Miller Gerah Koleganya di MotoGP Tidak Konsekuen

Jack Miller gerah dengan persaingan kurang sehat yang dipertontonkan di MotoGP musim ini. Beberapa pembalap melakukan manuver menghambat lawan tanpa peduli keselamatan bersama.

Miller Gerah Koleganya di MotoGP Tidak Konsekuen

Pembalap Ducati itu mempertanyakan tentang prosedur keselamatan yang diterapkan koleganya. Mestinya ketika mereka mengecam tingkah laku rider Moto3 yang berbahaya, bahkan sudah menelan korban, para pembalap level premier juga merefleksikan terhadap aksinya sendiri.

Pemandangan pembalap melambat gegara mencari slipstream makin biasa. Trik itu diaplikasikan dalam kualifikasi pertama MotoGP Belanda, Sabtu (26/6/2021).

Para rider mengintai satu sama lain dan mencoba melambat. Sayangnya, tipe kecurangan hanya mendapat sanksi penalti grid saja. Sebelumnya, wakil Avintia Esponsorama Racing, Enea Bastiani diminta mundur tiga grid pada MotoGP Jerman.

JackAss mendorong Komisi Keselamatan agar bertindak lebih keras sehingga situasi tersebut tak terulang. Ia pun meminta rival-rivalnya tidak egois dan menghormati orang lain juga.

“Saya sudah jelas tentang ini dalam Komisi Keselamatan. Ada beberapa pembalap yang terus terlibat dalam situasi seperti ini, mencoba mempertahankan mereka sendiri dan mengatakan tidak bahaya karena mereka melihat sekitar dan hal-hal seperti itu,” ujarnya.

“Saya katakan kepada mereka bahwa itu standar ganda. Bagaimana Anda mengecam anak-anak (Moto3) ketika mereka melakukan perbuatan yang sama. Tapi ketika Anda melakukan itu sendiri dan mengatakan, ‘Tidak masalah, saya melihat.’

“Tapi Anda tidak tahu ketika motor lain akan tiba. Anda tidak tahu tentang itu. Dari sudut pandang saya, kami seharusnya tidak perlu sistem penalti. Ini MotoGP, para idiot ini seharusnya bisa melakukan waktu lap sendiri. Mereka seharusnya tidak berhenti, mereka seharusnya menunggu di pinggir trek.”

Satu yang paling membuatnya jengkel adalah Jorge Martin dari Pramac Racing. Debutan MotoGP 2021 itu hampir ditabrak oleh Miller ketika setop di Tikungan 6, salah satu yang tercepat di Assen.

Baca Juga:

“Saya hampir menabrak Martin di FP3 karena dia berhenti di tengah T6, itu bagian terkencang di trek. Tapi mereka tetap melakukan itu dan kemudian memiliki keberanian untuk membela diri,” ucapnya.

“Ketika anak-anak melakukan itu, mereka (pembalap MotoGP) yang pertama sangat kesal. Itu buruk untuk TV, buruk untuk citra dan semua bla..bla…Saya tidak mengerti karena starndar ganda adalah omong kosong.

“Mereka mengatakan hanya ketika Anda membuat kesalahan, kemudian Anda seharusnya dihukum. Tapi itu seperti aturan yellow flag dan mengatakan hanya ketika Anda crash di bawah bendera kuning, Anda akan mendapat masalah. Itu standar ganda, Anda tidak bisa mendapat yang terbaik di dua dunia. Orang-orang siapa yang saya maksud, 100 persen.”

dibagikan
komentar
Quartararo Ungkap Trik Menaklukkan Vinales di Assen

Artikel sebelumnya

Quartararo Ungkap Trik Menaklukkan Vinales di Assen

Artikel berikutnya

Rossi Yakin Vinales Cetak Sukses di Assen

Rossi Yakin Vinales Cetak Sukses di Assen
Muat komentar