Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Bradl: Pabrikan Jepang Tak Berani Melakukan Perubahan Besar

Pembalap tes Honda Stefan Bradl, mengurai permasalahan yang membuat pabrikan Jepang itu jalan di tempat sepanjang MotoGP 2022.

Stefan Bradl, Repsol Honda Team

Pengembangan yang terlalu terpaku kepada Marc Marquez, disoroti jadi biang permasalahan RC213V sulit berkembang. Namun, sebenarnya problem yang terjadi saat ini merupakan puncak dari gunung es.

Bradl menyebut pendekatan Honda terlalu konservatif dan tidak berani mencoba terobosan baru yang ekstrem. Padahal, situasi berubah seiring perkembangan zaman dan regulasi MotoGP.

Hal ini berbeda dari pabrikan lain dari Eropa yang total dalam eksperimen.

“Bisa dikatakan saat ini tidak mudah bagi pabrikan Jepang mengembangkan segala sesuatu dengan cepat dan bereaksi sesuai persyaratan terbaru. Bagi mereka, prioritas adalah tak membawa perangkat baru ke trek kalau belum pernah dites sepenuhnya,” ujarnya dikutip dari Spedweek.com.

“Dalam hal ini, pabrikan Jepang mungkin lebih konservatif tidak seheboh Ducati, Aprilia atau KTM. Mereka tak berani melakukan perubahan besar. Sebagai tambahan, Jepang masih lebih ketat dibanding Eropa dalam situasi Covid-19.

Baca Juga:

“Sebagai pembalap tes, saya juga tahu bahwa kami tidak berada di trek saat ini, seperti yang diinginkan. MotoGP adalah urusan kompleks, dengan semua perangkat, elektronik dan aerodinamikan. Dalam hal ini, saya harus menemukan kompromi yang cocok.”

Kendala bahasa membuat komunikasi antara pembalap dan tim mekanik, terutama yang di Jepang sangat terbatas. Pol Espargaro merasakan kekurangan itu sehingga ia bergerak ke sisi berbeda.

Bradl pun membandingkan kedua pembalap utama Repsol Honda.

“Pol sering putar balik. Marck sudah tahu apa yang dia butuhkan, tapi dia tidak bisa memutuskan. Anda punya tanggung jawab sebagai pembalap dan pemimpin. Anda punya 30 insinyur di hadapan dan jika mengatakan kepada mereka ada sesuatu yang salah, maka pengembangan bisa bergerak ke arah yang salah,” ia menuturkan.

“Itu kenapa Anda tidak bisa merefleksikan perasaan pribadi 100 persen. Saya harus katakan bahwa sebuah keunggulan untuk pabrikan Eropa dapat berkomunikasi dengan pembalap dalam bahasa lokal. Teknisi dari Ducati dan Aprilia bisa bicara bahasa Italia kepada para pembalap. Itu keuntungan luar biasa.

“Jadi hanya ada sedikit kesalahpahaman. Komunikasi dengan Jepang tidak mudah. Tidak mudah bagi para pembalap mengungkaplan perasaan pribadi dalam bahasa asing. Semua pembalap Spanyol Ducati dan Aprilia bicara bahasa Italia dengan sempurna.

Marquez sedang absen dalam rangka pemulihan pascaoperasi. Meski begitu, bukan berarti ia buta sepenuhnya tentang pengembangan RC213V. Informasi tersebut juga disuplai dari Stefan Bradl.

“Saya juga kontak dengan Marc setelah tes di Jerez pada Juli lalu. Dia tertarik mengetahui kabar terbaru. Saya terus memberi informasi,” pembalap Jerman itu menambahkan.

“Kami selalu sepakat 100 persen. Pernyataan kami sangat identik. Kami bekerja bersama ke arah sama.”

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Alasan Alex Rins Lebih Memilih Gabung LCR Honda
Artikel berikutnya Francesco Bagnaia Menangi Lenovo Race of Champions Ducati

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia