MotoGP Sudah Menjadi F1 Versi Roda Dua

Ducati menjadi pionir peranti aerodinamika di MotoGP. Hal itu kembali terlihat dalam tes pramusim di Qatar, pekan lalu. Namun, sejumlah pabrikan juga mengembangkan peranti tersebut.

MotoGP Sudah Menjadi F1 Versi Roda Dua

Tim pabrikan Ducati Lenovo menurunkan peranti aerodinamika canggih nan unik pada Desmosedici GP21 dalam tes pramusim MotoGP 2021. Pabrikan asal Borgo Panigale, Italia itu memasang beberapa profil pada bagian bawah fairing Ducati GP21.

Profil yang dipasang tepat pada ban belakang itu disebut-sebut mampu membuat Ducati GP21 lebih mudah mendapatkan traksi untuk keluar tikungan, problem yang selama ini mengganggu pabrikan juara dunia MotoGP 2007 tersebut.

Baca Juga:

Faktanya, inovasi aerodinamika pada motor-motor MotoGP berupa sayap-sayap mini (winglets) dan lainnya kerap menjadi bahan diskusi, utamanya terkait estetika. Pabrikan juga khawatir biaya bakal membengkak karena riset aerodinamika tidak murah.

Kendati begitu, legenda MotoGP, Valentino Rossi, tidak keberatan jika kelas tertinggi di Kejuaraan Dunia Balap Motor itu mengikuti jejak Formula 1. Khususnya untuk aerodinamika.

“Justru menarik (melihat peranti aerodinamika di sepeda motor) karena ini MotoGP. MotoGP adalah Formula 1 di sepeda motor,” ucap juara dunia MotoGP tujuh kali (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009) itu.

Detail bagian depan Yamaha YZR-M1 milik Valentino Rossi, pembalap Petronas Yamaha SRT. Selain winglet pada fairing bagian atas, Yamaha juga mencoba sepatbor ban depan ceper yang bolong di bagian atas.

Detail bagian depan Yamaha YZR-M1 milik Valentino Rossi, pembalap Petronas Yamaha SRT. Selain winglet pada fairing bagian atas, Yamaha juga mencoba sepatbor ban depan ceper yang bolong di bagian atas.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Rossi memang pernah beberapa kali menjajal mobil Formula 1. Terakhir pada Desember 2019 lalu, saat ia mencoba sasis milik Tim Mercedes versi 2017 bersama juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) Lewis Hamilton.

“Menurut saya normal saja. Semua (komponen aerodinamika) yang ada di MotoGP hanya sedikit lebih kecil dibanding Formula 1,” ucap Rossi, 42 tahun, yang mulai musim ini memperkuat tim satelit Petronas Yamaha Sepang Racing Team.

“Menyenangkan melihat motor-motor MotoGP yang semakin canggih baik dari sisi aerodinamika dan sistem elektronik.”

Juara dunia kelas 125 cc (kini Moto3) 1997 dan 250 cc (Moto2) 1999 itu menjelaskan jika MotoGP harus tetap menjadi ajang balap motor teratas dan terbaik di dunia yang tidak hanya diisi motor dan pembalap terbaik tetapi juga peranti terbaru.

Aleix Espargaro, pembalap Aprilia Racing Team Gresini, turun dengan sayap depan superbesar pada Aprilia RS-GP di tes pramusim MotoGP 2021 di Qatar lalu.

Aleix Espargaro, pembalap Aprilia Racing Team Gresini, turun dengan sayap depan superbesar pada Aprilia RS-GP di tes pramusim MotoGP 2021 di Qatar lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Level MotoGP ini luar biasa. Menurut saya, dan penggemar juga, pasti fantastis. Hal terpenting adalah lomba tetap menarik dan berlangsung ketat karena itulah kekuatan utama MotoGP,” tutur Valentino Rossi.

Harapan Valentino Rossi akan persaingan yang ketat bakal terjadi kembali di Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 nanti sudah bisa diprediksi dari catatan waktu lap saat tes pramusim di Qatar lalu.

Gap antara Jack Miller (Ducati Lenovo) sebagai pembalap tercepat dengan Valentino Rossi di P11 kurang dari 1 detik (tepatnya 0,810 detik).

dibagikan
komentar
Duo Prancis Berharap Marquez Comeback di Qatar

Artikel sebelumnya

Duo Prancis Berharap Marquez Comeback di Qatar

Artikel berikutnya

Mir dan Brivio Saling Mendoakan agar Sukses Musim Ini

Mir dan Brivio Saling Mendoakan agar Sukses Musim Ini
Muat komentar