Joan Mir Perlu Minimal Dua Kemenangan agar Bisa Juara

Juara bertahan MotoGP Joan Mir merasa butuh dua atau tiga kemenangan untuk bisa kembali menjadi kampiun musim ini.

Joan Mir Perlu Minimal Dua Kemenangan agar Bisa Juara

Joan Mir meraih tiga podium dalam 11 balapan sepanjang MotoGP musim ini. Rider Suzuki Ecstar itu menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara, tertinggal 47 poin dari sang pemuncak, Fabio Quartararo.

Ia finis di urutan keempat dalam Grand Prix (GP) Austria, yang diklaim Mir pada lap terakhir balapan flag-to-flag, di Sirkuit Red Bull Ring pekan lalu. Ia masih harus berjuang jika mau menjaga kans juara.

"Saya pikir kami perlu memenangkan dua atau tiga balapan untuk menjadi juara (dunia)," tutur Joan Mir yang hanya meraih satu podium utama saat keluar sebagai kampiun MotoGP musim lalu.

Baca Juga:

"Sekarang balapan yang lebih baik akan datang bagi kami, di trek yang menguntungkan dan saya percaya pasti ada peluang (menang). Hal terpenting bisa terus berada di atas motor, terutama di hari Minggu (balapan)," ujar Mir.

"Namun kami juga harus terus meningkatkan performa mesin dan tentunya memenangi balapan. Itu kuncinya. Saya kira kami perlu sedikitnya dua kemenangan untuk (meraih) gelar. Mustahil jika tidak seperti itu," ia menambahkan.

Mir mulai menemukan kecepatannya ketika hujan mengguyur Red Bull Ring pada pengujung balapan GP Austria. Meski menilai sang pemenang Brad Binder membuat keputusan tepat, bertahan dengan ban slick, ia tak menyesal masuk pit.

Rider Spanyol itu, yang berada di P5 saat hujan turun makin deras, bersama empat pembalap di depannya: Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Fabio Quartararo dan Jorge Martin masuk pit untuk menukar motor ban basah di lap ke-25.

"Sebenarnya, saya berpikir untuk tetap melanjutkan dengan (ban) slick sebab itu cuma tinggal tiga lap. Saya pikir saya memiliki peluang untuk menang dalam kondisi tersebut. Hanya Binder terus melaju," Mir menuturkan.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Di sisi lain, saya berada di grup depan dan melihat Fabio dan Bagnaia, dua rival saya dalam perburuan gelar, masuk pit. Jadi saya hanya mengikuti mereka. Sebenarnya saya heran karena hanya tiga putaran lagi.

"Hampir saja saya bisa menang jika tidak mengganti motor. Tentu saja saya bisa memilih tidak ke pit jika posisinya berbeda. Binder melakukan hal benar, namun saya harus memperhitungkan kans juara. Jadi saya pikir keputusan saya tepat."

Selain kemenangan, hal lain yang tak kalah penting dibutuhkan Mir adalah Quartararo tidak lagi menang atau finis di depannya pada balapan sisa musim ini. Yang pasti, perjuangan rider 23 tahun itu mempertahankan gelar sama sekali tidak mudah. 

 

dibagikan
komentar
Pembalap MotoGP Beri Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia
Artikel sebelumnya

Pembalap MotoGP Beri Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia

Artikel berikutnya

Valentino Rossi: DTM Opsi, tapi Sulit karena Levelnya Tinggi

Valentino Rossi: DTM Opsi, tapi Sulit karena Levelnya Tinggi
Muat komentar