Perpisahan Penting yang Luput dari Perhatian di Akhir MotoGP 2025
Meski tidak mendapat perhatian yang layak pada penutupan MotoGP 2025 di Valencia, Herve Poncharal mengucapkan selamat tinggal sebagai bos Tech3 dan IRTA.
Hiruk pikuk penutupan MotoGP 2025, beberapa pekan lalu di Valencia, membuat beberapa perubahan di grid untuk musim depan tidak mendapat perhatian yang semestinya. Ada beberapa kembalinya pembalap penting, seperti Jorge Martín dan Maverick Vinales, yang absen di beberapa balapan Grand Prix karena cedera. Namun, ada juga perpisahan penting dalam kejuaraan ini.
Yang utama adalah di tim pembalap The Roses, Tech3. Bos tim asal Prancis, Herve Poncharal, menjalani balapan terakhirnya sebagai kepala tim. Salah satu orang paling karismatik dan penting di paddock, juga sebagai kepala IRTA (asosiasi tim independen MotoGP) meninggalkan jabatannya.
Perlu diingat bahwa mulai 2026, tim Tech3 akan berada di bawah kendali grup investasi, konglomerat yang sebagian besar terdiri dari orang Amerika, dengan perusahaan-perusahaan seperti Apex, yang merupakan dana yang mengelola investasi dari sekelompok besar olahragawan terkenal (misalnya, Lando Norris, pemimpin Formula 1 saat ini). Akuisisi tim yang berkantor di Bormes-les-Mimosas (Prancis) ini bernilai kurang dari 20 juta euro (sekira Rp386 miliar), dan para investor ini merupakan pendukung utama dari sosok karismatik lainnya di dunia motorsport.
Kita berbicara tentang Guenther Steiner, mantan bos tim Haas F1, yang telah menjadi sosok terkenal berkat caranya yang unik, seperti yang ditunjukkan dalam film dokumenter Netflix 'Drive to Survive'. Manajer berdarah Italia-Amerika Serikat ini akan menjadi salah satu wajah baru di Tech3, yang akan mempertahankan para pembalapnya di MotoGP 2026 (Vinales dan Enea Bastianini) dan statusnya sebagai tim satelit.
Poncharal, meski akan tetap bersama tim dalam kapasitas sebagai penasihat untuk memandu Steiner di dunia yang baru baginya, akan meninggalkan proyek yang ia dirikan bersama insinyur Guy Coulon, yang juga akan hengkang, dan Bernard Martignac pada 1989, untuk berkompetisi di kelas 250 cc. Pada 2001, mereka naik ke kelas 500 cc, ditemani oleh Yamaha, merek yang telah menjadi bagian dari mereka hingga akhirnya beralih ke KTM untuk kampanye MotoGP 2019. Selain itu, mereka juga pernah bergabung dengan tim-tim di Moto2, Moto3, dan MotoE.
Herve Poncharal, Tech3 KTM Red Bull Racing
Foto oleh: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images
Di Sirkuit Ricardo Tormo, Poncharal, 68 tahun, menjelaskan bagaimana dia menghadapi perubahan yang begitu penting baginya, mengucapkan selamat tinggal pada apa yang selama ini menjadi dunia dan hidupnya.
"Saya tidak ingin mengatakan bahwa perpisahan ini menyedihkan, karena saya telah memikirkan banyak hal tentang keputusan ini," katanya dalam sebuah wawancara dengan 'GPOne'.
"Saya pikir hidup ini seperti sebuah buku. Setiap buku memiliki beberapa bab. Sekarang, saya menutup satu bab dalam hidup saya, tetapi periode yang panjang ini bisa mengisi satu buku. Bersepeda motor telah menjadi bagian hidup saya selama hampir setengah abad.
"Ketika Anda mendedikasikan hati dan seluruh energi Anda untuk sebuah proyek tertentu. Saya tidak hanya berbicara tentang balapan di sirkuit, tetapi juga tentang perusahaan, yang tidak pernah berhenti berkembang, dengan banyak karyawan, sepanjang hidup saya, di jantungnya. Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Saya tidak muda lagi, tapi saya memulai fase baru. Saya memiliki banyak ide dan saya ingin terus menikmati hidup," tegas Poncharal, yang ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri. "Saya tidak sedih. Tidak, sejujurnya, saya tidak sedih sama sekali. Saya telah berjanji kepada Günther Steiner dan Richard Coleman ( yang akan menjadi team principal baru) bahwa saya akan mendukung mereka sebaik mungkin di masa depan, jika mereka menginginkannya.
"Saya tidak akan memaksakan apa pun (terkait nasib tim). Karena saya puas bahwa perusahaan saya akan tetap sukses setelah penjualan ini, akan tetap kompetitif dan 45 atau lebih karyawan saya akan tetap bahagia dan puas. Itu sangat penting," pungkas Poncharal.
Di akhir GP Valencia, Nicholas Goyon, manajer tim Tech3 dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan hal ini tentang perpisahan bosnya. "Seluruh tim ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Herve Poncharal dan Guy Coulon, pendiri Tech3 36 tahun yang lalu pada 1989, yang telah mewariskan hasratnya terhadap dunia balap motor kepada ribuan orang. Saya sangat berharap masa depan tim ini akan secerah masa-masa sebelumnya selama satu dekade terakhir," ucapnya.
Share Or Save This Story
Top Comments
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.