Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Podcast: Mandalika Harus Mampu Gelar MotoGP

Tes pramusim MotoGP 2022 sudah digelar di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah evaluasi pun dilakukan terkait kesiapan trek untuk menggelar balapan MotoGP sesungguhnya.

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP

Sejumlah pembalap mengeluhkan kondisi lintasan Pertamina Mandalika Circuit pada hari pertama dari tiga hari tes pada 11-13 Februari lalu. Paling disorot adalah kotornya trek akibat debu yang tersapu air hujan. Belakangan diketahui kotoran itu datang dari sejumlah proyek yang masih dalam pengerjaan.

Namun, komentar miring sejumlah pembalap tidak lagi terdengar seiring membaiknya kondisi lintasan Mandalika. Pol Espargaro (Repsol Honda) akhirnya menjadi yang tercepat setelah dari tiga hari tes mampu mencatat waktu lap terbaik dengan 1 menit 31,060 detik.

Menanggapi keluhan sejumlah pembalap soal kondisi lintasan, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria selaku penanggung jawab sirkuit sekaligus promotor lokal MotoGP menegaskan bila pekerjaan rumah (PR) utama pihaknya menjaga agar lintasan tetap bersih untuk Grand Prix nanti.

Sesuai jadwal, Pertamina Mandalika Circuit akan menjadi putaran kedua Kejuaraan Dunia MotoGP 2022 pada 18-20 Maret mendatang.

Tanggapan dan langkah yang diambil MGPA tersebut bukan tanpa alasan. Dorna Sports lewat Chief Sporting Officer Carlos Ezpeleta serta Loris Capirossi selaku Safety Advisor menyebut lintasan kotor di sirkuit baru adalah hal lumrah.

Belakangan, MGPA dan Dorna Sports sepakat untuk mengaspal ulang area sebelum Tikungan 17 sampai setelah Tikungan 5. Trek lurus serta Tikungan 1 yang banyak dikeluhkan pembalap MotoGP karena aspal yang kurang ideal, juga akan di-resurface.

Pembenahan Sirkuit Mandalika ini akan dilakukan bersama-sama oleh Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), PT PP (Persero) dengan pengawasan dari FIM dan Dorna Sports.

Baca Juga:

Perbaikan trek ini juga dilakukan untuk mengejar homologasi Sirkuit Mandalika yang selama ini baru memegang standar FIM Grade B, yang masih layak untuk menggelar World Superbike (WSBK) seperti pertengahan November 2021 lalu.

Untuk bisa menggelar Kejuaraan Dunia MotoGP, Sirkuit Mandalika harus memegang FIM Grade A. Itulah mengapa upaya keras dilakukan pihak-pihak terkait agar MotoGP yang terakhir digelar di Indonesia pada 1997 bisa benar-benar kembali pada tahun ini.

Bicara persaingan, jelas masih terlalu dini untuk menebak siapa yang akan menguasai jalannya lomba di Mandalika pada akhir Maret nanti.

Karena terganggu kondisi trek pada hari pertama, sejumlah pembalap mengaku belum maksimal betul tes di sirkuit dengan panjang 4,301 km tersebut. Bukan tidak mungkin pula sejumlah tim dan pembalap menyembunyikan kekuatan asli mereka.

Melihat karakter Sirkuit Mandalika yang cepat dan flowing serta tidak membutuhkan motor bertenaga besar, plus melihat hasil tes selama tiga hari, rasanya para pembalap Honda, Yamaha, dan Suzuki, lebih berpeluang besar untuk finis podium.

Kira-kira seperti apa hasil tes serta sejauh mana kesiapan Mandalika menggelar balap MotoGP dan siapa saja pembalap yang memiliki kesempatan lebih besar menang pada lomba nanti?

Simak pembahasannya dalam podcast Motorsport.com Indonesia, yang bisa diakses melalui player di bawah ini atau lewat Spotify dan Apple Podcast.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya BMW 330e M Sport Jadi Safety Car di MotoGP Indonesia 2022
Artikel berikutnya Alat Berat Tiba Sabtu, Pengaspalan Sirkuit Mandalika Segera Dimulai

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia