Permainan menunggu yang berbuah petaka bagi Rossi

dibagikan
komentar
Permainan menunggu yang berbuah petaka bagi Rossi
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
22 Sep 2018 18.50

Hanya mengisi posisi start ke-17, Valentino Rossi menekankan strategi yang dipakainya merupakan satu-satunya opsi untuk menembus Q2.

Memulai kualifikasi dari babak Q1, Rossi menemui dirinya berada di peringkat kelima, terpaut cukup jauh dari slot Q2. Sadar kecepatannya tidak bagus, The Doctor memilih untuk menunggu pembalap lain untuk melakukan slipstream.

Namun, strategi tersebut justru menjadi bumerang bagi Rossi. Tak dapat memperbaiki catatan waktunya, ia hanya mengisi posisi kedelapan di Q1.

“Saat Q1, kami membuat beberapa kekeliruan. Saya menunggu sedikit terlalu lama, dan tidak dapat mencatatkan waktu lainnya,” jelas sembilan kali juara dunia itu.

“Tapi toh, sekalipun saya memperbaiki catatan waktu, saya hanya bisa naik dua atau tiga posisi. Sayangnya, saya tak punya kecepatan untuk menembus Q2.”

Hasil ini menempatkannya start dari baris keenam, tepatnya posisi ke-18 (naik menjadi peringkat ke-17 menyusul penalti yang didapat Franco Morbidelli).  Sama buruknya dengan Assen 2006, kala itu ia sedang dibekap cedera.

“Kenyataannya, saya memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya, karena saya tahu untuk lolos dari Q1, saya perlu melakukan lap di belakang seseorang. Oleh karena itu saya menunggu, sayangnya kami menunggu terlalu lama.”

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Hal ini semakin mempertegas keterpurukan skuat Iwata sepanjang akhir pekan Aragon, bahkan The Doctor mengaku mekaniknya merasa tidak mampu mengubah perutungan mereka di MotorLand.

“Sayangnya, latihan demi latihan kami memiliki perasaan, bahwa apa yang biasanya bisa kami lakukan dalam box sepanjang akhir pekan, set-up motor seperti biasa, tidak dapat menyelesaikan masalah,” keluhnya.

“Feeling dengan motor tetap sulit, begitupun kecepatannya tidak meningkat. Untuk besok, kami akan coba hal lain.

“Kami coba memodifikasi motor dengan cara berbeda, dan melihat apakah kami dapat tampil lebih baik saat balapan. Saya akan coba untuk mendulang poin, saya rasa itu akan jadi target kami untuk besok [balapan].”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Artikel MotoGP berikutnya
Honda masih prioritaskan Pedrosa, Crutchlow jengkel

Artikel sebelumnya

Honda masih prioritaskan Pedrosa, Crutchlow jengkel

Next article

Lorenzo kritik gaya pembalap saat kualifikasi

Lorenzo kritik gaya pembalap saat kualifikasi
Muat komentar