambat 0,130 dari Marquez.

Pulang cepat dari Austin

Pulang cepat dari Austin
7/23

Vinales gagal menyelesaikan lomba untuk pertama kalinya di musim ini setelah terjatuh pada Lap 2.

Honda terlalu kencang di Jerez

Honda terlalu kencang di Jerez
8/23

Vinales harus memulai balapan di Jerez dari posisi keempat di belakang tiga pembalap Honda, Dani Pedrosa, Marquez, dan Crutchlow.

Foto oleh: Miquel Liso

Podium terlalu sulit diraih

Podium terlalu sulit diraih
9/23

Vinales tidak mampu berbuat banyak di Jerez, ia hanya mampu menyelesaikan balapan di urutan keenam.

Masuk teritori Yamaha di Le Mans

Masuk teritori Yamaha di Le Mans
10/23

Vinales memulai balapan di Le Mans dari pole position di depan rekan satu timnya, Rossi.

Kemenangan ketiga musim ini

Kemenangan ketiga musim ini
11/23

Setelah Rossi dan Marquez terjatuh, Vinales berhasil menjadi juara di Le Mans.

Kembali ke puncak klasemen

Kembali ke puncak klasemen
12/23

Meninggalkan Le Mans, Vinales kembali memuncakki klasemen dengan raihan 85 poin, unggul di atas Pedrosa (68) yang menempati posisi kedua, Rossi di posisi ketiga (62), dan Marquez di posisi keempat (58 poin).

Pole ketiga musim ini

Pole ketiga musim ini
13/23

Sempat terjatuh saat latihan, Vinales lagi-lagi merebut pole dan start di depan Rossi di Mugello.

Dikalahkan pembalap tuan rumah

Dikalahkan pembalap tuan rumah
14/23

Vinales harus puas finis posisi kedua di Mugello setelah dikalahkan oleh Andrea Dovizioso dengan motor Ducatinya.

Yamaha kehilangan tajinya

Yamaha kehilangan tajinya
15/23

Setelah mendominasi baris depan dalam dua balapan terakhir, Yamaha seolah kehilangan tajinya di Catalunya. Kedua pembalap tim pabrikan harus mengikuti babak Q1 dan Vinales memulai balapan dari posisi kesembilan.

Tercecer di negeri sendiri

Tercecer di negeri sendiri
16/23

Memulai balapan dari posisi kesembilan, Vinales menyelesaikan lomba di urutan ke-10.

Semakin terancam di klasemen

Semakin terancam di klasemen
17/23

Setelah hasil yang mengecewakan di Catalunya, Vinales masih menjaga posisinya di puncak klasemen dengan 111 poin, unggul dari Dovizioso (104) dan Marquez (88).

Bencana di Assen

Bencana di Assen
18/23

Vinales kesulitan di sesi kualifikasi yang berlangsung dalam kondisi basah, ia hanya mampu menempati grid start ke-11.

Kecelakaan 'teraneh'

Kecelakaan 'teraneh'
19/23

Sempat naik ke posisi kelima, Vinales mengalami kecelakaan yang menurutnya 'teraneh' di chicane Geert Timmer pada Lap 11.

Tersingkir untuk kedua kalinya musim ini

Tersingkir untuk kedua kalinya musim ini
20/23

Ini merupakan kecelakaan kedua saat balapan yang dialami Vinales di sepanjang musim ini.

Kembali kesulitan di lintasan basah

Kembali kesulitan di lintasan basah
21/23

Vinales kembali tidak berdaya saat menghadapi lintasan basah, kali ini ia hanya mampu mencatatkan waktu tercepat ke-11 dalam kualifikasi yang berlangsung di Sachsenring.

Foto oleh: Toni Börner

Podium terlalu sulit dijangkau

Podium terlalu sulit dijangkau
22/23

Memulai balapan dari posisi ke-11 di Sachsenring, Vinales finis di urutan keempat setelah bertarung dengan Rossi dan Dovizioso.

Kehilangan puncak klasemen sebelum liburan panas

Kehilangan puncak klasemen sebelum liburan panas
23/23

Vinales gagal mempertahankan posisinya sebagai pemimpin klasemen. Dengan mengumpulkan 124 poin, ia berada di posisi kedua atau tertinggal 5 poin dari pemuncak klasemen, Marquez (129). Di bawahnya, masih ada Dovizioso (123) di posisi ketiga, serta Rossi (119) di posisi keempat.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Maverick Viñales
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Special feature
Topik MotoGP 2017