Penantang kuat juara, Dovizioso mulai diperhitungkan

dibagikan
komentar
Penantang kuat juara, Dovizioso mulai diperhitungkan
Oleh: Glenn Freeman
6 Sep 2017 05.44

Andrea Dovizioso meyakini, keberhasilan memenangi empat balapan dan status sebagai penantang kuat gelar juara, telah mengubah persepsi banyak orang.

Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Musim 2017 merupakan tahun ke-10 Dovizioso berkiprah di kelas premier. Sebelum musim ini, ia hanya mengoleksi dua kemenangan dan peringkat ketiga di kejuaraan adalah hasil terbaiknya pada 2011.

Namun, semuanya berubah awal musim lalu. Diawali podium kedua di Qatar, Dovizioso lalu meroket sebagai penantang kuat lewat empat kemenangan, serta mengambil alih puncak klasemen sementara dari Marc Marquez.

“Hidup saya menjadi lebih baik. Orang melihat saya dengan cara berbeda ketika saya mulai menang,” ucap pembalap Ducati itu.

“Banyak perubahan dalam dunia ini. Saya tidak punya opini sama, tapi inilah yang terjadi. Saya sangat senang dengan hasil yang kami raih tahun ini, karena itu berkat kerja keras.

“Tahun pertama dengan Ducati sangat sulit (pada 2013). Saya mengingatnya dengan baik dan itulah kenapa sangat menyenangkan berada dalam situasi ini.

“Dan ini bukan hanya tentang saya. Musim ini, saya telah memperbaiki cara menghadapi balapan akhir pekan, sedangkan kami sedikit meningkatkan motor dari tahun lalu.”

Sementara rekan setim Jorge Lorenzo tak masuk pertarungan gelar juara, Dovizioso menolak gagasan untuk menggunakan team order demi kejuaraan.

“Itu sesuatu yang tidak pernah saya sukai untuk dilihat, terutama pada motor. Saya tidak begitu menyukainya, dan kami tidak memikirkannya saat ini,” tukasnya.

Pembalap Italia itu menambahkan, pergantian ban dari Bridgestone ke Michelin musim lalu ikut mempengaruhi performa Ducati dalam merebut kemenangan.

“Cerita tentang ban menjadi lebih besar tahun lalu. Setiap motor dan setiap pembalap memakai (ban) dengan cara berbeda,” terangnya.

"Saya yakin kami bekerja dengan cara yang sangat baik pada ban setiap akhir pekan. Itulah kunci kejuaraan ini. Terkadang kami bekerja sedikit lebih baik dibandingkan kompetitor.

“Kami punya grip bagus ketika memakai ban baru, dan kami bisa cepat ketika tidak menekan 100% (untuk menghemat ban).

“Kemudian Anda mampu mengelola balapan dengan ban soft, dan Anda bisa menjaga kecepatan tanpa harus terlalu menekan di awal.”

Artikel MotoGP berikutnya
Terkena pisau, Crutchlow alami cedera jari

Artikel sebelumnya

Terkena pisau, Crutchlow alami cedera jari

Next article

Analisis: Tanpa Rossi, Yamaha harus fokus pada Vinales

Analisis: Tanpa Rossi, Yamaha harus fokus pada Vinales
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Penulis Glenn Freeman
Tipe artikel Breaking news