Performa mengesankan Dovizioso di Sepang

Andrea Dovizioso tak pelak menjadi pusat perhatian usai keberhasilan memenangi MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Setelah penantian selama 16 musim lamanya, ia akhirnya berhasil berdiri di podium teratas.

Rasanya mungkin tak ada yang menduga, bahwa Dovizioso akan menjadi pembalap berbeda kesembilan yang memenangi balapan MotoGP 2016.

Meski start dari pole position, ia tak muncul sebagai sosok yang difavoritkan, tapi justru Valentino Rossi dengan rekor enam kemenangan di Sepang.

Faktor lainnya adalah Dovizioso tak pernah menang di Sepang, tepatnya ketika ia melakoni debut di kelas 125cc pada 2001 silam. Prestasi terbaiknya finis kedua, di belakang Rossi pada musim 2010.

Lalu, apa kunci keberhasilan Dovizioso menjuarai MotoGP Malaysia? “Saya menjalani akhir pekan sangat bagus di balapan yang penting ini. Kami bekerja dengan cara yang benar saat kualifikasi. Sempurna,” ucapnya dalam konferensi pers usai balapan.

“Saya tiba di sini, di Malaysia. Trek terbaik untuk saya, tapi saya tidak pernah memenangi balapan di semua kategori.

“Jadi, saya sangat senang untuk mendapatkan hasil ini sekarang, untuk Ducati dan semua orang yang bekerja. Sesuatu yang sangat penting untuk menang bersama Ducati. Sesuatu yang berbeda,” imbuh pembalap Italia itu.

Dovizioso lalu mengungkapkan, balapan berjalan sangat sulit di awal. Selain para rival yang tampil begitu cepat, juga banyak genangan air di trek. Namun, ia mengaku tak menyerah dan mencoba untuk tidak membuat kesalahan. 

“(Andrea) Iannone dan Valentino (Rossi) sangat cepat. Saya tidak menyerah. Saya tidak membuat kesalahan. Dan saya sangat senang, karena itu membawa saya memenangi balapan,” tukasnya.

“Saya juga sangat senang dengan performa motor di kondisi ini (basah), karena saya mampu untuk menjaga kecepatan yang sama dari awal hingga akhir balapan.

“Saya sendiri tidak menyangka bisa membuat jarak (dengan Rossi) dan menang. Tapi ketika di trek lurus, dan saya melihat unggul satu detik, saya berpikir punya peluang. Karena saya mampu untuk menjaga kecepatan dan meningkatkan catatan waktu.

“Tentu, saya harus mengambil risiko. Tapi saya punya motor yang sangat bagus. Traksi di bagian belakang lebih baik dari Valentino. Dan itu memungkinkan saya lebih cepat pada keseluruhan lap,” terangnya.

Kemenangan di Sepang sekaligus mengobati rasa kecewa Dovizioso, yang gagal merebut posisi finis kedua saat balapan di Phillip Island akhir pekan lalu.

“Realitasnya, kemenangan ini lebih penting untuk dunia dan media daripada sata. Setiap pembalap balapan untuk menang, dan mereka ingin menyelesaikan lap,” ujarnya.

“Ketika di Austria, saya merasa kemenangan itu (seharusnya) menjadi milik saya, karena saya tidak membuat kesalahan pada pemilihan kompon ban. Saya juga berpikir mengendarai motor dengan cara sempurna. Ketika saya tidak menang (di Austria), saya pun sangat kecewa.

“Dan untuk meraih kemenangan di akhir musim itu sangat penting,” tandas Dovizioso. 

Kemenangan di Sepang merupakan yang pertama bagi Dovizioso di kelas premier, tepatnya ketika kali terakhir merebut podium teratas di Donington Park pada 2009.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Malaysia
Trek Sepang International Circuit
Pembalap Andrea Dovizioso
Tim Ducati Team
Tipe artikel Breaking news