Menanti duel sengit Marquez Vs Vinales

Duel antara Marquez dan Maverick Vinales boleh jadi yang paling dinanti di Austin akhir pekan lalu. Sayang, harapan itu tak menjadi kenyataan ketika sang pembalap Yamaha terjatuh.

Menanti duel sengit Marquez Vs Vinales

Sejak kemunculan Vinales sebagai pembalap tercepat dalam semua sesi tes pramusim, tak pelak ia digadang-gadang sebagai rival tangguh Marquez pada 2017. Kedua pembalap berusia muda, berkewarnegaraan Spanyol dan kencang. Rivalitas sempurna bagi masa depan MotoGP.

Adalah seri ketiga di Circuit of The Americas (COTA) yang mengisyaratkan, bahwa Marquez dan Vinales bakal berduel sengit memperebutkan kemenangan. Yang satu mengincar rekor kemenangan lima beruntun, sedangkan yang lain berusaha menghentikan.

Empat sesi Free Practice pun menjadi arena unjuk gigi dua pembalap. Vinales tercepat di FP1 dan FP3, sementara Marquez menguasai FP2 dan FP4. Dan seperti telah diketahui, keduanya mendominasi kualifikasi. Marquez dan Vinales hanya terpaut 0,130 detik.

Kemudian dilihat dari catatan waktu, hanya mereka berdua yang mencetak di bawah 2 menit 03 detik. Ya, Marquez dan Vinales begitu kencang kala melibas trek Austin.

Namun, belum juga genap Lap 2, Vinales terjatuh di Tikungan 18. Marquez pun tak terbendung untuk menegaskan statusnya sebagai ‘Raja’ di MotoGP Amerika, sebaliknya sang rival harus menerima kenyataan tidak finis balapan.

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, Marc Marquez, Repsol Honda Team
Marc Marquez membuntuti Maverick Vinales di tes pramusim MotoGP Sepang

Foto oleh: Gold and Goose Photography

Kini, dengan 15 seri tersisa, kapan dan di manakah duel Marquez versus Vinales akan terjadi? Sebelum pernyataan itu terjawab, ada baiknya untuk bertanya kepada salah satu pembalap, apakah ingin bertarung satu sama lain? 

“(Bertarung) dengan Maverick saat balapan, mungkin akan lebih sulit, atau mungkin tidak, karena Valentino (Rossi) lebih cepat dibandingkan dia,” tukas Marquez dalam konferensi pers usai balapan akhir pekan lalu.

“Tapi tentu saja, cepat atau lambat, pertarungan dengan Maverick akan tiba. Dalam balapan pertama saya tidak ada di sana, levelnya sangat jauh. Tapi tentu akan tiba dan Anda akan menikmatinya.”

Setelah mengetahui Vinales terjatuh, Marquez mengaku tidak mengubah strategi. Keputusan untuk mengganti ban depan medium dengan hard membuat ia tidak menekan di awal-awal lap. Lima kali juara dunia ini tak ingin kembali berbuat kesalahan seperti di Argentina.

“Saya tidak mengubah strategi. Mungkin jika Maverick ada di sana, saya akan lebih menekan pada bagian terakhir balapan, karena di pertengahan saya membuka jarak dan saya mencoba mengelola ban,” terangnya.

Lalu, bagaimana respons Vinales menanggapi kemungkinan andai tak terjatuh? Mungkinkah ia juga menduga akan terjadi duel sengit melawan rivalnya tersebut?

“Saya pikir demikian, karena catatan waktu menurun dan tidak terlalu cepat juga. Jika Marc tidak melihat saya kecelakaan, dia akan menekan untuk di bawah 2 menit 04 detik,” ucap pembalap Yamaha itu.

“Dia bahkan cerdas untuk menekan sedikit saja, dan selamat karena dia menjalani akhir pekan yang sangat bagus.” 

Polesitter Marc Marquez, Repsol Honda Team, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Marc Marquez dan Maverick Vinales usai kualifikasi MotoGP Amerika

Foto oleh: Gold and Goose Photography

dibagikan
komentar
Jika kondisi trek memburuk, mustahil balapan di Austin

Artikel sebelumnya

Jika kondisi trek memburuk, mustahil balapan di Austin

Artikel berikutnya

Lorenzo tak punya karakter liar yang dibutuhkan Ducati

Lorenzo tak punya karakter liar yang dibutuhkan Ducati
Muat komentar