Podcast: Tanda Tanya untuk VR46

Pengumuman dari Aramco bahwa mereka tidak terlibat dalam proyek apa pun, termasuk tim balap, di MotoGP mengejutkan banyak pihak. Utamanya Tim VR46.

Podcast: Tanda Tanya untuk VR46

Menjelang akhir bulan Juni lalu, MotoGP mengeluarkan pernyataan resmi terkait turunnya tim baru, Aramco Racing Team VR46. Mereka sudah menandatangani kontrak dengan Dorna Sports untuk turun di MotoGP selama lima tahun, mulai 2022.

Tim milik legenda hidup Kejuaraan Dunia Balap Motor, Valentino Rossi, itu juga sudah sepakat dengan Ducati untuk bekerja sama selama tiga tahun mulai MotoGP 2022 sampai 2024.

Semua kesepakatan yang diambil VR46 tidak lepas dari dukungan sponsor utama, Aramco. Namun, betapa kagetnya publik setelah Sabtu (10/7/2021) pekan lalu perusahaan minyak milik Pemerintah Arab Saudi itu menegaskan tidak terlibat dalam proyek apa pun di MotoGP.

“Aramco mengonfirmasi bahwa tidak ada koneksi strategis dengan VR46 atau proyek MotoGP,” demikian bunyi rilis yang diterima Motorsport.com. “Ini merujuk pada press release pada 28 April, yang dipublikasikan Tanal tanpa sepengetahuan Aramco.

“Aramco tidak punya afiliasi komersial dengan Tanal Entertainment, MotoGP atau tim mana pun.”

Dengan pernyataan resmi dari Aramco ini, pertanyaan besar pun muncul, seberapa besar pengaruh tidak adanya Aramco sebagai sponsor bagi tim milik juara dunia sembilan kali (125cc 1997, 250cc 1999, 500cc 2001, dan MotoGP 2002-2005, 2008, 2009) tersebut.

Baca Juga:

Pertama dan paling terasa, tentu saja anggaran. Bila Aramco memang tidak jadi mendukung, VR46 jelas harus mencari penggantinya. Atau, paling buruk meminta tambahan anggaran dari sponsor lainnya, Tanal Entertainment Sport & Media.

Dari anggaran, problem selanjutnya adalah teknologi atau boleh dibilang pasokan sepeda motor dari Ducati. Publik tentu tidak tahu seperti apa kesepakatan antara pabrikan asal Borgo Panigale, Italia, tersebut dengan VR46 yang juga berasal dari Negeri Piza.

Bila masih ada kaitannya dengan faktor ekonomi, tidak mustahil Ducati – yang notabene tidak sebesar Honda ataupun Yamaha – akan mengurangi bantuannya kepada VR46 karena menyesuaikan bujet yang ada (jika tidak menemukan pengganti Aramco).

Sudah menjadi rahasia umum bila selain mendapatkan data tambahan untuk balap, pabrikan di MotoGP bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari tim-tim independen yang memakai mesin dari mereka.

Satu lagi yang mungkin bisa menjadi problem bagi VR46 terkait keputusan Aramco adalah komposisi pembalap. Memang, sebelumnya VR46 akan memprioritaskan pembalap jebolan Akademi VR46 untuk debut tim mereka di MotoGP tahun depan.

Nama Luca Marini (Sky VR46 Avintia) yang musim ini menjadi rookie MotoGP, dipastikan menempati satu posisi. Marco Bezzecchi (Sky Racing Team VR46) yang kini menempati peringkat ketiga klasemen Moto2, diproyeksikan menjadi pembalap kedua.

Bila bujet VR46 nanti dirasa hanya cukup untuk menurunkan satu pembalap, opsi paling realistis adalah menurunkan Marini.

Namun begitu, Abdulaziz bin Abdullah Al Saud, seorang Pangeran Arab Saudi pemilik Tanal Entertainment, pernah menyebut pihaknya menginginkan Valentino Rossi untuk turun bersama VR46 di MotoGP musim depan.

Kabar terakhir menyebutkan, Rossi wajib turun jika ingin VR46 mendapatkan kuncuran anggaran tambahan.

Untuk lebih mengetahui pembahasan lengkap tentang akal seperti apa kiprah VR46 di MotoGP musim depan bisa didengar melalui player yang ada di bawah naskah ini. Selain itu, podcast 'Motorsport.com Indonesia' juga bisa diakses lewat Spotify dan Apple Podcast.

 
dibagikan
komentar
Vinales Lega Bakal Pisah dengan Yamaha

Artikel sebelumnya

Vinales Lega Bakal Pisah dengan Yamaha

Artikel berikutnya

Bos Petronas SRT Tunggu Keputusan Rossi-Yamaha untuk MotoGP 2022

Bos Petronas SRT Tunggu Keputusan Rossi-Yamaha untuk MotoGP 2022
Muat komentar