Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP MotoGP Qatar

Miguel Oliveira Harus Segera Benahi Kualifikasi

Pembalap KTM, Miguel Oliveira, akan memfokuskan peningkatan kecepatan satu lap. Hal ini demi mengamankan posisi start yang lebih baik.

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Sejak tes pramusim, Oliveira cukup berhati-hati dalam penampilannya. Namun di MotoGP Qatar, rekan setim Brad Binder tampil mengejutkan lewat keberhasilan naik podium kedua. Raihan ini jelas kontras jika dibandingkan #88.

Oliveira harus puas menempati grid P14. Nasibnya makin apes karena gagal finis. Saat tengah berupaya keras memperbaiki posisinya, pembalap Portugal itu tersungkur pada Lap 10. Nol poin pun dibawanya pulang.

“Saya merasa baik tentang motor, semuanya berjalan baik sampai saya jatuh. Kecelakaan itu sendiri tidak serius, saya hanya masuk sedikit terlalu keras di tikungan pertama dan sulit untuk menghentikan motor,” ucapnya.

Lebih lanjut, Oliveira percaya bahwa kecelakaan itu hanya konsekuensi dari kesulitan yang dialaminya sejak kualifikasi, dan terutama selama tes pramusim. Dia sepenuhnya menyadari masalah ini saat tak dapat melakukan time attack.

“Jalan ke depan sangat jelas bagi kami. Kami membutuhkan kualifikasi yang lebih baik, kami membutuhkan waktu lap yang lebih baik dan kami perlu memulai balapan lebih jauh ke depan,” tuturnya.

“Dari Mandalika dan seterusnya, tujuan kami adalah bekerja pada kecepatan lap dan start lebih baik di grid, untuk membuat hidup kami lebih mudah. Pada akhirnya, kecelakaan itu datang ketika sata mencoba memulihkan waktu dan posisi yang hilang.”

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: MotoGP

Terlepas dari masalah ritme yang membuatnya tersandung dalam kualifikasi, Oliveira melihat penampilan Binder meyakinkan, bukti bahwa KTM memang mampu bertarung dengan pabrikan lain.

“Tentu saja saya ingin hasil 10 besar, tetapi pada akhirnya Brad menunjukkan apa yang mampu dilakukan oleh motor kami, bahwa kami ada di sini untuk itu. Hasil yang bagus dan yang lain harus berurusan dengan kami,” ujarnya.

“Kami tahu apa yang harus kami lakukan dan saya tahu apa yang harus saya lakukan, jadi itu yang terpenting. Kami harus bergerak cepat sehingga kami bisa berjuang untuk hasil yang lebih baik, sama seperti motornya.”

Baca Juga:

Walau mengganggap kecelakaannya sama sekali tak berbahaya, Alex Marquez menyebutkan ada asap yang keluar dari motor KTM, serta bau aneh yang tidak dapat diidentifikasinya.

“Saya tidak tahu apakah itu oli atau karet yang terbakar, sesuatu seperti itu, tapi dia jatuh di tikungan itu setelahnya, jadi itu agak aneh,” kata pembalap LCR Honda tersebut.

Ketika ditanya apa pendapatnya tentang komentar Marquez, Oliveira mengatakan pihaknya perlu memeriksa RC16 secara detail, apakah memang ada masalah teknis.

“Kami tidak dapat mengonfirmasi apa pun. Semuanya tampak baik-baik saja dengan motornya, kami tidak melihat jejak oli atau cairan yang berasal dari mesin atau di mana pun,” ucapnya.

“Dia juga mengatakan kepada saya di media centre bahwa ada asap yang keluar dari motor saya. Namun, dari sudut pandang saya dan melihat data, tidak ada yang benar-benar dapat mengonfirmasinya.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pit Beirer Ibaratkan Raul Fernandez Berlian yang Belum Diasah
Artikel berikutnya Ducati Diprediksi Kembali Bakal Kesulitan di Mandalika

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia