Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Poncharal Gembira Punya Dua Pembalap Pemenang untuk MotoGP 2025

Perekrutan Enea Bastianini dan Maverick Vinales diyakini akan melambungkan Tech3 ke level lebih tinggi di MotoGP. Kedatangan mereka sejalan dengan ambisi KTM untuk memiliki empat motor di barisan terdepan.

Herve Poncharal, Red Bull GASGAS Tech3

Foto oleh: Marc Fleury

Sejak awal kerja sama dengan KTM pada 2019, Tech3 telah melahirkan beberapa pembalap, seperti Miguel Oliveira, pemenang dua balapan untuk tim yang bermarkas di Bormes-les-Mimosas ini, dan tentu saja Pedro Acosta. Tim ini telah mengandalkan sejumlah pembalap berpengalaman, seperti Danilo Petrucci dan Pol Espargaro.

Hanya dalam waktu dua tahun, identitas visual yang mengasosiasikan Tech3 dengan GasGas akan menghilang. Mereka akan menggunakan warna KTM seiring dengan upaya pabrikan menjadikan tim satelitnya sebagai struktur yang sejajar.

Ambisi ini diilustrasikan dengan perekrutan dua pembalap papan atas, Enea Bastianini dan Maverick Viñales, yang saat ini berada 6 besar klasemen.

Kedatangan mereka dimungkinkan oleh gejolak di Ducati. Promosi Marc Marquez yang menyebabkan kepergian Bastianini dan Jorge Martin, tampaknya juga mendorong Vinales pindah. 

Setelah mendatangkan Pedro Acosta, yang saat ini merupakan perwakilan terbaik KTM dan dipromosikan ke tim resmi pada 2025, Herve Poncharal tidak bisa mengharapkan yang lebih baik lagi.

"Tahun 2024 sudah terbentang seperti mimpi bagi Tech3," ujar Poncharal kepada Speedweek. "Terima kasih kepada Pedro, kami mampu menunjukkan kekuatan kami dan mempercepat seluruh proyek bersama, di sekitar RC16. Kami telah mencapai tahap baru. Akan ada sedikit kesedihan karena tidak lagi memiliki Pedro di garasi kami, tetapi kami akan memiliki tim yang belum pernah ada dalam sejarah kami."

 "Kami selalu memiliki pembalap yang sangat bagus dan saya masih sangat menghormati mereka semua, tetapi hubungan antara dua pembalap top saat ini, para pemenang di MotoGP, dengan kami belum pernah terjadi sebelumnya," tegas pembalap asal Prancis itu, menunjukkan ambisi yang kuat.

"Kami akan memiliki dua pembalap nomor 1 pada 2025. Saya yakin Enea dan Maverick akan berjuang untuk meraih kemenangan dengan RC16. Hasil yang baik adalah bahan bakar yang mendorong kami semua untuk maju dan akan ada dua pembalap yang mampu meraih kemenangan di kotak berikutnya, dengan warna yang sama.

Baca Juga:

“Empat pembalap yang bisa bertarung untuk meraih kemenangan di setiap balapan dengan motor yang mampu meraih kemenangan, Anda tidak bisa mengharapkan yang lebih dari itu."

Tech3 bisa jadi berada di ambang kemenangan tahun ini bersama Pedro Acosta, sebuah target yang tampaknya masih jauh bagi Augusto Fernandez, yang belum pernah menembus 10 besar dalam balapan utama tahun ini.

Dengan Bastianini dan Viñales, tim satelit bahkan memiliki potensi untuk secara teratur mengganggu tim resmi. Sebuah strategi yang didukung penuh oleh KTM.

"Saya menghubungi Stefan Pierer (General Manager KTM) dan berterima kasih atas dukungannya yang luar biasa," kata bos Tech 3.  "Jawabannya: 'Herve, kita hanya bisa kuat jika bersama'.’

“Terlepas dari semua profesionalisme dan aspek bisnis dari MotoGP, hal ini memperkuat sekali lagi keputusan yang diambil tujuh tahun lalu. Jika saya harus mengirim pesan hari ini, maka pesannya adalah: berani dan ikuti naluri serta kata hati Anda!"

Enea Bastianini, Ducati Team, Maverick Vinales, Aprilia Racing Team

Maverick Viñales dan Enea Bastianini

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Keputusan strategis untuk KTM

Tech3 tidak akan lagi menempati fungsi 'tim junior' tetapi akan benar-benar terkait dengan pekerjaan tim resmi selama akhir pekan Grand Prix, dengan memanfaatkan pembagian data yang bermanfaat.

KTM telah belajar dari kesulitan yang dihadapi oleh berbagai pembalap yang diluncurkan di MotoGP, seperti Iker Lecuona, Rau Fernandez, Remy Gardner, dan Augusto Fernandez, meskipun dua nama terakhir adalah juara Moto2, dan telah memutuskan untuk tidak mempromosikan para pembalap yang memiliki harapan untuk beberapa wakitu.

 "Sudah jelas bahwa kami tidak akan dapat menawarkan tempat kepada talenta muda mana pun untuk dua tahun ke depan," kata Pit Beirer, direktur KTM Motorsports, karena kedua tim sudah penuh hingga 2026.

"Jika Anda bertanya kepada saya, harapan saya adalah untuk selalu memiliki pembalap yang berasal dari akademi kami sendiri dan kompetitif. Tapi, Anda bisa lihat kompleksitas dan kesulitan MotoGP, dan dibutuhkan rookie yang luar biasa untuk bisa naik ke MotoGP.

"Pedro membuktikan bahwa hal itu mungkin terjadi, tetapi kami juga mengalami kesulitan melihat bahwa bahkan seorang juara Moto2 pun bisa mengalami masa-masa sulit di MotoGP. 

“Jika Anda melihat investasi di MotoGP - yang jumlahnya sangat banyak, jutaan - dan Anda membaginya dengan empat orang, paket untuk setiap pembalap bernilai beberapa juta. Anda harus memperhitungkan beberapa hal seperti para mitra, perusahaan kami sendiri yang mendatangkan uang.

Maverick Vinales dan Pit Beirer, direktur KTM Motorsports

Maverick Vinales dan Pit Beirer, direktur KTM Motorsports

Foto oleh: KTM Images

"Saya pikir di MotoGP kami tidak punya waktu lagi untuk mengatakan 'Oke, mari kita lakukan proyek pembelajaran'.  Sangat penting untuk tampil, tidak hanya untuk kriteria iklan, tetapi juga untuk kualitas seluruh tim: kami membutuhkan empat pembalap yang kuat, untuk memiliki pembalap yang menang di grup.

“Kami membutuhkan data pada Jumat pagi, segera, untuk membuat kemajuan sebelum sesi kedua. Kami lebih nyaman dengan mengambil pemenang GP dan menciptakan emulasi internal untuk keseluruhan proyek."

"Saya tidak ingin menentukan siapa yang menjadi favorit kami, tetapi saya pikir Pedro dan Brad akan mendapat keuntungan dengan memiliki dua pembalap yang kuat. Ini adalah keputusan penting untuk meraih hasil, bukan program pembelajaran baru."

KTM juga mengalami penurunan jumlah pembalap berbakat. Dari anggota KTM GP Academy saat ini - Jose Antonio Rueda dan Xabi Zurutuza, yang turun di Moto3, serta Celestino Vietti dan Deniz Oncu, di Moto2 - tidak ada yang tampaknya akan melakukan debut MotoGP dalam waktu dekat. 

Oleh karena itu, Beirer beralih ke opsi lain, "Sejujurnya, saya tidak bisa melihat pembalap berikutnya siap. Jika Pedro berikutnya siap di Moto2 untuk naik kelas, tentu saja kami akan langsung membawanya, tapi kami tidak melihat (pembalap Moto2) siap tahun depan. Jadi kami harus mencari pembalap yang berkualitas."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tardozzi Akui Ducati Salah Boyong Rossi, tapi Tidak dengan Marquez
Artikel berikutnya Lelah dengan Problem Honda, Masa Depan Nakagami Belum Pasti

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia