MotoGP Qatar: Lorenzo berkuasa, Rossi meragukan

dibagikan
komentar
 MotoGP Qatar: Lorenzo berkuasa, Rossi meragukan
Oriol Puigdemont
Oleh: Oriol Puigdemont
25 Mar 2016 09.02

Seri pembuka MotoGP di Qatar menjawab beberapa keraguan dari tes pramusim. Tapi masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Berikut analisis dari Oriol Puigdemont.

Dengan musim dingin yang sangat panjang, seri pembuka Grand Prix Qatar menjadi ledakan dari apa yang kita lihat selama tes pramusim. Beberapa hal dikonfirmasikan di Losail, tapi ada yang tidak sesuai dengan apa yang kita lihat sejauh ini.

Juara dunia datang dari planet ini 

Race winner Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Race winner Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Mirco Lazzari

Jorge Lorenzo tiba di balapan pertama dalam kalender dengan label favorit menempel kuat pada dirinya. Pembalap Spanyol itu mendominasi dua dari tiga tes pramusim di Malaysia dan Qatar, tapi keunggulannya tidak tercermin dari catatan waktu pada Minggu (20/3).

“Sangat sulit untuk mendapatkan gap dua detik hingga akhir balapan,” ungkap Lorenzo kepada Motorsport.com pada Senin (21/3). Balapan di Argentina dalam dua pekan mendatang akan menunjukkan gambar jelas tentang keuntungan yang ia miliki daripada pembalap lain, atau jika ia berada dalam dimensi sama seperti mereka.

Ducati memiliki motor yang tepat 

Andrea Iannone, Ducati Team, Ducati
Andrea Iannone, Ducati Team, Ducati

Foto oleh: Ducati Corse

Pabrikan Italia ini dapat secara mudah mengulangi podium ganda tahun lalu andai (Andrea) Iannone tidak terjatuh. Namun, Dovizioso menunjukkan potensi Desmosedici GP saat balapan. Motor yang tidak hanya super cepat di trek lurus tapi juga mampu menjaga usia ban. Di paddock, banyak orang bertanya-tanya apa yang akan mampu dicapai (Ducati) di tangan Lorenzo atau Marc Marquez. 

Marquez kerja keras

Marc Marquez, Repsol Honda Team
Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Mirco Lazzari

“Kami selamat,” ujar seorang anggota HRC kepada Motorsport.com setelah menyelesaikan balapan yang beberapa pekan sebelumnya tim dilanda ketakutan.

“Kami tidak tahu jika akan ke Q2. Posisi ketiga adalah hasil maksimal yang dapat kami harapkan,” imbuh sumber tersebut, yang menganalisis catatan waktu setiap sektor untuk memeriksa jumlah kehilangan waktu Honda dibandingkan dengan motor Ducati milik Dovizioso, pembalap yang bertarung dengan Marquez sepanjang balapan.

Honda tak terpuruk

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Honda and Dani Pedrosa, Repsol Honda Team, Honda
Marc Marquez, Repsol Honda Team, Honda and Dani Pedrosa, Repsol Honda Team, Honda

Foto oleh: Repsol Media

Sebuah Grand Prix yang hanya beberapa hari lalu tampaknya menjadi bencana untuk pabrikan Jepang, berakhir dengan podium (Marquez) dan posisi kelima (Dani Pedrosa). Hasil yang cukup baik untuk menghentikan keterpurukan Honda.

Dalam kasus apapun, HRC masih belum tahu apakah akhirnya telah menemukan dasar cukup baik untuk mulai memikirkan memenangi balapan, atau tim harus me-reshuffle RC213V lagi di Argentina sebelum bertarung di papan atas.

Rossi memiliki keraguan

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Mirco Lazzari

Begitu turun dari motor, Valentino Rossi mengulangi beberapa kali, apakah ia dapat, atau akan beristirahat sedikit dan kembali ke trek untuk memeriksa hal yang dianggap penting.

Pembalap Italia itu, yang balapan dengan kompon ban belakang keras, ingin mengetahui apakah dengan kompon lunak – yang dipakai Lorenzo – ia akan mampu menemukan 0,3 detik yang diperlukan untuk bertarung dengan Dovizioso dan Marquez. “Jika ini bukan pertanyaan tentang ban, maka kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ungkap Rossi.

Vinales dan realitas yang mentah 

Maverick Vinales, Team Suzuki Ecstar MotoGP
Maverick Vinales, Team Suzuki Ecstar MotoGP

Foto oleh: Suzuki MotoGP

Kejutan paling positif dari pramusim menghantam Maverick Vinales, ketika ia menyadari tidak mampu mengalahkan Pedrosa. Kecepatan yang ditunjukkan dalam kualifikasi – start dari posisi ketiga – tidak berada di sana ketika saat balapan. Sesuatu yang membuktikan bahwa tes pramusim tidak sama dengan balapan, dan bahwa Suzuki masih memiliki banyak pekerjaan di depan.

Tidak perlu dipertanyakan kemajuan yang dicapai Vinales dan pabrikan Jepang itu. Tapi, apa yang terjadi di Losail menunjukkan bahwa level luar biasa dari dari daya saing kejuaraan ini tidak berubah.

Michelin puaskan pembalap

Michelin MotoGP tire test
Michelin MotoGP tire test

Foto oleh: Michelin Sport

Produsen ban asal Prancis itu menunjukkan bahwa mereka memiliki banyak sumber daya menyusul tes pramusim terakhir, di mana setengah pembalap masuk ke mode panik setelah melihat pilihan ban untuk balapan. Kurang dari satu pekan, Michelin menyediakan alternatif untuk memuaskan mayoritas di grid.

Ban tidak hanya bertahan lama, tapi Lorenzo juga dapat menekan ban soft hingga paling akhir dan mencetak fastest lap pada lap terakhir, bukti terbaik akan material yang dipakai saat kualifikasi. Posisi empat teratas menyelesaikan balapan di bawah catatan waktu juara tahun lalu (Rossi), bukti lebih akan tuntutan kondisi yang dihadapi Michelin.

Artikel MotoGP berikutnya
Randy Mamola: Dua sisi Valentino Rossi

Artikel sebelumnya

Randy Mamola: Dua sisi Valentino Rossi

Next article

FP1 MotoGP Argentina: Dovizioso ungguli Marquez

FP1 MotoGP Argentina: Dovizioso ungguli Marquez
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Event GP Qatar
Lokasi Losail International Circuit
Penulis Oriol Puigdemont
Tipe artikel Analisis