Menunggu Rekor Top Speed MotoGP Pecah di Losail

Johann Zarco mampu menembus kecepatan tertinggi (top speed) 357,6 km/jam saat tes pramusim MotoGP 2021 di Losail, Qatar, beberapa waktu lalu. Mampukah ia mengulanginya, akhir pekan ini?

Menunggu Rekor Top Speed MotoGP Pecah di Losail

Catatan top speed yang dibuat pembalap baru Tim Pramac Racing itu, dua pekan lalu, menjadi yang tertinggi dalam sejarah MotoGP. Namun, karena dibuat bukan pada akhir pekan lomba, torehan Zarco dengan Ducati Desmosedici GP21 itu dianggap tidak resmi.

Hampir setiap tahun, top speed motor-motor MotoGP selalu semakin tidak masuk akal. Fakta menunjukkan, 10 rekor resmi top speed di MotoGP mampu dibuat hanya dalam lima tahun terakhir.

Uniknya, kesepuluh rekor top speed MotoGP itu dibuat oleh pabrikan yang sama, Ducati, serta dilakukan di trek yang sama pula, Mugello, saat berlangsungnya GP Italia.

Andrea Dovizioso, mantan pembalap tim pabrikan Ducati, menempati posisi teratas dengan 356,7 km/jam di GP Italia 2019. Ia melakukannya di atas Ducati Desmosedici GP19 saat latihan bebas (Free Practice/FP) ketiga.

Dovizioso juga menempati posisi kedua dan ketiga rekor top speed MotoGP yang dibuatnya di GP Italia 2018. Ducati Desmosedici GP18 tunggangannya melesat 356,5 km/jam saat lomba dan 356,4 km/jam di sesi FP2.

Baca Juga:

Danilo Petrucci, yang mulai musim ini membela Tim Tech3 KTM Factory Racing, menempati posisi keempat dengan top speed 355,8 km/jam yang dibuatnya saat lomba GP Italia 2018.

Petrucci sejauh ini menjadi satu-satunya pembalap bukan tim pabrikan – pada 2018 ia membela Tim Pramac Racing – yang mampu masuk dalam rekor top speed MotoGP.

Dovizioso mengukuhkan diri sebagai pembalap tercepat Ducati setelah menggenapi lima besar daftar top speed MotoGP. Ia menembus 355,6 km/jam di FP4 GP Italia 2019.

Michele Pirro, Andrea Iannone, dan Petrucci kemudian silih berganti menembus top speed tertinggi untuk menggenapi 10 besar sekaligus mengukuhkan dominasi Ducati dari sisi jumlah tenaga yang dihasilkan mesin mereka.

Pirro yang menjadi pembalap penguji Ducati, turun dengan wild card di GP Italia 2018. Ia berada di P6 daftar rekor top speed usai menembus 355,2 km/jam di FP2.

Pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (depan), mencatat top speed tertinggi di MotoGP saat turun di GP Italia 2019. Tampak ia tengah berduel dengan Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Austria 2019.

Pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (depan), mencatat top speed tertinggi di MotoGP saat turun di GP Italia 2019. Tampak ia tengah berduel dengan Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Austria 2019.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Petrucci berada di P7 top speed MotoGP dengan 355,0 km/jam yang dibuatnya di FP3 GP Italia 2019. Tiga tahun sebelumnya, Andrea Iannone melesat 354,9 km/jam saat lomba GP Italia 2016 untuk bertengger di P8 daftar top speed.

Pirro menggenapi dua posisi terakhir daftar top speed MotoGP. Ia menembus 354,7 km/jam pada lomba GP Italia 2017 untuk berada di P9 serta 354,7 km/jam pada FP1 GP Italia 2018.

Lantas, apa yang membuat Ducati Desmosedici bisa begitu mudah mencapai top speed dan tertinggi di antara motor-motor pabrikan lain?

Ducati menggunakan mesin 1.000 cc 4-tak berkonfigurasi V4 90° dengan empat katup per silinder. Sebagian besar mesin V4 memiliki poros engkol (crankshaft) yang lebih pendek ketimbang mesin empat silinder segaris (inline-four), sehingga lebih kokoh dan kuat.

Mesin V4 juga lebih minim gesekan karena dijalankan hanya dengan tiga bearing, bukan lima seperti standar minimal mesin inline-four.

Posisi connecting rod berdekatan dan pin engkol (crank pin) yang sama membuat getaran sangat minim sehingga mesin V4 90° memiliki kestabilan nyaris sempurna.   

Pembalap Ducati Team, Jack Miller, tidak hanya difavoritkan memenangi GP Qatar 2021, akhir pekan nanti, tetapi juga dijagoan mampu memecahkan rekor top speed MotoGP di Sirkuit Losail.

Pembalap Ducati Team, Jack Miller, tidak hanya difavoritkan memenangi GP Qatar 2021, akhir pekan nanti, tetapi juga dijagoan mampu memecahkan rekor top speed MotoGP di Sirkuit Losail.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Konfigurasi mesin V4 juga membuat tenaga yang terbuang akibat aliran udara ke mesin dari intake ke saluran buang, juga lebih sedikit. Desain crankcase mesin V4 yang lebih memudahkan aliran udara membuatya kehilangan tenaga sedikit saat memompa udara masuk.

Dengan crankshaft yang lebih kuat, getaran yang lebih minim, dan kestabilan yang lebih baik, para desainer mesin V4 bisa membuat putaran mesin lebih tinggi untuk mendapatkan tenaga lebih besar.       

Khusus Ducati, mereka memakai sistem katup desmodromic yang mampu memaksimalkan gerak katup inlet dan exhaust.

Karena tidak terpengaruh dengan profil camshaft, katup bisa membuka dan menutup lebih cepat untuk mengisap-membuang udara lebih baik sehingga tenaga besar mudah dan cepat diraih.

Jorge Martin, pembalap rookie Tim Pramac Racing, mampu mencatat top speed di atas 350 km/jm saat tes pramusim MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar, dua pekan lalu.

Jorge Martin, pembalap rookie Tim Pramac Racing, mampu mencatat top speed di atas 350 km/jm saat tes pramusim MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar, dua pekan lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tentu saja kinerja mesin masih dipengaruhi bentuk dan bahan sasis (rangka), sistem elektronik, aerodinamika, kontrol traksi, dan sebagainya. Namun, sejauh ini Ducati sepertinya mulai bisa meminimalisasi problem mereka pada Desmosedici GP.

Selama ini, Ducati mampu mencatat top speed tertinggi di trek lurus Mugello sepanjang 1.141 meter. Dari lintasan sepanjang itu, 300 meter dipakai untuk pengereman dari kecepatan sekira 350 km/jam ke 120 km/jam dengan bobot sekira 230 kg (motor, pembalap, dan bahan bakar).

Kini, Ducati Desmosedici GP21 diklaim memiliki tenaga lebih dari 250 daya kuda (dk) dengan kecepatan maksimal lebih dari 350 km/jam (218 mil/jam) dengan berat kosong (tanpa pembalap dan bahan bakar) hanya 157 kg.

Dua atau tiga tahun lalu, motor-motor bertenaga besar di MotoGP seperti Ducati disinyalir mampu berakselerasi dari 0-300 km/jam hanya dalam 9,72 detik dan 0-320 km/jam cuma butuh 10,93 detik.

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Team, saat melibas lintasan Sirkuit Losail, Qatar, dalam tes pramusim MotoGP 2021 beberapa waktu lalu.

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Team, saat melibas lintasan Sirkuit Losail, Qatar, dalam tes pramusim MotoGP 2021 beberapa waktu lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Yang pasti, Ducati sudah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan akselerasi Desmosedici GP. Terbukti, Johann Zarco mampu membuat rekor top speed baru, meskipun tidak resmi, di Sirkuit Losail yang memiliki trek lurus 1.068 meter, lebih pendek daripada Mugello.

Yang mencengangkan, empat dari enam pengguna Ducati di MotoGP 2021, mampu menembus top speed 350 km/jam atau lebih dalam tes di Losail lalu. Rekan setim Zarco di Pramac Racing, Jorge Martin, melesat dengan 354,0 km/jam.

Keduanya diikuti duet tim pabrikan Ducati Lenovo, Jack Miller (351,7 km/jam) dan Francesco Bagnaia (350,6 km/jam). Keempatnya memang memakai motor keluaran terakhir, Ducati Desmosedici GP21.

Top speed memang dipengaruhi banyak faktor, mulai jumlah bahan bakar, sasis, aerodinamika, setelan suspensi, ban, dan lain-lain. Tidak diketahui jumlah bahan bakar para pembalap Ducati saat mencetak top speed fantastis tersebut.

Yang pasti, publik menunggu apakah mereka mampu membuat kejutan dengan rekor top speed tertinggi pada lomba pertama MotoGP 2021, GP Qatar, di Sirkuit Losail pada akhir pekan nanti (26-28 Maret) yang notabene bukan kandang mereka, Mugello.

dibagikan
komentar
Duo Suzuki Makin Paham Kekuatan Satu Sama Lain

Artikel sebelumnya

Duo Suzuki Makin Paham Kekuatan Satu Sama Lain

Artikel berikutnya

Petrucci Belum Tuntas Pelajari KTM

Petrucci Belum Tuntas Pelajari KTM
Muat komentar