Polemik kondisi trek dan jadwal balap MotoGP Qatar

dibagikan
komentar
 Polemik kondisi trek dan jadwal balap MotoGP Qatar
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
4 Apr 2017 11.09

Kemenangan Maverick Vinales seolah menutupi kekacauan di balik jadwal MotoGP Qatar. Meski telah selesai, namun rupanya masih menimbulkan sejumlah polemik terkait penyelenggaraan balapan di Sirkuit Losail.

Apalagi kalau bukan soal balapan yang digelar malam hari. Sebenarnya tidak ada yang salah. Akan tetapi, akan menjadi lain cerita jika turun hujan deras. Dan itulah yang menjadi penyebab mengapa Race Direction akhirnya membatalkan sesi Free Practice 4 MotoGP dan kualifikasi dari semua kelas.

Franco Uncini (FIM Grand Prix Safety Officer) dan Loris Capirossi (perwakilan Dorna Sports S.L,. di Race Direction) memang telah melakukan tes di Qatar, dan dengan trek yang digenangi air. Namun, para pembalap tetap saja ragu untuk balapan dalam kondisi basah.

Selain mengkhawatirkan faktor keselamatan, para pembalap juga mengeluhkan buruknya sistem drainase di Sirkuit Losail, terutama genangan air yang cukup dalam di gravel – yang bahkan tampak seperti sebuah danau kecil.

Jorge Lorenzo mengusulkan agar balapan di Qatar digelar pada senja, atau dimulai pukul 19:00 malam waktu setempat. Ia menilai anjuran jadwal itu merupakan kompromi yang baik, serta memuaskan pembalap dan kebutuhan promotor.

“Dalam periode setahun, itu akan menjadi mungkin,” ketika ditanya tentang prospek jadwal Qatar dikembalikan ke siang hari.

“Tapi saya pikir itu ide bagus dalam hal televisi, bagi olahraga dan untuk pertunjukkan, untuk menggelar satu balapan pada malam hari.

“Tentu saja, satu hal yang kami bicarakan (dalam pertemuan Komisi Keselamatan) adalah mencoba menggelar balapan dua jam sebelumnya. Menurut saya, pukul tujuh malam adalah waktu yang tepat.

“Itu masih malam. Suhu memang jauh lebih panas dan kelembaban berkurang, tapi itu (jadwal) terbaik bagi keselamatan para pembalap. Itu hampir malam dan Anda finis balapan pada malam hari.”

Wet track
Genangan air di gravel

Foto oleh: Toni Börner

Aspal ulang 

Sirkuit Losail dibuka pada 2004, dan telah menjadi seri pembuka kejuaraan dunia Grand Prix sejak 2007. Rupanya, sirkuit di Qatar itu belum diaspal ulang lagi dalam 13 tahun terakhir.

“Saya tahu mereka memikirkan untuk mengaspal ulang permukaan (trek) – jika tidak tahun ini, maka dua tahun ke depan, karena aspal ini sudah tua 13 tahun,” ucap Marc Marquez.

“Lalu mungkin mereka bisa memeriksa untuk mencapai cara dalam menemukan solusi. Tidak normal dengan cuaca seperti ini. Selalu ada kemungkinan dan mereka bisa lebih siap di masa depan.”

Capirossi juga mengonfirmasikan bahwa rencana mengaspal ulang permukaan trek Losail tengah berjalan, kemungkinan besar paling lambat tahun depan, sebagai bagian dari skema untuk memperbaiki sistem drainase.

“Kami sudah membicarakan agar banyak diperbaiki, karena para pembalap mulai sedikit mengeluhkan tentang permukaan trek, yang (tidak diaspal ulang) dari ketika mereka membangun trek pada 2004,” ungkapnya.

“Kami telah memiliki beberapa rencana untuk tahun depan. Kami hanya perlu mengklarifikasi segalanya, tapi tentu kami melakukan beberapa pekerjaan tahun depan. Tentunya, kami ingin melakukan beberapa pekerjaan pada drainase tahun depan.

“Kami telah bekerja dengan sirkuit tentang (aspal ulang). Kami maish membicarakannya. Kami tidak memiliki jawaban sekarang, tapi ini rencana nomor satu kami.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Track drying
Marshal berusaha mengeringkan trek

Foto oleh: Toni Börner

 

Artikel MotoGP berikutnya
"Akan jadi bencana jika Vinales finis kedua di Qatar"

Artikel sebelumnya

"Akan jadi bencana jika Vinales finis kedua di Qatar"

Next article

Valentino Rossi menuju rekor start Grand Prix ke-350

Valentino Rossi menuju rekor start Grand Prix ke-350
Load comments