Nasib sial Lorenzo berlanjut

dibagikan
komentar
Nasib sial Lorenzo berlanjut
Oleh:
14 Apr 2019 03.35

Kesialan lagi-lagi menimpa Jorge Lorenzo. Berhasil lolos dari Q1, ia malah dihantam masalah rantai motor yang lepas saat Q2 MotoGP Amerika.

Usai menempuh flying lap pada menit-menit awal sesi, Sabtu (13/4), X-Fuera terlihat memarkirkan motornya di pinggir trek dekat garis start/finis Circuit of The Americas (COTA), Austin.

Ia kemudian berlari menuju pit untuk melanjutkan kualifikasi dengan motor kedua. Lorenzo akhirnya menuntaskan Q2 dengan menempati grid ke-11 atau lebih lambat 1,596 detik dari polesitter Marc Marquez.

“Rantainya lepas, jadi saya tidak dapat melanjutkan (di awal). Saya harus meminggirkan motor di pit wall dan saya harus mengambil motor yang lain,” tutur lima kali juara dunia itu.

“Itu juga terjadi pada Marc di Argentina, jadi ini yang kedua kalinya. Jelas itu masalah, itu hal yang mungkin terjadi terlalu sering.

“Tim akan menyelidiki dan memahami apa yang bisa kami lakukan untuk menghindarinya di masa depan.”

 

Aksi berlari Lorenzo menuju pit mengingatkan pada memori Marquez yang juga melakukan hal sama ketika kualifikasi MotoGP Amerika 2015. “Sangat sulit. Lintasan lurusnya sangat panjang, dan saya meninggalkan motor hampir di akhir lintasan lurus. Kami adalah tim pertama di pit lane,” keluhnya.

“Mungkin berlari (sejauh) 300 atau 400 meter, dengan (berat) 10 kg lebih di tubuh Anda, itu tidak mudah. Pastinya saya tidak akan mengalahkan Usain Bolt, saya sangat lambat! Tapi itu yang tercepat yang bisa saya tempuh.”

Selain masalah rantai lepas, Lorenzo juga diterpa set-up motor kedua yang sangat berbeda dari motor utama. Kendati demikian, ia tetap optimistis dengan kemajuannya bersama Honda.

“Saya mungkin bisa mencetak 2 menit 04 detik untuk membawa saya masuk 10 besar. Tapi kami masih jauh dari yang tercepat di trek ini. Saya sendiri senang lolos ke Q2, akhirnya kami masuk dalam margin kecil,” terangnya.

“Di Q2, dengan masalah ini dan kurang konsentrasi, sulit untuk menjadi lebih baik, juga karena motor kedua sangat berbeda. Set-up kami berbeda sehingga sulit untuk mengendarai motor dengan baik dan memperbaiki posisi.

“Bagaimanapun, hal positif karena kami mencoba banyak hal. Dan hal-hal ini akan membuat kami kompetitif di masa depan.”

Laporan tambahan oleh Gustavo Roche

Slider
Daftar

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team runs back to garages
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team bike with thrown chain

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team bike with thrown chain
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team

Jorge Lorenzo, Repsol Honda Team
10/10

Foto oleh: Bob Meyer

Artikel berikutnya
Starting Grid MotoGP Amerika 2019

Artikel sebelumnya

Starting Grid MotoGP Amerika 2019

Artikel berikutnya

Start ke-13, Dovizioso kecewa berat

Start ke-13, Dovizioso kecewa berat
Muat komentar
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru