Membandingkan aero swingarm tim-tim MotoGP

dibagikan
komentar
Membandingkan aero swingarm tim-tim MotoGP
Oleh:
, Featured writer
10 Mei 2019 07.46

Aprilia, Yamaha dan Suzuki memperkenalkan perangkat aerodinamika swingarm pada MotoGP Spanyol pekan lalu. Pakar teknis kami, Jake Boxall-Legge, mencoba untuk membandingkannya.

Slider
Daftar

Ducati

Ducati
1/8

Foto oleh: Miquel Liso

Desain Ducati terdiri dari tiga winglet dengan panjang chord yang tampaknya sama. Fungsinya, menyekop aliran udara ke atas dan ke ruang di belakang fairing bawah motor. Ducati telah berhasil menegaskan argumen, bahwa aliran udara yang lebih dingin dapat dibawa ke permukaan ban dan membantu mengurangi suhu secara keseluruhan. Secara realistis, desain ini juga mampu menghasilkan lebih banyak downforce pada swingarm, yang akhirnya akan meningkatkan traksi saat akselerasi.

Aprilia

Aprilia
2/8

Foto oleh: Miquel Liso

Desain yang juga menampilkan tiga elemen. Tetapi yang pertama menampilkan chord jauh lebih panjang untuk dengan lebih sengaja mengambil aliran udara dari bawah motor dan menekan swingarm turun ke bawah. Dua elemen selanjutnya memiliki chord pendek untuk membatasi pemisahan di area ini.

Yamaha

Yamaha
3/8

Foto oleh: Miquel Liso

Yamaha terlihat jauh lebih mirip trenggiling dibandingkan yang lain – meruncing secara dramatis di bagian ujung. Sepertinya fungsi yang dimaksudkan jauh berbeda, lebih mirip dengan deflektor hujan dalam bentuknya. Ada juga cut-out semi-lingkaran kecil di tepi belakang elemen pertama, mungkin untuk memberikan udara bertekanan rendah lewat di bawahnya sedikit lebih banyak. Desain juga tampaknya kondusif untuk mengembangkan zona bertekanan rendah di bawahnya, memaksa aliran udara di bawahnya menjadi nosel – yang kemudian berdifusi ke area yang lebih besar.

Yamaha

Yamaha
4/8

Foto oleh: Miquel Liso

Interpretasi Yamaha seperti desain setengah jalan, mengambil manfaat dari deflektor tahun lalu tetapi juga menghasilkan lebih banyak downforce pada poros swingarm. Ini tidak sejelas desain lainnya, terutama karena bagian ujung akan membatasi jumlah downforce yang dihasilkan. Akan tetapi, aero ini seharusnya bisa menawarkan lebih banyak opsi dalam kondisi trek basah.

Suzuki

Suzuki
5/8

Foto oleh: Miquel Liso

Kedua elemen yang lebih kecil mengembangkan struktur upwash yang kuat, mendorong aliran apa pun dari bagian bawah fairing bawah ke atas dan memeras lebih banyak downforce – juga melindungi ban dari pengadukan aliran udara menjadi massa turbulensi.

Suzuki

Suzuki
6/8

Foto oleh: Miquel Liso

Suzuki membawa aero swingarm yang lebih rendah dan lebih maju – elemen datar pertama dengan chord panjang. Tidak diragukan lagi, desain ini berarti akan mendapatkan beberapa aerodinamika – menciptakan isapan untuk menarik swingarm lebih dekat ke permukaan trek. Elemen-elemen berikut adalah dari penurunan panjang chord dan celah di antaranya, serta elemen utama menunjukkan tingkat ketidaksesuaian di sini.

Honda

Honda
7/8

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jauh lebih lebih pragmatis ketimbang desain lainnya. Sepotong elemen di depan ban belakang, dan tidak diragukan lagi akan menghasilkan downforce jauh lebih sedikit sebagai hasilnya.

KTM

KTM
8/8

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Interpretasi KTM (foto saat di Austin) hampir merupakan salinan karbon deflektor hujan Yamaha, tanpa slot atau struktur sayap untuk 'menggandakan' sebagai pendingin ban. Akan ada beberapa sifat penghasil downforce tertentu, sementara ban jauh lebih rentan terhadap cipratan air yang muncul dari buritan.

Artikel berikutnya
Salah baca pit board, Espargaro finis di belakang Lorenzo

Artikel sebelumnya

Salah baca pit board, Espargaro finis di belakang Lorenzo

Artikel berikutnya

Pujian dari Rossi-Vinales untuk Quartararo

Pujian dari Rossi-Vinales untuk Quartararo
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru