Mentalitas Juara Fabio Quartararo Teruji Musim Ini

Semua orang terkesan dengan penampilan perfek Fabio Quartararo belakangan ini. Bahkan, sampai Yamaha pun dibuat kagum oleh performa El Diablo di atas YZR-M1, terutama dalam dua race terakhir.

Mentalitas Juara Fabio Quartararo Teruji Musim Ini

Pada akhir pekan di Sirkuit Sachsenring, Fabio Quartararo meraih kemenangan ketiganya dalam MotoGP 2022. Sekali lagi, rider Monster Energy Yamaha tersebut mendemonstrasikan kualitasnya sebagai juara dunia bertahan dan favorit peraih gelar musim ini.

Podium utama Grand Prix Jerman mengikuti kesuksesan pada balapan sebelumnya, saat El Diablo pun memberikan kinerja superior, menang 6,4 detik atas Jorge Martin, dalam GP Catalunya. Di Sachsenring, rider Prancis finis 4,9 detik di depan Johann Zarco.   

Kini Quartararo benar-benar memegang kendali dalam perburuan gelar. Ia memimpin klasemen dengan 172 poin dalam 10 race. El Diablo unggul 34 angka atas rival beratnya Aleix Espargaro dari Aprilia Racing.

Baca Juga:

Pelatih pembalap tim pabrikan Yamaha Julian Simon, yang mementori Fabio Quartararo dan rekannya, Franco Morbidelli, menilai performa anak asuhnya tahun ini lebih baik dibandingkan musim lalu, ketika sukses menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.

“Quartararo yang sekarang lebih baik daripada tahun lalu karena persaingannya lebih berat. Lihat level Aleix (Espargaro) dengan Aprilia dan juga dari Ducati. Bagi Fabio ini tahun yang sulit karena motornya sama dengan tahun lalu, karena Yamaha tidak membuat perubahan besar,” kata Simon kepada AS.

“Sungguh luar biasa apa yang dia lakukan. Mari kita ingat bahwa dia memulai kejuaraan (MotoGP 2022) dengan buruk, sangat menderita di Qatar, dan kemudian dia melakukan yang terbaik, menunjukkan jika dirinya punya mentalitas seorang juara,” imbuhnya.  

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Simon sudah tahu pembalapnya itu bisa menang di Sachsenring dan menjadi suksesor Marc Marquez, yang selalu meraih podium tertinggi di trek tersebut tanpa kesulitan bersama Repsol Honda sejak 2013.

Sedangkan Marquez terpaksa melewatkan race di wilayah kekuasaannya karena masih menjalani proses rehabilitasi pasca-operasi keempat pada lengan kanannya. Alhasil, singgasananya kini direbut El Diablo.

“Yang lebih mengejutkan adalah aspek performanya dibandingkan dengan kemenangan itu sendiri. Jelas bagi saya dia mampu menang, sebab dia spektakuler dalam hal kecepatan di semua sektor,” kata Simon.

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

 “Satu-satunya kekhawatiran adalah apakah ban belakang akan bisa bertahan, karena dia menggunakan kompon medium saat yang lain semua memakai hard. Namun, dia mampu mengelolanya dengan baik.”

Detail lain yang juga disoroti pelatih balap asal Spanyol itu dari El Diablo adalah sosoknya yang memiliki mental luar biasa dan kemampuan memaksimalkan motornya yang kalah tenaga dari Ducati dan Aprilia.  

“Dia tidak mengubah terlalu banyak hal dan fokus untuk memaksimalkan apa yang dimiliki. Dia juga tak gugup saat menggerakkan motor jika sesuatu tidak berjalan lancar, dia menganalisis semuanya dengan baik. Plus dia punya bakat hebat yang sejalan dengan konsistensi luar biasanya saat ini,” ucap Simon.    

Julian Simon, Yamaha Factory Racing

Julian Simon, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Lahap 40 Lap, Tes MotoGP Toprak Razgatlioglu Berjalan Positif
Artikel sebelumnya

Lahap 40 Lap, Tes MotoGP Toprak Razgatlioglu Berjalan Positif

Artikel berikutnya

Joan Mir: Tantangan Berat Jadi Tandem Marc Marquez

Joan Mir: Tantangan Berat Jadi Tandem Marc Marquez