Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
MotoGP San Marino GP

Pedrosa Akhirnya Paham Berharganya Kemenangan Rossi di Usia 38 Tahun

Dani Pedrosa mengatakan bahwa pertarungannya demi podium Sprint Race MotoGP San Marino telah membuatnya "mengetahui nilai" kemenangan Valentino Rossi di usia 38 tahun.

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Rider Spanyol akan berusia 38 tahun akhir bulan ini. Ia akan tampil untuk kedua kalinya di grand prix musim 2023 sebagai wild card KTM.

Dalam Sprint Race di Misano, Sabtu (9/9/2023), Pedrosa nyaris meraih podium pertama sejak kemenangan terakhirnya di MotoGP Malaysia 2017. Ia finis P4 di belakang andalan Ducati Francesco Bagnaia dan di depan rekan setimnya di KTM, Brad Binder.

Pedrosa pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2018, sementara Rossi melanjutkan balapan hingga pengujung 2021, saat ia berusia 42 tahun.

Masih kompetitif meskipun sudah lama tidak membalap dan usianya sudah tidak muda lagi, Pedrosa mengatakan bahwa dia sekarang memahami betapa mengesankannya kemenangan terakhir Rossi di Assen pada tahun 2017 ketika dia berusia 38 tahun.

"Sekarang saya sudah seusia ini, jika saya berhenti sejenak untuk memikirkan hari ketika Valentino Rossi memenangi balapan terakhirnya di usia 37 tahun, atau Loris Capirossi di usia 38 tahun (red - dia berusia 34 tahun saat menang di Motegi pada 2007). Saat itu, saya yang masih sangat muda, kurang menghargai fakta bahwa mereka bisa menang di usia tersebut," ujar Pedrosa.

Baca Juga:

"Sekarang, saya memiliki tahun-tahun itu, saya kembali membalap di beberapa balapan dan saya bertarung di depan dengan para pemain muda. Saat ini, saya tahu bahwa membalap di level teratas dengan usia yang sudah bertahun-tahun itu lebih sulit daripada saat Anda masih muda. Tidak diragukan lagi.

"Saya tidak bisa berbicara untuk diri saya sendiri, tapi saya ingat apa yang saya alami ketika Valentino atau Loris menang di usia 38 tahun. Saya tidak menganggapnya penting, dan sekarang saya tahu betapa berharganya kemenangan mereka di usia tersebut."

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Binder bertarung dengan Pedrosa pada tahap akhir Sprint Race dan nyaris melewatinya. Pembalap Afrika Selatan ini akhirnya tidak mampu merebut posisi keempat dan mengatakan bahwa Pedrosa "terlihat seperti membalap dalam kondisi 80 persen".

"Katakanlah, melihat data Dani, dia tidak mengerem lebih awal - dia mengerem terlambat," kata Binder. "Di lap terakhir, saya mencoba untuk menyejajarkannya dan ia mengalami guncangan hebat di lintasan lurus. Saya harus menginjak rem agar tidak menabrak bagian belakangnya.

"Jadi, saya kehilangan waktu dan itu benar-benar mengacaukan kesempatan saya untuk mencoba melewatinya. Pria itu, ia terlihat seperti sedang membalap dengan kecepatan 80 persen. Itu sangat mengesankan."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Sprint Race MotoGP San Marino: Martin Menang, Bagnaia Berjuang untuk P3
Artikel berikutnya Puig Akui Honda Butuh Perubahan yang Radikal

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia