Podcast: Valentino Rossi di Mata Motorsport Indonesia

Mundurnya Valentino Rossi pada akhir 2021 nanti tidak hanya kehilangan bagi MotoGP dan penggemarnya tetapi juga para jurnalis yang memiliki pengalaman menarik dengannya.

Podcast: Valentino Rossi di Mata Motorsport Indonesia

Bagi pengamat balap, khususnya Kejuaraan Dunia MotoGP, keputusan Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) untuk gantung helm pada akhir musim 2021 ini sebetulnya sudah bisa diduga.

Performanya dalam beberapa tahun terakhir memang menurun. Dengan usia yang sudah 42 tahun, juara dunia sembilan kali – 125cc 1997, 250cc 1999, 500cc 2001, MotoGP 2002-2005, 2008, 2009 – itu memang sudah sewajarnya mundur.

Namun, momen saat Rossi mengumumkan pengunduran dirinya, menjelang MotoGP Styria di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, hampir dua pekan lalu, tetap mengharukan. Ia terkesan sangat terpaksa meninggalkan balap motor dunia yang begitu dicintainya, karena kondisi.

Hal itu memang dirasa wajar karena terhitung sejak debut pada 1996, Rossi menghabiskan separuh lebih usianya di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Musim ini menjadi tahun ke-26 bagi pembalap asal Italia tersebut turun di Grand Prix.

Keputusan Rossi mundur dari MotoGP hampir berdekatan dengan pesepak bola Lionel Messi yang juga terpaksa meninggalkan FC Barcelona karena masalah budget cap.

Seperti Rossi, Messi juga dengan berat hati harus pergi dari Barcelona (ke Paris-Saint Germain/PSG) yang dibelanya sejak masih belia.

Mundurnya Rossi tidak hanya kehilangan bagi komunitas MotoGP tetapi juga para jurnalis. Selama ini, The Doctor dikenal sebagai salah satu “public relation” yang piawai. Mampu menjawab setiap pertanyaan yang memuaskan. Apakah Rossi selalu seperti itu?

Baca Juga:

Rekan kami, Dedhi Purnomo, pernah memiliki pengalaman kurang mengenakkan saat sesi tanya jawab ketika Rossi datang ke Indonesia untuk promosi, sekira tahun 2010 lalu. Semua karena lisensi dari media yang saat itu dibawa rekan kami.

Rossi mungkin pernah diberitakan kurang berimbang dari media yang sebetulnya sangat besar di negaranya itu. Sepertinya, saat itu media tersebut memberitakan dugaan pajak yang digelapkan Rossi.

Tetapi, wartawan id.motorsport.com lainnya, Scherazade Mulia Saraswati memiliki pengalaman berbeda saat bertemu Rossi. Menurutnya, Rossi saat itu biasanya menjadi pembalap yang paling belakang melakukan sesi wawancara.

Tidak hanya itu, Rossi juga menjadi “the most wanted person” tidak hanya bagi penggemar namun juga wartawan untuk dimintai keterangan. Rossi pun seperti biasa selalu menjawab pertanyaan para jurnalis secara lugas.    

Pengalaman menarik juga kerap dialami para jurnalis yang juga menjadi penggemar Valentino Rossi. Mereka harus mampu menahan diri untuk tidak terlalu memihak The Doctor karena meski tetap menjaga profesionalitas.

Salah satu yang paling menarik bagi Motorsport Indonesia adalah gaya Rossi menghadapi media yang benar-benar sangat profesional. Ini salah satu yang wajib dipelajari para pembalap muda.

Secara umum, terlepas dari torehan prestasi dan kontroversinya, kepergian Valentino Rossi tetap menjadi kehilangan tidak hanya bagi komunitas di Kejuaraan Dunia Balap Motor, promotor (Dorna Sports), penggemar, tetapi juga bagi para jurnalis.

Pembahasan lengkap tentang pengalaman wartawan Motorsport dan Motor1 Indonesia bertemu Valentino Rossi dapat didengar melalui player yang ada di bawah naskah ini. Selain itu, podcast 'Motorsport.com Indonesia' juga bisa diakses lewat Spotify dan Apple Podcast.

 

         

 

dibagikan
komentar
Enea Bastianini Belum Tahu Penyebab Fairing Motornya Lepas
Artikel sebelumnya

Enea Bastianini Belum Tahu Penyebab Fairing Motornya Lepas

Artikel berikutnya

Pembalap MotoGP Beri Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia

Pembalap MotoGP Beri Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia
Muat komentar