Pol Espargaro Akui Puig Sangat Berpengaruh dalam Kariernya di Honda

Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro, tak keberatan dengan tuntutan tinggi Alberto Puig. Apalagi sang manajer tim tak lepas tangan begitu saja dan selalu memberi masukan agar transisi dalam MotoGP lancar.

Pol Espargaro Akui Puig Sangat Berpengaruh dalam Kariernya di Honda

Rider Spanyol tersebut butuh waktu adaptasi ketika pindah dari KTM ke Honda. Ia mesti memahami karakter RC213V dan sistem kerja dalam tim pabrikan sayap tunggal itu.

Puig berjasa besar menjembatani komunikasi antara Espargaro dengan para engineer Honda. Tak heran ketika, pria tersebut menghilang dari paddock dalam empat balapan karena alasan kesehatan, adik pilot Aprilia Racing, Alex, sedikit limbung.

“Bagi saya, Alberto sangat penting dalam balapan, dia krusial,” Espargaro mengungkapkan beberapa waktu lalu.

Dalam MotoGP Portugal, Espargaro gagal finis dan sedikit membaik di Jerez dengan bertengger dalam 10 besar.  Dalam dua putaran di Austria, performanya kembali memburuk seiring dengan absennya Puig. Ia menuntaskan lomba di peringkat ke-16.

Pria 54 tahun tersebut kembali ke arena, Kamis lalu di Silverstone. Keduanya pun berbicara empat mata cukup lama. “Serangkaian saran yang diberikan Puig kepada saya pada Kami sangat motivasional,” tuturnya.

Setelah sesi tersebut, motivasi Espargaro melesat sehingga mampu mengunci pole position. Sayangnya, ia gagal mempertahankan posisinya dari serbuan lawan agresif yang biasa bertarung di lini depan. Pembalap berjuluk Polyccio masuk garis finis kelima di MotoGP Inggris.

Selepas lomba, Motorsport.com menanyakan apakah isi pembicaraan intens antara Espargaro dan Puig.

Pembalap yang musim lalu, naik podium lima kali itu pun menjelaskan, “Saya ingin mengklarifikasi sesuatu, dari luar, bahkan saya sendiri berpikir seperti itu sebelum tiba di sini. Alberto Puig tampak sebagai sosok yang sangat keras, selalu berjuang dan jadi tangguh.

“Memang dia seperti itu, tapi di saat bersamaan, dia juga sangat konstruktif. Ada manajer tim dalam tim yang mencoba memberikan Anda dukungan dan memotivasi Anda, tapi ada juga yang malah merusak dan membuat Anda merasa lebih kecil daripada Anda sebenarnya. Mereka tak mampu membuat Anda berkembang dan berkontribusi.”

Espargaro suka dengan metode Puig mengarahkan para pembalap, tidak terkesan mengatur tapi malah membuat setiap individu terpacu kerja keras.

Baca Juga:

“Ketika Alberto berbicara kepada Anda, dia melakukan dengan cara agar Anda paham bahwa opsi itu tidak akan berjalan baik, tapi dia tidak memerintah Anda. Dia membuat Anda merenung, membuat Anda berpikir dan memotivasi diri lagi,” ujarnya.

“Saya meninggalkan rapat Kamis dengan sangat termotivasi, tidak kehilangan semangat. Itu sangat berbeda dan tampak bodoh, tapi cara Anda mengekspresikan diri di dunia MotoGP, di mana tekanan sangat tinggi, jadi sangat penting.

“Caranya mengatakan sesuatu sangat krusial dan Alberto sangat bijaksana, lebih dari yang tampak apriori dan apa yang orang pikirkan. Pernah jadi pembalap, dia tahu bagaimana harus menjelaskan sesuatu.”

Rider 30 tahun menambahkan bahwa kini ia menjadi sosok yang meminta lebih dari dirinya.

“Tidak pernah apakah itu wake-up call, atau satu rangkaian, atau itu datang dari Honda. Dia hanya memberi saya pandangannya, saya mempertimbangkannya. Karena saya adalah orang yang menuntut lebih dari diri sendiri, saya mengintepretasikan dengan cara itu,” katanya.

“Saya suka semua jadi jelas dan diberitahu ketika mereka tidak akan berjalan baik. Saya tidak suka diberitahu kalau saya tampan ketika tidak seperti itu.”

dibagikan
komentar
Valentino Rossi: Saya Tunda Pensiun karena Bujukan Orang Tua

Artikel sebelumnya

Valentino Rossi: Saya Tunda Pensiun karena Bujukan Orang Tua

Artikel berikutnya

Massimo Rivola Yakin Maverick Vinales Dorong Pengembangan RS-GP

Massimo Rivola Yakin Maverick Vinales Dorong Pengembangan RS-GP
Muat komentar