Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Joan Mir Bertekad Raih Gelar dengan Cara Berbeda

Pembalap Suzuki, Joan Mir, mengatakan bahwa dirinya ingin meraih gelar dengan cara berbeda, yaitu meraih lebih banyak kemenangan dan podium.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Mir menjadi juara dunia 2020 ketika MotoGP menjalani musim spesial di tengah pandemi Covid-19, di mana mereka hanya punya 14 balapan yang digelar di sembilan sirkuit berbeda.

Pembalap asal Spanyol itu berhasil keluar sebagai juara dunia berkat konsistensi dan strategi manajemen ban yang baik.

Pasalnya, seluruh balapan di gelar di Eropa, dan setiap tim membutuhkan data yang berbeda, mengingat situasi jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Joan Mir menjadi juara dunia dengan meraih tujuh podium, termasuk satu kemenangan di Grand Prix Eropa, yang membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi juara dunia.

Tahun lalu, Mir gagal mempertahanan gelar setelah Suzuki tertinggal dari pabrikan lain dalam hal pengembangan motor.

Keluarnya Davide Brivio dari manajemen Suzuki juga berdampak pada cara kerja tim secara keseluruhan yang membuat mereka terlihat seperti jalan di tempat.

Pembalap 24 tahun itu mengakui bahwa beban kerja Shinichi Sahara sangat besar, mengingat ia harus berperan sebagai manajer proyek Suzuki sekaligus manajer tim.

“Sudah jelas tim alami sedikit berubah. Sahara harus mengambil alih pekerjaan dan peran Davide selain melanjutkan tugasnya. Itu sangat sulit baginya,” kata Mir seperti dilansir Speedweek.

“Orang lain juga harus melakukan beberapa pekerjaan yang sebenarnya bukan bagian dari pekerjaan mereka.

“Saya percaya seorang manajer tim akan membantu untuk menempatkan segala sesuatu di tempat yang tepat. Kami membutuhkan itu.”

Manajer tim baru menjadi salah satu permintaan Joan Mir, yang menurutnya akan membantu mereka melangkah maju.

“Saya telah menyatakan pendapat saya kepada Suzuki, tapi itu tetap antara saya dan Suzuki. Bagaimanapun, saya percaya mereka,” ujarnya.

Baca Juga:

Kontrak Joan Mir akan berakhir pada penghujung tahun ini, dan kehadiran seorang manajer tim juga akan membantu dalam proses negosiasi.

Mir juga meyakini bahwa dirinya bisa memperjuangkan gelar dengan cara yang lebih elegan jika tim alami kemajuan dengan hadirnya sosok penting untuk memegang peran penting.

“Ini sebuah permainan. Jika Anda berada dalam posisi yang bagus, Anda bisa menunggu dan kemudian memutuskan. Kalau tidak, maka Anda ingin menandatangani kontrak sesegera mungkin,” ucap Mir.

“Setiap pembalap memiliki pendekatan yang berbeda. Jadi Anda harus menunggu dan melihat apa yang terjadi.

“Tapi, saya tidak hanya ingin gelar MotoGP dan saya ingin melakukannya dengan cara yang berbeda. Saya ingin memenangi lebih banyak balapan.

“Mungkin saya memenangi gelar karena kecerdasan dan bukan karena kecepatan yang saya miliki. Saya adalah salah satu yang terbaik, tapi bukan yang tercepat.

“Jadi, saya ingin menang dengan cara yang baik kali ini. Mari kita lihat, semuanya bisa berubah.”

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Casey Stoner Ingin Anaknya Jadi Pegolf ketimbang Pembalap
Artikel berikutnya Sewa Gedung Opera, Rencana Valentino Rossi Bikin Penasaran

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia