Pindah ke Aprilia, Maverick Vinales Tidak Kehilangan Poin MotoGP

Maverick Vinales dipastikan akan tetap mengoleksi poin yang diperolehnya dalam klasemen kejuaraan, termasuk yang diraupnya semasa memperkuat Yamaha MotoGP sejak awal 2021.

Pindah ke Aprilia, Maverick Vinales Tidak Kehilangan Poin MotoGP

Perpisahan antara Top Gun dengan pabrikan garpu tala yang terjadi di pertengahan tahun sebenarnya bukan hal asing, meski tak dipungkiri situasi semacam itu terbilang kurang lazim.

Banyak pernyataan yang kemudian muncul, terutama soal poin Vinales di kejuaraan saat ini. Hingga seri Grand Prix Inggris, Vinales sudah meraup 95 poin, dengan hasil terbaik satu kemenangan di putaran pembuka Qatar.

Apakah pindah ke Aprilia bakal menghapus perolehan poinnya? Jawabannya, tentu saja tidak. Vinales tetap berhak mengantongi 95 angka yang dimilikinya itu. Dan hal ini sesuai pernyataan Race Director, Mike Webb.

“Sesuai regulasi, poin yang diperoleh Maverick Vinales (95 poin) sejauh ini tetap menjadi bagian dari total pribadinya, begitu juga dengan Yamaha dan Monster Energy Yamaha MotoGP,” ucapnya kepada MotoGP.com.

“Poin yang diperolehnya mulai sekarang terus dihitung terhadap totalnya, tetapi akan diberikan kepada Aprilia dan Aprilia Racing Team Gresini.”

Itu berarti, jika Vinales mencetak poinpada balapan hingga akhir musim ini, maka angka yang dicatatkannya akan masuk ke total pribadinya.

Hal ini berdasarkan Pasal 1.28.2 dari Regulasi FIM Kejuaraan Dunia Grand Prix, yang menyatakan: “Untuk para pembalap, poin akan diperoleh di setiap balapan.”

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team Gresini

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team Gresini

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Namun, poin yang nantinya dibukukan Vinales itu tak lagi masuk ke  Yamaha dan Monster Energy Yamaha MotoGP, melainkan kini untuk Aprilia dan Aprilia Racing Team Gresini.

Pasal 1.28.3 dari Regulasi FIM Kejuaraan Dunia Grand Prix berbunyi: “Untuk Konstruktor, hanya motor dengan posisi tertinggi dari Konstruktor yang akan mendapatkan poin, sesuai dengan posisi dalam balapan.”

Hal ini serupa ketika Johann Zarco berpisah dari KTM di pertengahan MotoGP 2019 lalu. Ketika kembali berlomba sebagai pengganti Takaaki Nakagami di LCR Honda, poin yang dicetaknya masuk ke total pribadi Zarco di klasemen pembalap.

Dari tiga seri yang diikutinya, Zarco finis ke-13 di Phillip Island. Tambahan 3 poin itu tetap dihitung untuk poin sang pembalap.  Juga, 3 poin ini masuk ke LCR Honda dalam klasemen tim

Pasal 1.28.4. nomor 3 menyatakan: “Tim di setiap kelas akan bersaing untuk mendapatkan Kejuaraan atau Trofi. Untuk tim dengan lebih dari satu pembalap, di setiap balapan, poin yang dicetak oleh pembalap dengan posisi terbaik dan pembalap dengan posisi terburuk dalam tim, termasuk pembalap cadangan dan pengganti, akan diperhitungkan dalam Kejuaraan Tim.

“Dalam hal Tim masuk dalam suatu event dengan lebih dari dua pembalap, tetapi memulai balapan dengan satu/dua pembalap, hanya pembalap dengan posisi terbaik yang akan mencetak poin yang dihitung untuk Kejuaraan Tim.

“Pembalap wildcard tidak mencetak poin untuk Kejuaraan Tim.”

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Fabio Quartararo Ragu Bisa Raih Podium di Aragon

Artikel sebelumnya

Fabio Quartararo Ragu Bisa Raih Podium di Aragon

Artikel berikutnya

Hasil Warm Up MotoGP Aragon: Bagnaia Tercepat, Ungguli Nakagami dan Mir

Hasil Warm Up MotoGP Aragon: Bagnaia Tercepat, Ungguli Nakagami dan Mir
Muat komentar