Pedrosa tak percaya raih kemenangan di Misano

dibagikan
komentar
Pedrosa tak percaya raih kemenangan di Misano
Charles Bradley
Oleh: Charles Bradley
Diterjemahkan oleh: Scherazade Mulia Saraswati, Editor
11 Sep 2016 13.21

Dani Pedrosa mencetak rekor baru MotoGP di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu (11/9). Ia menjadi pembalap berbeda kedelapan yang memenangi balapan di kelas premier musim 2016.

Pedrosa juga menambah rekor miliknya, yaitu selalu memenangi balapan MotoGP dalam setiap musim sejak debut pada 2006 silam. Tepatnya, tidak pernah gagal melakukannya sejak menjadi juara dunia kelas 250cc.

“Saya tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya dengan banyak perubahan di (barisan) depan,” ujar Pedrosa. “Sekarang kami harus tetap menjaga kaki di tanah dan fokus pada balapan berikutnya. Kami akan mencoba untuk menjaga level performa.”

Delapan juara berbeda dalam delapan balapan

Event Tim Pembalap Kemenangan ke-
Italian GP Yamaha Jorge Lorenzo 43
Catalan GP Yamaha Valentino Rossi 88
Dutch TT Marc VDS Honda Jack Miller 1
German GP Honda Marc Marquez 27
Austrian GP Ducati Andrea Iannone 1
Czech GP LCR Honda Cal Crutchlow 1
British GP Suzuki Maverick Vinales 1
San Marino GP Honda Dani Pedrosa 29

Masa sulit telah berlalu

Kendati berhasil menang dan naik ke peringkat empat dalam klasemen sementara, Pedrosa mengaku menjalani kesulitan besar bersama Repsol Honda musim ini.

“Ada momen di mana Anda melihat segalanya gelap,” tuturnya. “Tapi hari ini luar biasa, ritme (balapan) adalah kuncinya. Saya melahap banyak lap dengan pace (kecepatan) tinggi yang tidak saya percayai. Saya mencoba untuk tidak membuat kesalahan.

“Saya tidak yakin saat start balapan, karena Valentino (Rossi) menjauh. Saya berpikir tentang peluang podium, tapi sedikit demi sedikit saya bisa melihat ketiga pembalap di depan (Marquez, Lorenzo dan Rossi). Saya menyalip dengan baik dan mempertahankan catatan waktu lap.

“Ini adalah perasaan yang sangat hebat setelah begitu lama mengalami masalah. Semua orang – teman, keluarga dan tim – tetap mendukung saya dalam masa sulit ini.”

Kunci kemenangan

Pedrosa menjadi salah satu dari dua pembalap yang balapan dengan memakai ban depan kompon soft (lunak). Dengan kompon ban tersebut, ia mengaku mendapatkan grip (daya cengkeram) ekstra saat menuju ke barisan depan dari posisi start kedelapan.

Ia menyalip Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales pada la-lap awal, sebelum kemudian menaklukkan Marquez, Lorenzo dan Rossi.

“Titik terkuat saya akhir pekan ini adalah ritme; saya sangat kesulitan di kualifikasi dan tidak melahap catatan waktu lap yang baik,” imbuh Pedrosa. “Lap saya kemarin hampir sama seperti catatan waktu lap saat balapan hari ini.

“Saya tidak pernah mencoba ban dalam kondisi panas, hanya pada pagi hari, tapi itu membuat feeling saya lebih baik. Itulah mengapa saya memilihnya (ban depan soft).

“Saat balapan, saya berkonsentrasi pada mengendarai motor. Saya bisa mempertahankan catatan waktu lap, dan itu hal yang penting.”

Artikel MotoGP berikutnya
Rossi kecewa finis kedua, Lorenzo mengaku kurang cepat

Artikel sebelumnya

Rossi kecewa finis kedua, Lorenzo mengaku kurang cepat

Next article

Rossi dan Lorenzo berdebat di konferensi pers

Rossi dan Lorenzo berdebat di konferensi pers
Muat komentar