Morbidelli: Jika di Portimao Bermasalah, Kami Harus Khawatir

Runner-up MotoGP 2020, Franco Morbidelli, mengakhiri dua lomba awal di Qatar dengan hasil buruk. Kini, ia menatap seri Eropa yang akan dimulai di Portimao, Portugal.

Morbidelli: Jika di Portimao Bermasalah, Kami Harus Khawatir

Pembalap tim satelit Petronas Yamaha SRT tersebut mengaku tidak pernah mendapatkan feeling bagus di GP Qatar dan GP Doha, dua balapan awal Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 yang digelar di Sirkuit Internasional Losail dalam dua pekan beruntun.

Padahal, Morbidelli turun dengan Yamaha YZR-M1 Spec A, motor yang dikendarainya musim lalu. Dari dua lomba di Losail terlihat M1 Spec A kalah jauh dibanding dua M1 versi 2021 yang dipakai para pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP.

Pada lomba pertama, GP Qatar, Morbidelli bermasalah dengan komponen penurun bagian belakang M1 yang tidak hanya memengaruhi teknik startnya tetapi juga lomba secara keseluruhan. Ujungnya, Morbidelli tidak mampu merebut poin karena hanya finis P18.

Morbidelli mengawali balapan kedua, GP Doha, dengan menukar mesin di latihan bebas pertama (FP1) setelah sebelumnya mengeluarkan asap putih tebal. Pembalap asal Italia itu pun hanya bisa menuai 4 poin hasil finis P12 GP Doha, Minggu (4/4/2021) malam lalu.

Belakangan terungkap, keluarnya asap putih pada mesin motor Morbidelli disebabkan kerusakan pada sistem pelumas.

Berbagai problem ini jelas membuat Morbidelli khawatir karena ia sama sekali tidak memiliki feeling yang bagus pada motor seperti yang dialaminya di MotoGP 2020 lalu.

Baca Juga:

Menariknya, paket motor Morbidelli dibanding spesifikasi tim pabrikan sejatinya hanya berbeda pada sasis. Tapi, beberapa perubahan kecil juga dilakukan para teknisi Yamaha di Iwata, Jepang.

Fenomena M1 Spec A lainnya adalah tidak adaptif pada perubahan suhu. M1 Spec A mampu cepat pada siang menjelang sore namun keteteran pada malam hari. Morbidelli pun tidak mampu menjelaskan apa yang terjadi pada motornya.

“Saya ingin memberikan penjelasan tetapi memang benar-benar tidak tahu apa yang harus saya katakan karena memang belum ada jawaban atas problem-problem saya di Qatar,” ujar pembalap berdarah Italia dan Brasil tersebut.

“Kami sangat cepat pada kondisi tertentu dan lambat pada situasi lainnya. Pada balapan kedua (GP Doha), kami mampu cepat tetapi tidak mampu konstan. Itu juga karena ban saya habis lebih cepat.”

Franco Morbidelli berharap kondisi motornya bisa membaik di Portimao yang akan mengawali seri MotoGP di Eropa, 18 April nanti. Ditambah, ia mampu naik podium di GP Portugal 2020, yang menambah torehan tiga kemenangannya musim lalu.

“Saya harus berdiskusi dengan tim dan akan memulai balapan di Portimao dari nol. Namun, saya akan bertarung seperti ketika finis P3 di sana tahun lalu. Algarve trek yang sudah kami kenal dan motor sama dengan musim lalu. Seharusnya feeling saya bisa bagus,” ucapnya.

“Namun jika di Portimao kembali bermasalah, kami jelas akan khawatir. Salah satu yang membuat saya termotivasi adalah kami harus merebut hasil yang lebih baik dibanding pencapaian 2020 lalu.”

Kemenangan yang direbut kedua pembalap tim pabrikan Yamaha, Maverick Vinales (GP Qatar) dan Fabio Quartararo (GP Doha) juga memiliki arti lain bagi Franco Morbidelli. Ia menilai hasil tersebut menjadi indikasi positif bagi dirinya.

“Senang melihat Yamaha mampu menyapu bersih kemenangan. Paling tidak saya bisa berusaha mencoba sesuatu yang mereka gunakan karena sudah terbukti berhasil,” ucap Franco Morbidelli.

“Sayangnya, kami memiliki motor yang berbeda. Praktis, saya tidak bisa membandingkan data, misalnya mengapa mereka mampu mengatur level keausan ban lebih baik.”

 

 

dibagikan
komentar
Puig Yakin Honda Bisa Raih Hasil Positif Tanpa Marc Marquez

Artikel sebelumnya

Puig Yakin Honda Bisa Raih Hasil Positif Tanpa Marc Marquez

Artikel berikutnya

Rins Korban Strategi Pramac Racing

Rins Korban Strategi Pramac Racing
Muat komentar