MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
73 hari
Selengkapnya:

Meneropong Kekuatan Tim-tim Satelit di MotoGP 2021

MotoGP 2021 akan dimulai kurang dari tiga bulan. Jika menilik dari beberapa kejutan yang terjadi musim lalu, tim-tim satelit masih berpeluang jadi kuda hitam.

dibagikan
komentar
Meneropong Kekuatan Tim-tim Satelit di MotoGP 2021

Franco Morbidelli melambungkan Petronas Yamaha SRT ke peringkat kedua klasemen tim, di saat skuad pabrikan loyo. Pembalap Italia tersebut juga menjadi runner-up padahal menunggangi motor dengan spesifikasi lebih rendah dari rekan setimnya Fabio Quartararo.

Selain Morbidelli, ada empat nama lain yang menghiasi 10 teratas. Mereka adalah Jack Miller (Pramac Racing), Quartararo (Petronas SRT), Miguel Oliveira (KTM Tech3), serta Takaaki Nakagami (LCR Honda).

Musim depan, pertarungan tampaknya kian seru karena beberapa pembalap dengan jam terbang tinggi pindah ke tim satelit.

Musim depan, perhatian terbesar terarah kepada Petronas SRT. Tim Malaysia itu menampung juara dunia MotoGP enam kali, Valentino Rossi, dan menyerahkan Quartararo ke pabrikan.

Tandem murid dan mentor, Morbidelli-Rossi menarik disimak karena mereka tahu kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Hal ini bisa menjadi senjata saat terlibat persaingan di trek sekaligus menjalin harmonisasi.

Selain itu, keduanya dibekali amunisi berbeda. The Doctor akan mendapat motor Yamaha berjenis sama dengan pembalap pabrikan dengan mesin lebih tahan banting, sedangkan rekannya kembali diberi tipe Spek-A.

Turun ke tim satelit membuat semangat Rossi, yang musim lalu ada di peringkat ke-15, untuk menang lebih berkobar. Morbidelli pun tak mau kalah karena ia ingin memperbaiki capaian periode sebelumnya.

Baca Juga:

Pasangan tersebut akan mendapat tantangan berat dari Tech3, yang bernaung di bawah KTM. Motor produksi pabrikan Austria tersebut boleh dibilang paling pesat perkembangannya.

KTM berhasil menjadi pemenang saat balapan baru sampai akhir pekan ketiga. Hal ini sebelumnya tidak pernah terjadi sepanjang sejarah mereka.

Prestasi serupa diulang dua kali oleh Miguel Oliveira bersama Tech3. Akibat keberhasilan tersebut, mereka akan kehilangan hak konsesi sehingga hanya bisa menguji coba sesuai jadwal resmi MotoGP.

Oliveira pun promosi ke skuad pabrikan, gantinya adalah Danilo Petrucci. Eks rider Ducati tersebut akan berada di sisi Iker Lecuona.

Situasi kurang menyenangkan dalam skuad Borgo Panigale, membuat Petrucci ingin merasakan suasana lebih bersahabat. Ia pun mengusung motivasi untuk menang.

Mereka dijamin mendapat jatah dari pabrikan. RC16 sudah diperbaiki sistem pengereman sehingga pembalap lebih meluncur di tikungan. Problem dengan ban belakang Michelin pun sudah diatasi. Para mekanik juga sigap menyetel motor sesuai karakter balap para rider.

LCR Honda kedatangan Alex Marquez yang menggantikan Cal Crutchlow. Adik Marc Marquez tersebut akan berada satu tim dengan Takaaki Nakagami.

Meski belum pernah menang dan hanya meraih peringkat ke-14 di klasemen, pembalap Spanyol itu sudah pernah menjejak podium dua kali dalam debutnya.

Rookie musim 2020 itu optimistis bisa lebih tangguh di tahun keduanya. Apalagi ia didukung para kru kepercayaannya yang pernah bekerja dengannya di Moto2.

Nakagami mampu berbicara dengan RC213V buatan 2019. Dia berharap segera tahu bagian apa yang diperbarui oleh Honda untuk musim depan, sehingga dapat mengatur siasat.

Setelah kalah saing dengan pabrikan lain karena problem dengan ban belakang serta kurang cepat di tikungan, mereka mencoba beragam cara untuk mengatasi problem itu. Kabarnya solusi untuk menyesuaikan performa ban sudah ditemukan.

Luca Marini dan Enea Bastianini, Esponsorama Racing dengan Luigi Dall'Igna, Ducati General Manager, Raul Romero, Esponsorama Racing dan Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati

Luca Marini dan Enea Bastianini, Esponsorama Racing dengan Luigi Dall'Igna, Ducati General Manager, Raul Romero, Esponsorama Racing dan Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati

Foto oleh: Ducati Corse

Ducati memiliki dua tim satelit yang mayoritas diperkuat debutan. Karena semua dapat motor dengan spesifikasi sama, maka yang membedakan adalah kemampuan para pembalap.

Johann Zarco jadi satu-satunya yang punya pengalaman di antara wakil Pramac Racing dan Esponsorama (Avintia) Racing.

Pembalap Prancis tersebut akan berpartner dengan Jorge Martin di Pramac. Sementara Esponsorama  menurunkan rider muda Italia, Luca Marini dan Enea Bastianini.

Beban berat akan dipikul Zarco, sebaliknya manajemen tidak menargetkan apa pun kepada mantan racer KTM Ajo di Moto2. Namun, pembalap muda itu ingin mencapai hasil maksimal demi titel debutan terbaik musim 2021.

Martin yang punya gaya balap agresif, menekankan perlunya mengontrol emosi. “Tahun pertama sangat sulit, tapi saya akan tiba dengan kerja keras. Sayangnya, kami para rookie kehilangan tiga hari tes. Jadi pertandingan pertama rumit, saya harus tenang dan yakin. Target saya ingin jadi rookie 2021,” ucapnya.

Untuk itu, ia harus bersaing dengan Marini dan Bastianini. Dari segi kemampuan balap, juara Moto2 2020 yang paling unggul dibanding dua debutan lain.

Aprilia Racing Team Gresini mengirim Aleix Espargaro dan masih menimbang antara Bradley Smith atau Lorenzo Salvadori sebagai pendamping.

Pembalap senior Spanyol tersebut mencatatkan kinerja kurang mengesankan karena berakhir di peringkat ke-17. Smith bahkan lebih parah karena tak pernah masuk 10 besar. Salvadori yang tampil di tiga balapan penutup hanya finis di urutan ke-18.

Skuad Italia itu akan menggunakan motor RS-GP 2020 dengan mesin dimodifikasi dari VF75 derajat jadi V490 derajat.

Karena statusnya tim konsesi, mereka masih bebas mengembangkan beberapa aspek dan melakukan tes privat. Rencananya akan mengembangkan fairing untuk meningkatkan downforce dan mengurangi wheelie.

Kebiasaan Quartararo yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Artikel sebelumnya

Kebiasaan Quartararo yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Artikel berikutnya

Iannone Belum Lupa Cara Kendarai Motor

Iannone Belum Lupa Cara Kendarai Motor
Muat komentar