Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Podcast: MotoGP 2022 Menggila dan Sulit Ditebak

MotoGP 2022 memang baru menyelesaikan empat balapan, tetapi sudah banyak hal yang terjadi. Dari drama di luar trek hingga persaingan gelar yang makin menarik dan kompetitif.

Enea Bastianini, Gresini Racing MotoGP

Salah satu yang paling jelas terlihat adalah persaingan di MotoGP 2022 sejauh ini cukup merata. Tak ada pembalap yang terlalu dominan. Ini dibuktikan dari tabel klasemen sementara.

Rider Gresini Racing-Ducati Enea Bastianini, di luar dugaan, mampu memimpin dengan raihan 61 poin. La Bestia telah mengemas dua kemenangan, namun ia juga mengalami kesulitan di balapan tertentu.

Keunggulannya pun hanya lima poin atas Alex Rins (Suzuki). Selain Bastianini, pembalap yang juga telah meraih podium utama adalah Miguel Oliveira (KTM) dan Aleix Espargaro (Aprilia).

Di sisi lain, para rider yang sebelum musim bergulir diunggulkan macam Fabio Quartararo (Yamaha), Francesco Bagnaia (Ducati) atau Marc Marquez (Honda) justru kesulitan.

Seperti kita tahu Quartararo telah mengeluhkan minimnya pengembangan Yamaha terhadap M1. Hal ini terbukti membuat juara dunia bertahan MotoGP itu benar-benar kewalahan mengimbangi para rival.

Baca Juga:

Kemudian, Bagnaia tampak masih belum mampu memaksimalkan potensi Desmosedici GP22. Musimnya berjalan lambat. Runner-up MotoGP 2021 tersebut belum podium.

Sementara itu, Marquez kembali berurusan dengan masalah fisik menyusul insiden fatal ketika warm up GP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Itu membuatnya mengalami gegar otak dan diplopia-nya kambuh.

Alhasil, Marquez melewatkan dua race. Kini ia telah pulih dan membuktikan kapasitas sebagai pemilik enam gelar kelas premier di GP Amerika, saat ia sempat tertinggal di belakang, tetapi mampu finis P6.

Musim ini MotoGP juga diwarnai masalah keterlambatan kargo yang membuat jadwal GP Argentina harus dipangkas jadi dua hari. Sebelumnya, balapan GP Indonesia sempat tertunda akibat cuaca buruk.  

Untungnya, race weekend tetap bisa terlaksana dengan baik dan menyuguhkan balapan menarik di trek dengan hasil yang tidak terduga sejauh ini. Dari Qatar, Indonesia, Argentina, hingga Amerika.

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Selanjutnya, MotoGP akan menuju ke Eropa, dibuka dengan GP Portugal pada 22-24 April 2022. Bagi para pembalap, yang belum maksimal di empat race sebelumnya, ini adalah momen untuk bangkit.

Quartararo tentu ingin mengulang kesuksesannya musim 2021 ketika memenangi GP Portugal. Begitu pun dengan Bagnaia, yang juga berhasil menyabet podium utama di Algarve tahun lalu.

Duo Suzuki, Rins dan Joan Mir, juga mengincar kemenangan guna menegaskan progres serta konsistensi mereka. Jika berhasil, maka ada kesempatan untuk merebut puncak klasemen dari Bastianini.    

Berkaca dari empat Grand Prix pertama, sangat menarik untuk mengikuti kelanjutan MotoGP 2022, yang memiliki 17 balapan lagi, karena segala hal bisa terjadi. Persaingan juara masih sangat terbuka.

Simak pembahasan mengenai musim MotoGP yang tidak terduga dan makin kompetitif sejauh ini dalam episode terbaru podcast Motorsport.com Indoensia, melalui player di bawah ini atau lewat Spotify dan Apple Podcast.   

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Valentino Rossi Sudah Persiapkan Masa Depan Sejak Lama
Artikel berikutnya Danilo Petrucci Butuh Temukan Kembali Semangat Balapannya

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia