Punya Pembalap dan Motor Bagus, Dall’Igna Ajak Ducati Bangkit

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menegaskan tekad untuk melangkah maju ke depan usai raihan mengecewakan Francesco Bagnaia di Sachsenring.

Punya Pembalap dan Motor Bagus, Dall’Igna Ajak Ducati Bangkit

Pecco gagal mengonversikan pole position menjadi kemenangan. Padahal, rider bernomor #63 itu memiliki kecepatan kuat dan solid sepanjang akhir pekan Grand Prix Jerman. Tetapi, sang pembalap malah menelan pil pahit.

Did Not Finish (DNF) yang dicetaknya akhir pekan lalu merupakan kali keempat musim ini. Lantaran tak membawa pulang angka penuh pula, Bagnaia sekarang terpaut sangat jauh dari Fabio Quartararo, yakni berjarak 91 poin.

Dall’Igna tidak menampik, bahwa kegagalan finis yang dipetik Bagnaia sulit diterima. Apalagi saat bersamaan, sang rival melenggang mulus, sekaligus memperkokoh posisi pada puncak klasemen sementara MotoGP 2022.

Alih-alih meratapi nasib, Dall’Igna ingin serta mendesak Ducati segera melupakan hasil buruk di Sachsenring untuk kemudian menyongsong sisa kejuaraan dunia yang masih menyisakan 11 perlombaan.

“Sayangnya, bagaimanapun, kekecewaan tertuju atas nol (poin) Pecco, terlebih lagi setelah pole position ke sekian dan menjanjikan yang diperolehnya. Sebaliknya lawan kami mencetak, dengan pantas, kemenangan menentukan dalam kejuaraan dunia,” tuturnya mengutip laman pabrikan Borgo Panigale.

“Sekarang ini penting bagi kami untuk merasa seperti sebuah tim, mengetahui bahwa kami memiliki motor yang hebat dan, di atas segalanya, pembalap yang luar biasa.

“Kami masih harus tumbuh bersama, belajar dari kesalahan kami dan dengan rendah hati mencari solusi yang kami butuhkan untuk mencapai satu-satunya tujuan yang masih belum tercapai. Ayo, Ducati!”

 Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team

Foto oleh: Dorna

Walau pulang dari Sachsenring dengan menyakitkan, Ducati setidaknya tersenyum gembira berkat raihan gemilang Jack Miller yang naik podium ketiga. Kian terasa moncer karena JackAss sempat dijatuhi long lap penalty.

Kehilangan waktu dibayar lunas oleh Miller, yang mana dia sukses menaklukkan Aleix Espargaro serta Maverick Vinales, serta duo sesama penunggang Desmosedici GP, Jorge Martin dan rookie Fabio Di Giannantonio.

“Saya ingin memberikan penghormatan kepada Jack,” kata Dall’Igna.

“Saya ingin menegaskan kembali semua penghargaan kami atas kesetiaan dan komitmen yang selalu dia tunjukkan dengan bakat dan profesionalisme, serta untuk semangat tim yang dengannya dia berkontribusi pada pertumbuhan proyek kami.

“Saya sangat senang bahwa ini bertepatan dengan balapannya yang luar biasa. (Sifat) keras kepala dan uletnya berbuah podium, tanda kecerdasan dan determinasi (yang dimilikinya).”

Baca Juga:

Pujian turut dilontarkan Dall’Igna kepada Johann Zarco. Di tengah inkonsistensi Bagnaia serta Jorge Martin, pria asal Prancis itu justru memperlihatkan peningkatan performa yang cukup signifikan.

Dalam empat balapan terakhir, Zarco selalu mencatatkan finis empat besar. Dia pun berpotensi untuk mengulangi kinerja bagus saat Pramac Racing menyambangi TT Circuit Assen akhir pekan ini.

“Penegasan ulang Zarco yang luar biasa mengatakan banyak tentang soliditas dan kualitas pembalap dan Tim Pramac,” ucap Dall’Igna.

“Sementara saya menganggap posisi kelima (Luca) Marini sebagai langkah yang menarik untuknya, dan pertumbuhan VR46.”

dibagikan
komentar
Agostini: Jika seperti Marquez, Saya Sudah Meninggal Lima Kali
Artikel sebelumnya

Agostini: Jika seperti Marquez, Saya Sudah Meninggal Lima Kali

Artikel berikutnya

Enea Bastianini Klaim Paling Jago Kelola Ban di MotoGP 2022

Enea Bastianini Klaim Paling Jago Kelola Ban di MotoGP 2022