Menang dominan adalah penebusan Marquez

Masih soal kemenangan Marc Marquez di MotoGP Argentina. Mendominasi balapan rupanya sudah jadi target demi menebus ‘dosa’ atas kontroversi 2018.

Menang dominan adalah penebusan Marquez

Belum hilang dari ingatan bagaimana The Baby Alien muncul sebagai sosok paling disorot musim lalu. Berawal dengan motor yang mogok di grid start, kemudian menyenggol Aleix Espargaro, dan berujung pada insiden Termas. Marquez menyebabkan Valentino Rossi terjatuh.

Walau telah dihukum Race Direction, membuat ia finis ke-18, tetapi kritikan dan komentar tak henti-hentinya menghujani sang juara dunia bertahan. Rasanya sudah tidak terhitung lagi berapa banyak pernyataan pedas mengalir kepadanya.

Menyambangi trek Argentina untuk balapan 2019, Marquez pun dalam ekstra motivasi. Enggan menciptakan kesalahan seperti musim lalu, pembalap Repsol Honda itu langsung tancap gas selepas start. Tampil begitu dominan, ia finis dengan keunggulan hampir 10 detik.

“Ini [sebenarnya] bukan gaya saya sama sekali. Di satu sisi, saya bisa mengatakan [berapa banyak] balapan [saya menang seperti ini],” tukasnya.

“Namun, sejujurnya setelah tahun lalu, saya ingin balapan seperti itu. Saya ingin menunjukkan kecepatan dan ketepatan saya,” imbuh pengguna nomor #93 tersebut.

Baca Juga:

Berkat kemenangan di Termas de Rio Hondo, Marquez mengambil alih puncak klasemen sementara dari tangan Andrea Dovizioso. Pun demikian, ia hanya unggul tipis, yakni empat poin.

Marquez lalu mengatakan, feeling-nya kini sekuat seperti musim lalu, ketika ia sukses menggondol gelar juara MotoGP 2018.

“Saya merasa sama dengan tahun lalu,” ucapnya.

“Tentu saja kami mencetak nol poin (di Argentina tahun lalu), tetapi kecepatan ada di sana. Saya sangat cepat dalam balapan, meski kami melakukan beberapa kesalahan.

“Tapi tahun lalu saya juga merasa kuat. Kita lihat saja nanti. Saya [akan] berusaha tetap tenang karena kejuaraan [masih] sangat panjang,” pungkas Spaniard.

Laporan tambahan oleh Federico Faturos

Marc Marquez, Repsol Honda Team re starting the bike on the grid

Marc Marquez, Repsol Honda Team re starting the bike on the grid
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Thomas Luthi, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Marc Marquez, Repsol Honda Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing crash

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing crash
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing crashes

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing crashes
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, heat haze

Marc Marquez, Repsol Honda Team, heat haze
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Race winner Marc Marquez, Repsol Honda Team celebrates in parc ferme

Race winner Marc Marquez, Repsol Honda Team celebrates in parc ferme
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Podium: race winner Marc Marquez, Repsol Honda Team

Podium: race winner Marc Marquez, Repsol Honda Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Petrucci masih lemah dalam mengelola balapan

Artikel sebelumnya

Petrucci masih lemah dalam mengelola balapan

Artikel berikutnya

Jika lebih cepat, Nakagami yakin mampu bertarung

Jika lebih cepat, Nakagami yakin mampu bertarung
Muat komentar