MotoGP 2017

Petrucci hampir bertukar posisi dengan Dovizioso

Danilo Petrucci sempat mempertimbangkan untuk bertukar posisi dengan Andrea Dovizioso. Namun, ia menyadari itu akan membuat citra buruk MotoGP.

Mengendarai Desmosedici GP17, Petrucci memimpin hampir sepanjang balapan, sebelum kemudian disalip Marc Marquez pada lap terakhir. Kendati finis kedua, tapi ia di depan Dovizioso yang bertarung memperebutkan gelar juara.

Sebelum balapan, Petrucci mengatakan akan membantu Dovizioso merengkuh titel, jika ada permintaan yang datang kepadanya. Lalu, kenapa ia tidak melakukannya saat balapan?

“Saya harus jujur, saya sempat memikirkannya. Saya berharap Andrea dekat,” ucap pembalap Pramac Racing itu.

“Menurut saya, Andrea bisa bertarung untuk kejuaraan tanpa bantuan saya kali ini. Mungkin saya akan lebih senang lebih penting bagi dia dalam balapan berikutnya.”

Tepat di saat Marquez menyalip Petrucci, Dovizioso memilih untuk mengamankan posisi ketiga, yang mana pembalap Ducati ini finis lebih dari 11 detik.

Petrucci sebenarnya berharap dapat membalas Marquez dengan menyalipnya kembali. Akan tetapi, melambat begitu banyak dan membiarkan Dovizioso lewat akan memberikan citra buruk.

“Saya memikirkannya. Tapi saya mencoba sampai sektor ketiga pada lintasan untuk menyalip Marc,” tuturnya.

“Saya melihat dia mengambil banyak risiko. Saya berkata,’Oke, mungkin dia melebar di beberapa tikungan, dan saya akan mencoba menyalip’. Tapi dia tidak membuat kesalahan.

“Menurut saya, untuk memberikan posisi pada lap terakhir akan membuat citra buruk bagi kejuaraan. Kami semua bertarung untuk sesuatu di sini.

“Saya katakan sampai Kamis akhir pekan ini, bahwa saya ingin membantu Dovi untuk kejuaraan. Tapi jika saya membiarkan dia lewat di tikungan terakhir, saya tidak tahu apakah itu citra baik bagi kejuaraan. Saya tidak tahu.”

Sementara itu, Dovizioso tak merasa ada masalah dengan Petrucci yang finis di depannya, walau hasil balapan membuat ia kehilangan status pemuncak klasemen.

“Dia telah membuat keputusan tepat. Dia menjalani balapan luar biasa dan bagus rasanya melihat dia finis kedua, serta naik podium,” tukas Dovizioso.

Tak ada penyesalan

Petrucci kemudian mengungkapkan, beberapa kali mencoba menjauh dari kejaran Marquez. Akan tetapi, terlalu menekan ban di awal-awal balapan membuyarkan upayanya.

“Saya berharap sangat kuat, bahwa mungkin dia menonton kejuaraan, dia tidak menyerang saya, dan berkali-kali saya mencoba menekan,” papar Petrucci.

“Saya menonton balapan pada layar lebar dan pit board. Saya selalu maksimum unggul 0,6 atau 0,7 detik. Bahkan jika saya menjauh, dia mampu memangkas jarak.”

Kendati kecewa gagal menang di Misano, Petrucci tak menyesal atas pendekatan yang dilakukan saat balapan. Ia pun merasa Marquez pantas jadi pemenang.

“Saya berpikir untuk membiarkan Marquez dan membuat ritme. Tapi saat warm-up, dia lebih kuat. Saya takut kehilangan dia, jadi saya mencoba bertahan di depan sepanjang balapan,” ujarnya.

“Dia melakukan lap terakhir yang luar biasa. Saya sedikit sedih dengan finis kedua ini. Tapi saya tidak menyesal, karena saya berusaha sepanjang balapan. Dan dia juga luar biasa pada lap terakhir. Dia pantas mendapatkan kemenangan hari ini [Minggu].”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP San Marino
Trek Misano World Circuit Marco Simoncelli
Pembalap Andrea Dovizioso , Danilo Petrucci
Tim Pramac Racing , Ducati Team
Tipe artikel Reactions
Topik MotoGP 2017