Miller Tak Percaya Iannone Positif Doping karena Daging

Rider anyar tim pabrikan Ducati Jack Miller tidak yakin Andrea Iannone terbukti menggunakan zat terlarang hanya karena steak yang disantapnya terkontaminasi drostanolone.

Miller Tak Percaya Iannone Positif Doping karena Daging

Iannone dinyatakan positif doping ketika menjalani tes Agensi Anti Doping Dunia (WADA) yang digelar selama MotoGP Malaysia di Sepang pada 3 November 2019.

Hasil tersebut pun membuat pembalap Tim Aprilia Racing tersebut diskors terhitung mulai 17 Desember 2019. FIM melarang Iannone ikut balapan selama 18 bulan.

Namun situasi justru memburuk bagi sang rider setelah dirinya mencoba mengajukan banding. Pengadilan Arbitrase Olahraga memvonisnya bersalah melanggar regulasi.

Alhasil, Iannone pun dijatuhi sanksi empat tahun karena terbukti menggunakan zat terlarang drostanolone meskipun mengaku pelanggaran itu tidak disengaja.

Baca Juga:

Kendati telah divonis bersalah, Iannone bersikukuh dirinya tidak mengonsumsi drostanolone dengan sadar karena merasa zat itu masuk lewat steak yang disantapnya.

Walau merasa prihatin dengan nasib koleganya, Jack Miller meragukan alibi Iannone bahwa zat terlarang tersebut ditemukan dalam darahnya gara-gara makanan.

"Saya belum melihat protokolnya, tetapi sampai dia (Iannone) dapat hukuman seberat itu, pasti ada banyak hal yang menentangnya," ujar Miller kepada Motorsport.com.

"Saya sangat prihatin dengannya, namun itulah hidup dan aturannya. Sayangnya, kali ini dia berada di tempat yang salah. Kami tahu apa yang boleh dan tidak."

Pembalap Ducati, Jack Miller (tengah), saat berduel dengan Andrea Iannone dari Aprilia Racing (kiri) dalam MotoGP Thailand 2019.

Pembalap Ducati, Jack Miller (tengah), saat berduel dengan Andrea Iannone dari Aprilia Racing (kiri) dalam MotoGP Thailand 2019.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Menurut Miller, sebagai pembalap, mereka harus benar-benar memperhatikan apa saja yang bisa dikonsumsi, terutama menjelang atau ketika tampil dalam race.

"Jika Anda bertanya kepada saya, 'Apakah itu karena dagingnya?', saya jawab tidak," kata Miller soal penyebab zat terlarang masuk dalam tubuh Iannone.

"Kami punya peternakan (di Australia) dan saya bisa jamin bahwa kami tidak memberi mereka (hewan ternak) steroid."

"Namun bila pun kami melakukannya, Anda tidak akan serta-merta positif ketika dites setelah menyantap steak," pembalap 25 tahun itu menjelaskan.

Pembalap Aprilia Racing, Andrea Iannone, dijatuhi sanksi empat tahun akibat terbukti melakukan doping.

Pembalap Aprilia Racing, Andrea Iannone, dijatuhi sanksi empat tahun akibat terbukti melakukan doping.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Miller pun sama sekali tak mengeluhkan cara kerja WADA karena setiap pembalap pasti akan mendapatkan panduan dari mereka terkait doping.

"Kami selalu menerima buku yang mengatakan apa-apa saja yang boleh dan tidak. Saya telah memperbarui daftar WADA setiap dua tahun sejak di MotoGP," tutur Miller.

"Pada 2015, 2017, dan tahun lalu. Jika masuk daftar, Anda harus selalu memberi tahu mereka tiga bulan sebelumnya di mana Anda berada setiap saat."

"Saya menjalani tes setidaknya satu tahun sekali sejak tampil dalam MotoGP. Bahkan terkadang dua kali. Jadi saya hanya mengonsumsi apa yang diperbolehkan."

"Sebab kesalahan kecil bisa menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Mungkin ada kesialan (dalam kasus Iannone), namun itu bukan tanpa sebab," jelas Miller.

dibagikan
komentar
Lorenzo Gagal Penuhi Keinginan Yamaha

Artikel sebelumnya

Lorenzo Gagal Penuhi Keinginan Yamaha

Artikel berikutnya

Morbidelli Pertimbangkan Gunakan M1 Versi Baru

Morbidelli Pertimbangkan Gunakan M1 Versi Baru
Muat komentar