Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Mir Bertekad Tidak Akan Tenggelam Jika Setim dengan Marquez

Joan Mir menjamin tidak akan berada di bawah bayang-bayang Marc Marquez ketika mereka berada dalam satu tim MotoGP.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Keputusan Suzuki angkat kaki dari MotoGP akhir musim nanti, sudah tidak bisa diganggu gugat. Mereka juga tak peduli dengan ancama Dorna Sports terkait pelanggaran kontrak.

Ini artinya Mir mesti mencari pelabuhan baru. Juara dunia MotoGP 2020 tersebut dikabarkan bisa menjadi bagian dari Honda ke depannya.

Apalagi timbul kabar kalau manajer tim Honda, Alberto Puig, sudah memberitahukan kalau jasa Pol Espargaro tidak dibutuhkan lagi musim depan. Sinyal bergabungnya Mir pun kian kuat.

Dikutip dari Speedweek.com, pembalap Spanyol tersebut tidak takut berada dalam satu tim dengan Marquez. Ia akan berusaha keras agar tidak bernasib sama seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo atau Espargaro yang justru tenggelam ketika berbagi garasi dengan sang juara dunia MotoGP enam kali tersebut.

“Apakah saya berani? Ya, tentu saja saya berani,” ucapnya.

“Saya yakin Marc adalah pembalap motor terbaik dalam sejarah. Namun, menjadi rekan setim Marquez tidak akan mengitimidasi saya…Tidak, Marc tak menakuti saya.”

Baca Juga:

Meski jarang naik podium, Mir termasuk konsisten menuntaskan lomba tak jauh dari zona tersebut. Berkat sering finis di enam besar, ia merebut titel pada 2020 dan peringkat ketiga klasemen MotoGP 2021.

Sayangnya, musim ini, pria 24 tahun berada di posisi keenam akibat gagal finis usai dijatuhkan Jack Miller dalam MotoGP Portugal.

Mir tidak marah dan menganggap insiden tersebut biasa terjadi dalam sebuah balapan. Musim ini, ia berharap maksimal hanya dua kali pulang dengan tangan hampa.

“Kami berada dalam olahraga di mana insiden biasa terjadi. Jelas bahwa di Portimao merupakan sebuah tempat di mana Anda harus menyerang,” katanya.

“Itu adalah sebuah balapan di mana Anda dapat mengambil sejumlah poin. Namun, itu tidak selalu terjadi…Kami tidak tertinggal jauh dalam tabel. Namun, kami masih bisa memiliki posisi lebih baik dalam Kejuaraan Dunia. Kami hanya tinggal mencetak poin lebih besar dalam balapan berikutnya.

“Saya harap tidak pernah mendapat nol poin. Tapi, dengan 21 balapan, jelas bahwa kesempatan dijatuhkan dalam salah satu dari lomba ini meningkat. Saya kira dua kali nol bisa didapat.

“Namun, pada musim yang seimbang ini, Anda mungkin bisa mendapat lebih dari dua kali nol (poin).”

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: MotoGP

Pembalap yang berdebut di MotoGP berkat Suzuki tersebut, mengaku tak punya trek favorit yang bisa mengantarnya ke podium. Menurutnya, semua bisa terjadi padanya di sirkuit mana pun dalam kalender MotoGP.

“Anda dapat menyerang kapan pun. Tapi, pada saat sama, bagi seorang pembalap, hanya ada sedikit sirkuit yang cocok untuknya. Sementara sisanya mendatangkan masalah,” Mir menuturkan.

“Bagi saya, Austin merupakan kelemahan. Saya tidak suka sirkuit itu. Dalam hal itu, gaya berkendara Anda tidak bisa mengalir.

“Namun, dalam satu tahun di mana semua bisa terjadi secara brilian, Anda bisa melakukannya di sirkuit mana pun. Itu benar!”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Aleix Espargaro Klaim Level Aprilia Makin Tinggi
Artikel berikutnya Bagnaia Kagumi Kemampuan Pengereman Dua Pembalap Ducati Ini

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia