Mir Tak Ingin Difavoritkan Jadi Juara Dunia

Pembalap Suzuki, Joan Mir, ingin pencinta dan rivalnya di MotoGP tak menyebutnya jadi kandidat kuat juara dunia agar tak memiliki beban.

Mir Tak Ingin Difavoritkan Jadi Juara Dunia

Musim lalu, Mir menghadapi kejuaraan dunia dengan harapan memenangi beberapa balapan dan finis di posisi sebaik mungkin.

Namun, situasi tak menentu yang diakibatkan oleh absennya Marc Marquez dan ban belakang baru Michelin, membuat MotoGP 2020 berjalan tak seperti musim-musim sebelumnya.

Joan Mir yang sempat kesulitan di beberapa balapan awal, mulai menunjukkan eksistensinya di GP Austria saat meraih podium kedua. Setelah itu, ia rutin mengakhiri lomba di tiga besar sehingga sukses meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas premier.

Tetapi, keberhasilan Mir didapatkan berkat tampil konsisten dan menjadi pembalap yang paling baik dalam mengelola ban belakang baru Michelin.

Tahun ini, pria asal Spanyol itu dijagokan oleh banyak pembalap, meski hasil tes pramusim miliknya tak terlalu memuaskan. Namun, mengingat motor yang digunakan sekarang pada dasarnya sama dengan musim lalu, maka Suzuki masih bisa jadi yang terbaik di grid.

Jika melihat dari hasil dan performa selama uji coba, Mir dan Suzuki tak masuk dalam daftar utama favorit juara. Pasalnya, orang-orang meyakini Jack Miller dan Ducati menjadi calon terkuat peraih titel musim ini.

“Saya tidak merasa orang-orang tak menjagokan kami, mereka tahu apa yang kami lakukan tahun lalu. Siapa pun yang mereka favoritkan itu sesuatu yang berbeda,” katanya.

“Jika Anda ingin kembali membuat kesalahan dengan tak menempatkan saya sebagai favorit juara, saya dengan senang hati menerimanya.”

Baca Juga:

Sebagai pembalap muda yang baru dua tahun di MotoGP, memang sulit untuk menjagokan Joan Mir, terlebih melihat performa yang tak begitu menjanjikan di MotoGP 2019.

Tahun ini, banyak perubahan yang terjadi dan seluruh pembalap juga telah meningkatkan kemampuannya, begitu juga dengan setiap tim yang berusaha mengembangkan kinerja motor.

Isu kembalinya Marc Marquez juga membuat orang-orang berpikir bahwa rider berpostur 181 cm tersebut akan kesulitan mengulang kesuksesan seperti tahun lalu.

“Saya akan melakoni kejuaraan tanpa mempedulikan prediksi orang-orang. Secara pribadi, saya melihat diri saya sendiri sebagai salah satu favorit dan ada banyak pembalap lain yang juga bisa meraih titel,” ujar Mir.

Menghadapi balapan pertama di Qatar, pria 23 tahun itu berharap bisa meraih hasil lebih baik. Mengingat pada 2019 lalu, Mir hanya bisa finis di urutan kedelapan karena kesulitan memacu GSX-RR untuk bersaing di barisan depan.

“Setiap kali saya balapan di sini hasilnya cukup baik, dan tes di tahun lalu juga positif, sama dengan musim ini. Mungkin sekarang lebih baik, karena saya sangat menyukai trek ini,” ia mengungkapkan.

“Mungkin ini bukan trek yang ideal bagi Suzuki, tapi bukan yang terburuk. Motor kami memiliki keseimbangan bagus di sini.”

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sirkuit Internasional Losail memiliki daya cengkeram tinggi dan itu membuat setiap pembalap harus bisa memanajemen ban dengan baik. Mir yang terbiasa melakukan itu berharap dapat meraih hasil terbaik.

“Tahun lalu, ketika kami merasa bisa menang, maka kami akan meraihnya. Tidak banyak yang berubah tahun ini, meski motor terlihat berbeda, tapi paket secara keseluruhan sama. Kami ada di posisi bagus, kecepatan kami bagus, tapi kunci di balapan ini adalah manajemen ban,” tuturnya.

“Sebenarnya itu kunci setiap balapan, tapi di sini lebih spesial. Ducati memiliki tenaga besar, tapi menarik untuk melihat apakah pembalap mereka mampu mengendalikannya.

“Sedangkan Yamaha, kami akan melihat apakah mereka akan bertarung dengan Ducati.”

dibagikan
komentar
Bastianini Lihat Peluang di Lomba Kedua Qatar

Artikel sebelumnya

Bastianini Lihat Peluang di Lomba Kedua Qatar

Artikel berikutnya

Dovizioso: Menang dengan Aprilia Akan Terasa 'Wow'

Dovizioso: Menang dengan Aprilia Akan Terasa 'Wow'
Muat komentar