Meregalli: Titik Tolak Quartararo, Duel lawan Marquez di COTA

Circuit of the Americas (COTA) 2022 dianggap sebagai titik tolak Fabio Quartararo. Pembalap tersebut konsisten tampil agresif dan diyakini bisa merebut mahkota juara MotoGP kedua.

Meregalli: Titik Tolak Quartararo, Duel lawan Marquez di COTA

Team Director Monster Energy Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli, tanpa ragu mengatakan bahwa Quartararo jadi andalan. Pasalnya, hanya dia yang bisa mengeksplorasi paket YZR-M1 dengan maksimal.

Hal itu yang membuat rider Prancis bertahan di puncak klasemen, walau beberapa kali dikepung pembalap Ducati dan diancam Aleix Espargaro.

Berdasarkan pengamatan Meregalli, duel antara Quartararo dan Marc Marquez di MotoGP Amerika Serikat merupakan momen penting bagi pembalapnya. Juara dunia delapan kali tersebut finis P6, di depan El Diablo.

Potongan adegan itu membuat Quartararo sadar bahwa ia punya potensi besar untuk mempertahankan titel, setelah menghadapi problematika selama empat putaran awal musim.

“Saya kira perubahan Fabio terlihat di COTA, ketika akhir balapan. Meski kami punya perbedaan besar dalam kecepatan tertinggi, dia masih bisa menantang Marc hingga akhir balapan,” ujarnya.

“Fabio punya konsistensi hebat dan mungkin saat ini, hanya dia yang mengeksploitasi kekuatan motor kami hingga maksimal dan dia punya feeling bagus.

“Sejak kami kembali ke Eropa, dia menjadi sangat fokus dan kencang. Itu yang dia lakukan pada tiga balapan terakhir. Bagi saya, itu sulit dipercaya.

“Dia mencapai hasil ini pada sirkuit yang sangat cepat, di mana pada awalnya, kami tak mengharapkannya. Juga di Sachsenring, yang bukan merupakan sirkuit bagus untuk Yamaha.”

Baca Juga:

Lebih lanjut, Meregalli mengungkapkan kekaguman terhadap kedewasaan pembalap modis itu di trek.

“Dia sangat matang, jauh lebih dari tahun lalu karena dia meningkatkan waktu lap kapan pun kami balapan. Dia punya tekad kuat,” tuturnya.

“Juga, ketika saya katakan dia matang, karena dalam situasi sulit seperti Argentina, di COTA, di Qatar, pada akhirnya dia merasa kecewa, tapi tidak dengan cara yang salah.”

Quartararo hanya finis podium sekali, yakni P2 MotoGP Indonesia, dalam empat balapan pertama musim ini. Dalam enam putaran berikutnya, ia hanya sekali keluar dari tiga besar, yang justru terjadi di kampung halamannya, MotoGP Prancis.

Terlepas dari moncernya prestasi Quartararo, Yamaha berada dalam situasi sulit seperti sekarang. Nol poin dari balapan kembali terjadi sejak Misano 1989.

Juara bertahan MotoGP itu jatuh dua kali di Assen, Franco Morbidelli dan Darryn Binder pun mengalami crash. Andrea Dovizioso, pembalap veteran RNF Racing, tak bisa membantu karena hanya finis di P16.

“Awalnya ini sangat sulit karena kami mengharapkan sesuatu dari Jepang, yang tidak bisa kami jalankan. Saya kira kami kehilangan sedikit motivasi, lalu kami memutuskan untuk berhenti memikirkan apa yang tidak bisa kami capai,” Meregalli melanjutkan.

“Kami mencoba memaksimalkan apa yang kami lakukan. Kami ke Qatar dan balapan tidak berjalan sesuai ekspektasi, ditambah lagi kami butuh waktu untuk memahami aerodinamika baru.

“Kemudian, kami pergi ke Indonesia dan kami punya hasil bagus dalam kondisi trek basa, keadaan di mana biasanya kami tidak tampil bagus.”

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi negatif, Yamaha merekrut mantan kepala mesin skuad Ferrari, Luca Marmorini. Ia bertanggung jawab mengembangkan mesin M1. Tentu saja, ada ekspektasi tinggi yang mengiringi kehadirannya.

“Harapan tidak hanya terdapat pada sinergi baru ini, tapi juga untuk cara di Jepang. Mereka mungkin berubah pikiran. Mereka selalu bekerja secara internal, tapi sekarang mereka mulai dengan pemikiran terbuka dan fokus pada pengembangan motor dan hasilnya,” Meregalli menjelaskan.

“Saya harap melihat beberapa hasil dari kolaborasi baru ini, mungkin di akhir musim karena mereka sudah, seperti yang Anda bayangkan, bekerja untuk tahun depan. Namun, saya gembira, saya sangat yakin.”

dibagikan
komentar
Podcast: Persaingan di MotoGP Bakal Tambah Sengit
Artikel sebelumnya

Podcast: Persaingan di MotoGP Bakal Tambah Sengit

Artikel berikutnya

Teori Jonathan Rea tentang Penurunan Penonton MotoGP

Teori Jonathan Rea tentang Penurunan Penonton MotoGP