MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengaku tidak pernah mampu konsisten di Sirkuit MotorLand Aragon yang akan menjadi tuan rumah MotoGP pada akhir pekan ini.

MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo

Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan datang ke MotoGP Aragon, 10-12 September, nanti sebagai pemimpin klasemen dengan keunggulan hingga 65 poin. Hasil itu tidak lepas dari kemenangan sensasionalnya di Sirkuit Silverstone, Inggris, seri sebelumnya.

Karena itu tidak heran bila pembalap asal Prancis tersebut kembali difavoritkan mampu menang pada akhir pekan ini di Sirkuit MotorLand Aragon.

Kendati begitu, Quartararo mengaku belum memiliki feeling bagus soal sirkuit dengan panjang lintasan 5,077 km dengan 16 tikungan, berarah lomba berlawanan jarum jam tersebut.

“Ini mungkin sirkuit terburuk dalam kalender, bukan untuk Yamaha tetapi bagi saya,” ucap El Diablo – julukan Quartararo – yang sudah memenangi lima Grand Prix dari 12 yang sudah digelar musim ini.

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Konsistensi menjadi masalah utama Quartararo di Aragon yang sudah menggelar MotoGP sejak 2010. Selama ini, waktu lapnya di kualifikasi GP Aragon sangat baik.

Pada 2019, musim pertamanya di MotoGP dan membela Petronas Yamaha SRT, Quartararo mampu start dari grid kedua. Tahun lalu, ia bahkan merebut pole position dan grid keenam MotoGP Teruel yang juga digelar di Aragon.

Namun, Quartararo hanya mampu finis P5 pada 2019 serta P18 di GP Aragon dan P8 GP Teruel pada tahun 2020 lalu.

“Benar, saya tidak pernah benar-benar konsisten di Aragon. Jadi, akan menjadi sesuatu yang spesial jika saya mampu mengubahnya pada akhir pekan ini. Saya ingin mempelajari detail trek ini agar mampu konsisten,” tutur pembalap 22 tahun tersebut.

Direktur Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Massimo Meregalli juga sangat percaya bila Quartararo mampu menjadi salah satu pembalap di kelompok depan pada balapan di Aragon nanti.

Baca Juga:

“Motivasi kami tidak berubah. Kami sangat bagus di Inggris dan itu sangat mengangkat moral kami. Namun, di Aragon kami akan memulai dari nol lagi,” ucap Meregalli.

“Kami tahu trek ini tidak cocok dengan motor kami. Hal yang sama kami alami di Spielberg. Tetapi, saat itu Quartararo cukup kompetitif untuk bertarung memperebutkan posisi podium (finis P3 GP Styria dan P7 GP Austria).”

Catatan Yamaha di MotoGP Aragon memang jauh dari kata bagus. Dalam 11 gelaran MotoGP Aragon sebelumnya (sejak 2010), Yamaha YZR M1 hanya mampu menang dua kali lewat Jorge Lorenzo pada 2014 dan 2015.

Kendati demikian, Yamaha sedikit banyak bisa mengandalkan masukan dari Cal Crutchlow, yang masih akan menggantikan Maverick Vinales – sudah pindah ke Aprilia – di Aragon.

“Crutchlow tahu Aragon dengan sangat baik dan ia selalu kompetitif di sini. Dengan masukan darinya, kami optimistis terkait target untuk akhir pekan ini. Satu yang pasti, kami 100 persen akan berusaha keras bertarung untuk merebut posisi depan,” kata Meregalli.  

 

dibagikan
komentar
MotoGP Aragon, Kesempatan Terakhir Kans Gelar Marc Marquez

Artikel sebelumnya

MotoGP Aragon, Kesempatan Terakhir Kans Gelar Marc Marquez

Artikel berikutnya

Siap Fight, Duo Suzuki Turun dengan Motivasi Berbeda di Aragon

Siap Fight, Duo Suzuki Turun dengan Motivasi Berbeda di Aragon
Muat komentar