Peluang Cukup Berat, Mir Yakin Paruh Kedua Lebih Baik

Joan Mir dan Suzuki Ecstar terlihat cukup kesulitan dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP. Hal itu terlihat dari hasil paruh pertama musim ini.

Peluang Cukup Berat, Mir Yakin Paruh Kedua Lebih Baik

Pada pertengahan Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 ini, Joan Mir berada di peringkat keempat dengan 101 poin. Ia terpaut 55 poin dari peringkat pertama yang ditempati Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Sampai balapan kesembilan musim ini, GP Belanda, Mir sudah tiga kali naik podium ketiga dan belum pernah menang. Terakhir, Mir merebut finis podium di Assen, Belanda, seri penutup paruh pertama, 27 Juni lalu.

Jika dibandingkan dengan sembilan balapan saat ini dengan tahun lalu, ketika dirinya merebut gelar, jumlah poin Mir empat lebih sedikit (105 pada 2020). Hal tidak jauh berbeda juga bisa dilihat perolehan poin Mir dari periode balap.

Karena pandemi Covid-19 dan banyaknya balapan dibatalkan, MotoGP 2020 lalu hanya berlangsung dalam 14 lomba.  

Seusai seri ketujuh di Misano II (GP Emilia Romagna), Mir juga berada di P4 klasemen. Tapi gapnya dengan pemimpin klasemen saat itu, Andrea Dovizioso (Ducati Team), hanya empat poin.   

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Paket motor ini mungkin tidak cukup baik untuk memenangi gelar tahun ini,” ucap pembalap asal Spanyol, 23 tahun, tersebut, setelah MotoGP Belanda.

“Saya berharap ada pengembangan pada Suzuki GSX-RR sehingga saya yakin pada paruh kedua akan mampu memberikan hasil lebih baik untuk Suzuki.”

Dengan nada sedikit bercanda, Mir menyebut dirinya tidak mengharapkan perubahan gila-gilaan untuk Suzuki GSX-RR. “Saya tidak mengharapkan motor yang benar-benar baru. Lagi pula, kami tidak butuh perubahan radikal,” kata juara dunia Moto3 2017 itu.

Di antara sederet permintaan Mir kepada Suzuki terkait pengembangan motor adalah ride height adjuster. “Karena peranti tersebut bisa membuat perbedaan besar di setiap sirkuit,” ucap Mir lagi.

Ride height adjuster atau yang juga dikenal dengan sebutan holeshot device adalah alat untuk menurunkan atau menaikkan suspensi motor yang digerakan dengan sistem mekanis (non-elektrik).

Jika dulu ride height adjuster hanya dipakai untuk menaik-turunkan suspensi belakang, kini peranti yang kali pertama diperkenalkan Ducati pada 2019 itu juga berfungsi untuk menurunkan suspensi depan.

Pada awalnya ride height adjuster hanya dipakai saat start untuk mengurangi potensi wheelie (ban depan terangkat). Itu terjadi karena suspensi belakang menjadi lebih rendah. Dalam kondisi aspal normal (kering), wheelie memang bakal mengurangi akselerasi motor.

Kini, ride height adjuster juga sangat berguna saat pembalap keluar tikungan. Tujuannya masih sama, menghindari wheelie agar akselerasi bisa maksimal.

Baca Juga:

Rekan setim Mir, Alex Rins, mengungkapkan bila Suzuki GSX-RR tertinggal 0,3 sampai 0,4 detik per lap daripada motor lain yang menggunakan holeshot device itu. Namun, itu masih tergantung kondisi sirkuit.

Seperti Mir, Rins berharap Suzuki bisa mulai menurunkan peranti tersebut pada balapan kedua di Sirkuit Red Bull Ring, GP Austria, 15 Agustus mendatang. Balapan tersebut digelar sepekan setelah lomba pembuka paruh kedua musim ini yang juga digelar di Red Bull Ring, GP Styria.

“Saya tahu Suzuki juga memiliki keinginan yang sama karena kami memiliki tujuan serupa. Saya melihat Shinichi Sahara (Pimpinan Program MotoGP Suzuki) dan semua teknisi di Jepang juga tahu apa yang harus dilakukan agar kami berkembang,” kata Mir.

Sepanjang jeda paruh musim ini, Joan Mir mengaku fokus berlatih meningkatkan teknik agar gaya balapnya lebih baik. “Mereka sudah berusaha membuat motor bagus. Jadi, penting bagi saya untuk mengimbanginya dengan meningkatkan skill,” katanya.

Optimisme tinggi Joan Mir mampu tampil bagus di paruh kedua juga dilandasi fakta dua balapan pertama yang akan digelar di Austria.

Musim lalu, Mir menuai total 33 poin dari dua balapan di Spielberg (P2 GP Austria dan P4 GP Styria) untuk memangkas defisit 48 angka yang dialaminya sebelum lomba di Austria tersebut, dalam upayanya memburu gelar juara dunia.

 

 

dibagikan
komentar
Tidak Mudah Pindah dari WSBK ke MotoGP

Artikel sebelumnya

Tidak Mudah Pindah dari WSBK ke MotoGP

Artikel berikutnya

Petronas SRT Beberkan Daftar Pembalap Muda Incaran

Petronas SRT Beberkan Daftar Pembalap Muda Incaran
Muat komentar