MotoGP Rilis Dokumenter tentang Perebutan Titel 2022

MotoGP mengumumkan penayangan dokumenter 'There Can Be Only One', yang akan menunjukkan bagaimana para kandidat juara menjalani musim 2022.

MotoGP Rilis Dokumenter tentang Perebutan Titel 2022

Dokumenter sedang menjadi tren, dan olahraga telah mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian lewat cara ini. Makin banyak film yang menunjukkan secara detail bagaimana olahraga tertentu dijalani dari dalam, dan munculnya berbagai platform streaming membantu mereka menjangkau pemirsa baru.

Contoh terbaiknya adalah Drive to Survive dari Netflix, yang menunjukkan secara detail bagaimana seluruh musim Formula 1 berlangsung.

MotoGP ingin melakukan hal serupa pada 2021, dan memproduksi seri MotoGP Unlimited dengan PrimeVideo, yang gayanya sangat mirip dengan Drive to Survive .

Sekarang, kejuaraan yang dikelola oleh Dorna mengusulkan pendekatan baru, dan telah membuat film dokumenter yang dapat segera dilihat:  There Can Be Only One.

Serial produksi internal itu akan menunjukkan bagaimana para pembalap favorit di grid menjalani perjuangan mereka untuk memperebutkan gelar juara 2022.

Baca Juga:

Dengan demikian, diharapkan dapat mengetahui seperti apa hari-hari di garasi nama-nama seperti Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia , Aleix Espargaro atau Enea Bastianini. Mereka jadi protagonis utama dari salah satu kampanye terketat belakangan ini.

Seperti yang dilansir MotoGP di situs resminya, There Can Be Only One akan memiliki total empat seri. Masing-masing akan membahas seperempat musim, mengikuti urutan kronologis.

Episode pertama akan tersedia mulai 27 Januari mendatang, dan episode terakhir akan tayang perdana pada 7 Februari. Saat ini, itu hanya dapat dilihat di MotoGP VideoPass, platform resmi kejuaraan.

Pada 2022, gelar juara akhirnya jatuh ke tangan Bagnaia, setelah paruh pertamanya tahun ini diwarnai dengan beberapa kesalahan. Pembalap Italia itu tertinggal 91 poin dari Fabio Quartararo, sang penguasa hingga jeda musim panas. Tetapi, keterbatasan Yamaha, bersama dengan performa luar biasa dari motor #63, akhirnya ia membalikkan keadaan.

Aleix Espargaro tetap berada di posisi ketiga sepanjang balapan, tetapi tur Asia tidak menguntungkannya, dan akhirnya dia harus puas dengan posisi keempat secara keseluruhan, memberikan tempat ketiga kepada Enea Bastianini.

dibagikan
komentar

Puig: Marquez Masih Sama, Sekarang Perlu Lihat Potensi Motornya

Motor Gresini Racing untuk MotoGP 2023 Simbol Determinasi