MotoGP pertimbangkan pelarangan celana pendek di grid

dibagikan
komentar
MotoGP pertimbangkan pelarangan celana pendek di grid
Oriol Puigdemont
Oleh: Oriol Puigdemont
9 Mar 2017 11.24

Badan otoritas MotoGP mempertimbangkan aturan dress code (kode berbusana) bagi seluruh anggota tim, yang berarti bahwa setiap orang harus memakai celana panjang di grid start.

Aturan baru tersebut, yang telah didiskusikan dalam pertemuan Komisi Grand Prix, bertujuan untuk memoles kejuaraan dunia balap motor ini.

Tujuan yang lain adalah untuk mencegah agar sorotan televisi tidak menayangkan para mekanik yang memakai celana pendek, ketika MotoGP ditonton oleh jutaan penonton saat akhir pekan.

Beberapa tim, seperti Yamaha, telah mengimplementasikan aturan larangan celana pendek bagi semua mekaniknya pada musim lalu. 

Namun, aturan tersebut mendapat kritikan dari mekanik di tim berbeda. Alasannya, balapan yang digelar di negara seperti Malaysia dapat mencapai suhu 35 derajat Celcius. Belum lagi ditambah faktor akan tingginya tingkat kelembapan di Sirkuit Sepang.

Terlepas dari proposal yang diajukan, musim 2017 akan juga menandai dimulainya era baru anggota tim yang harus memakai helm sejak start hingga finis balapan.

Tujuan dari aturan ini adalah untuk menghindari risiko lebih ketika para pembalap berganti motor. Pada 2016, salah seorang mekanik Alvaro Bautista tertabrak motor sang pembalap saat hendak melakukan pergantian motor di tengah-tengah balapan MotoGP Argentina.

Artikel MotoGP berikutnya
Miller akan uji coba mesin baru Honda di tes Qatar

Artikel sebelumnya

Miller akan uji coba mesin baru Honda di tes Qatar

Next article

8 Hal yang dinanti di tes MotoGP Qatar

8 Hal yang dinanti di tes MotoGP Qatar
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Penulis Oriol Puigdemont
Tipe artikel Breaking news