Franco Morbidelli: Yamaha Punya Senjata untuk Dimaksimalkan

Pembalap Yamaha Franco Morbidelli, yang finis keempat pada hari terakhir tes MotoGP Mandalika, memiliki pandangan berbeda dengan rekan setimnya, Fabio Quartararo, terkait progres tim sejauh ini.

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Franco Morbidelli menggarisbawahi bahwa dirinya meyakini lebih penting untuk dapat memaksimalkan kekuatan motor Yamaha, YZR-M1, daripada mengeluh tentang kekurangannya.

Berbicara mengenai visi yang berlawanan biasanya akan dilebih-lebihkan, tetapi Morbidelli tampaknya melihat gelas setengah terisi pada akhir tes kolektif MotoGP di Pertamina Mandalika Circuit.

Kendati setuju dengan Fabio Quartararo terkait apa kekurangan M1, terutama top speed, rider Italia itu lebih suka menekankan jika motor Yamaha punya poin kuat, yang memungkinkannya dan El Diablo finis kelima dan kedua secara kumulatif selama tiga hari tes di Indonesia.

“Kami berada di urutan kedua dan kelima. Kami memiliki senjata dan kami harus menggunakan apa yang kami punya. Kita semua tahu Yamaha tidak mengesankan dalam hal kecepatan, karena mungkin yang paling lambat di trek lurus. Namun kami punya karakteristik lain yang bisa digunakan secara maksimal,” kata Morbidelli.

Baca Juga:

“Tentunya ketika margin ada di tikungan, pembalap harus mengambil risiko lebih banyak pada saat itu. Tetapi inilah yang harus kami coba manfaatkan. Yamaha sedang bekerja dan akan melakukannya di masa depan, untuk memperbaiki situasi tersebut.

“Kami hanya bisa memberikan yang maksimal dan melihat ke mana itu (motor) akan membawa kami. Yang pasti sekarang ini kami berada di urutan kedua dan kelima,” runner-up MotoGP 2020 tersebut menambahkan.

Setelah bekerja lama pada race pace dan feeling dengan M1, pada hari terakhir pengujian, Minggu (13/2/2022), Franky, sapaan Morbidelli, juga mendapat time attack yang meyakinkan. Itu membuatnya finis keempat di hari ketiga dan P5 secara keseluruhan tes MotoGP Mandalika.

“Sayang sekali selama pramusim ini kami tidak punya waktu untuk mencoba banyak time attack, karena kami fokus pada peningkatan motor dan feeling, membuat perubahan kecil dengan Patrick (Primmer, crew chief Morbidelli) untuk memahami apa yang saya inginkan,” kata Franky.

“Dengan pemimpin teknis baru dan dalam hal apa pun dengan motor baru kami harus butuh waktu untuk beradaptasi. M1 2022 sangat mirip dengan versi 2021, tetapi benar-benar berbeda dari 2019, yang saya gunakan selama dua tahun terakhir. 

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: MotoGP

“Saya belum menemukan basis saya dan butuh sebagian besar dari lima hari (tes Sepang dan Mandalika) ini untuk menemukannya, meski pada akhirnya saya puas dengan pekerjaan yang telah kami lakukan. Di hari terakhir kami fokus untuk time attack.

“Hasilnya ternyata cukup baik, bahkan jika kami masih perlu meningkatkan kinerja saya dan pengaturan motor. Tetapi saya percaya pekerjaan yang telah kami lakukan selama tes adalah titik awal yang baik.”

Selain itu, Franco Morbidelli juga mengaku pengalaman bekerja dengan crew chief anyarnya, Patrick Primmer, yang menggantikan Ramon Forcada, tampak sudah berjalan dengan baik sepanjang pengujian.

“Saya bergaul sangat baik dengan Patrick, saya pikir kami sudah melakukan pekerjaan yang baik bersama-sama. Dia luar biasa dari sudut pandang teknis, benar-benar tahu apa yang perlu dilakukan pada motor,” tuturnya.

“Itu (Grand Prix) Qatar akan menjadi balapan pertamanya sebagai pemimpin teknis dan bakal menjadi momen spesial untuknya. Saya percaya dia layak untuk mendapatkannya,” lanjut Franky soal kepala kru barunya.

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: MotoGP

 

dibagikan
komentar

Jack Miller Kecewa Alami Kecelakaan ketika Simulasi Balapan

Francesco Bagnaia Tak Ingin Jadi Favorit Juara