Petrucci tolak opsi Ducati pada 2020

dibagikan
komentar
Petrucci tolak opsi Ducati pada 2020
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
21 Jun 2018 16.56

Disodori tawaran kontrak berdurasi dua tahun, namun Danilo Petrucci hanya memilih semusim saat menerima pinangan sebagai pembalap pabrikan Ducati.

Petrucci telah resmi digaet untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang hijrah ke Honda pada 2019. Pembalap berjuluk Petrux itu pun mengungkapkan, bahwa ia terikat kontrak satu tahun.

“Mereka mengajukan satu tahun plus satu. Tapi saya hanya menginginkan satu (tahun), karena berbagai alasan,” bebernya.

“Pertama-tama, karena dengan ini saya tidak akan rugi. Jika saya tampil bagus tahun depan, saya dapat menegosiasikan kembali kontrak yang lebih baik.”

Baca Juga:

Petrucci, mengendarai motor satelit Pramac Racing sejak 2015, berharap dapat terus menjadi pembalap pabrikan Ducati selama tahun-tahun yang akan datang.

“Saya pikir fase studi saya belum selesai, karena tahun depan pada titik ini di musim saya akan menemukan diri dalam situasi yang sama, meskipun saya berharap untuk tetap di Ducati selama bertahun-tahun,” tuturnya.

“Mungkin aku membayar sedikit karena tidak berada di atas untuk waktu yang lama, dan baru saja tiba baru-baru ini.”

Akhir pekan lalu, Petrucci harus puas finis kedelapan. Sempat menempati posisi keempat, tetapi ia dihantam masalah ban depan yang menjadi terlalu panas.

Kendati demikian, Petrucci mengklaim peringkat kelima dalam klasemen sementara – pembalap Ducati terbaik dibandingkan Lorenzo, bangkit di Mugello dan Catalunya, serta Andrea Dovizioso.

“(Itu) cukup aneh, kami memeriksa data, dan selama tiga lap bagian depan saya terkunci di Tikungan 10,” kenangnya.

“Saya berpikir pertama kali, ‘Ya, itu bisa terjadi', kedua kali, ‘Oke, ada masalah dengan bagian depan’. Saya hampir menabrak Dani (Pedrosa), dan ketiga kalinya saya bilang, 'Oke pasti ada oli di lintasan’, karena cukup aneh.

“(Itu) menakutkan karena tidak terjadi satu kali, tapi tiga kali berturut-turut, dan sekarang kami memiliki tekanan dan sensor suhu pada ban, kami belum pernah melihat (suhu) 95 derajat pada ban depan. Terlalu tinggi.

“(Pada Sabtu) Michelin mengatakan 85 derajat terlalu banyak, hari ini (balapan) 95 derajat. Yang pasti saya tidak bisa berhenti.

“Posisi kedelapan cukup oke – sudah pasti saya tidak bisa senangm tapi saya mencetak beberapa poin, saya berada di peringkat kelima dalam kejuaraan.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont dan Lena Buffa

Slider
List

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
4/10

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Danilo Petrucci, Pramac Racing

Danilo Petrucci, Pramac Racing
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Grid MotoGP 2019 bakal menyusut

Artikel sebelumnya

Grid MotoGP 2019 bakal menyusut

Next article

Selisih 49 poin, Dovizioso: Apa pun bisa terjadi

Selisih 49 poin, Dovizioso: Apa pun bisa terjadi

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Danilo Petrucci
Tim Pramac Racing , Ducati Team Shop Now
Penulis Valentin Khorounzhiy
Tipe artikel Breaking news